---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 7 Desember 1999 IBARAT SENJATA MAKAN TUAN MENYIMAK berita pers edisi Sabtu (4/11): "Amien Rais Tangisi Aceh dan Kelambanan Pemerintah" sebenarnya merupakan tanda yanya besar baginya yang nota bene adalah ketua lembaga tertinggi negara. Bukankah itu merupakan pernyataan tendesius dan dapat diibaratkan sebagai senjata makan tuan? Sebab, pernyataan itu di samping dialamatkan kepada pemerintahan Gus Dur yang dianggap lamban menangani Aceh, juga menyangkut dirinya yang ikut andil dalam kelambanan menyelesaikan masalah tersebut. Lagipula pada berbagai kesempatan Amien Rais selalu mengutarakan gagasannya tentang perlunya negara federal. Apakah ini tidak berarti membangunkan macan tidur, terutama di daerah-daerah yang sedang dilanda konflik. Sebenarnya untuk menyelesaikan Aceh tidaklah sesulit yang dibayangkan, yaitu sikat saja semua gerakan separatis, termasuk GAM yang jelas-jelas ingin merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan RI. Tapi bukan jalan itu yang ditempuh pemerintah. Dalam hal ini Gus Dur punya pandangan berbeda dengan Amien, sehingga terkesan lamban. Mungkin pemerintah sengaja memberikan kesempatan atau peluang agar pihak GAM sadar dan mau diajak berdialog atau berunding. Ini berarti pemerintah lebih memilih jalan damai ketimbang pendekatan kekerasan. Sebagai salah seorang warga masyarakat saya berharap agar konflik Aceh dapat segera diselesaikan. Sekedar imbauan, baik kepada pengamat politik, pemerintah termasuk Pak Amien janganlah membuat pernyataan-pernyataan yang justru memprovokasi rakyat. Mari kita bangun megeri ini dengan penuh kesadaran, sebab tanpa adanya kesadaran dan kejujuran yang tulus dari semua pihak, rasanya sulit memulihkan kondisi negara yang sudah diambang kehancuran. Zulfikar, Sleman, Yogyakarta. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Dec 1999 jam 09:05:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
