----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Inggris Version

Aceh last Improvements:
2000 Civilians Fled and 37 Buildings Burned Down
On Indonesian Brimob Operations

At least 2000 civilians from the villages of Batee Iliek, Pulo Baroh and Meurah, 
Samalanga
sub-district Municipality, fled away from their home since Monday December 13th to the 
nearest
mosques in that area, while 37 buildings which are stores and houses burned down by 
the Indonesian
Police elite force, Brimob (Mobile Brigade) on a sweeping operation claimed to seize 
the Aceh Free
Movement guerillas. The operations was occurring after 4 Brimob members based in Batee 
Iliek Camp
was shooting injured on Sunday December 11th in the same place, that is, which the 
common reason for
the Indonesian troops or Brimob legitimating their operation in any particular 
troubled area in
Aceh.
The Independent local Newspaper "Serambi Indonesia" daily reported, two military 
trucks came from
Sigli the capital of Pidie District one hour after the Brimob members were shooting , 
and two others
came from Lhokseumawe the capital of North Aceh District to assisted the local Brimob 
troops. The
troops made shooting to the air that made a noisy an terrible situations. This drive 
the civillians
hiding in any any particular houses or any other necessary hiding places. Since the 
Brimob seized
those villages then the villager gone out from their houses and fled to the mosque 
around their
villages to saved themselves. Some of them moved further to the other sub-districts 
such as Jeunib,
Bandar Dua, Ulim and Meureudu they think it could be safer.
However there is not yet any exact judgement about the amount of lost but the villager 
claimed it
must be over hundreds of million for one buildings including the things inside them. 
Some of them
posessing one house with several stores, like what confessed by M. Jakfar Mahmud (48) 
a secondary
teacher school from Batee Iliek. The same cases happened to Bahktiar Umar, Sulaiman 
Aji, and
Nurlaila Ahmad.
After burned down the civillians houses and stores Brimob also arrested 26 people of 
Samalanga
Sub-district without any legal procedures, but the Batee Iliek Police Chief said 
yesterday they
released them all.
The houses and stores burned down in Pulo Baroh Viollage were belongs to:
1. M. Yacub Hasan.
2. Ahmad Syahbuddin
3. Fazli Idris
4. Kamariah
5. Abdurrahman
6. Alibasyah
7. Mahmud Hamid
8. Utoh Isa
9. Hasan Mukmin
10. Mukhtar
11. Armia
12. Cut Sakdiah
13. Husaini Ahmad
14. Salmiah Syahbuddin
15. M.Yusuf
16. A.Madjid Sabun
17. Tgk Razi rasyat (three buildings0
18. M.Jakfar Mahmud (four buildings)
19. Buildings which the status are collective possession of the Villagers are eight 
buildings
Buildings burned down in Meurah were belong to:
1.Zaini (four buildings)
2. Abdul Manaf (two buildings)
3. M. Jakfar
There are also 5 houses which being broken by the Brimob troops.

Indonesia Version

2000 Warga Mengungsi dan 37 Ruko Dibakar
-Pasi Intel Kodim Aceh Tengah Tewas

Tidak kurang 2000 warga Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Bireuen sejak Senin (13/12) 
mengungsi ke
rumah-rumah ibadah terdekat, sedangkan 37 rumah serta toko musnah dibakar pasukan 
Brimob yang
melakukan operasi penyisiran menyusul tertembaknya empat prajurit Brimob Minggu 
(12/12) lalu di
kawasan itu. Sementara itu, Pasi. Intel Kodim 0106 Aceh Tengah, Kapten Inf. Alex Senin 
(13/12) sore
tewas ditikam orang tak dikenal di kawasan Pasar Inpres Takengon.
Seperti diberitakan Senin Kemarin, sedikitnya 12 rumah dibakar dan 27 warga ditangkap 
oleh aparat
akibat operasi yang dilakukan kesatuan Brimob Batee Iliek, pada hari Minggu menyusul 
tertembaknya
empat anggota mereka oleh kelompok AGAM di kawasan Pulo Baroh, Samalanga. Tetapi 
kemudian situasi
berkembang menjadi lebih buruk hingga menghanguskan 37 rumah dan toko-toko akibat 
pihak Brimob
meningkatkan operasi represifnya. Sedangkan informasi dari Kapolsek Jeumpa, Letda. Pol 
Fridom Senin
sore disebutkan warga yang ditahan telah dilepas kembali setelah dimintai keterangan.

Sumber Koalisi NGO HAM Aceh menyebutkan, para warga yang mengungsi itu berasal dari 
Pulo Baroh,
Meurah dan batee Iliek. Bahkan ada yang langsung hijrah ke kecamatan lain seperti ke 
Jeunib, Bandar
Dua, Ulim dan Meureudu. Para penduduk yang rumah terbakar juga menjadi bagian dari 
para pengungsi.
Mereka tiba-tiba menjadi miskin karena akibat rumahnya dibakari oleh anggota Brimob 
kerugian
mencapai ratusan juta rupiah perorangnya.
Pengakuan M Jakfar Mahmud, Guru SLTP Jeunib, selain rumahnya terbakar ia juga 
kehilangan tiga pintu
toko permanen yang terletak di sisi jalan kawasan Batee Iliek. Selain itu ia harus 
pasrah seluruh
harta lainnya hangus tidak bisa diselamatkan,termasuk 35 ton Padi, perhiasan, jutaan 
uang kontan,
dan sejumlah surat-surat berharga. "Yang tinggal hanya pakaian saya di badan ini, " 
katanya. Kasus
serupa juga menimpa Bahktiar Umar,Sulaiman Aji, dan Nurlaila Ahmad dan puluhan warga 
lainnya.
Intel Tewas
Dari Takengon, Aceh Tengah diperoleh kabar Senin (13/12) malam, Kapten Inf. Alex asal 
Palembang,
Pasi Intel Kodim Aceh Tengah, sekitar pukul 20.00 WIB tewas ditikam orang tak dikenal 
pada bagian
dadanya hingga tembus ke belakang saat berbelanja buka puasa di kawasan Pasar Inpres, 
Takengon.
Sementara itu, seorang warga sipil asal Meureudu, Pidie, Yusuf, yang menemani sang 
Kapten sampai jam
22.00 WIB tadi malam masih dalam keadaan kritis di RS Datu Beru Takengon. Peristiwa 
seperti ini
merupakan yang pertama di Takengon, Aceh Tengah, daerah pegunungan yang sejauh ini 
dikenal aman dan
tentram.
Danrem 011/Lilawangsa,Aceh Utara Kolonel Inf. Syafnil Armen, Senin malam kepada 
wartawan membenarkan
peristiwa tersebut dan ia sangat menyesalkan tewasnya perwira muda itu. Danrem menuduh 
pihak GBPK
yang melakukan pembunuhan dan ia mengecam peristiwa itu. Sementara itu, Panglima AGAM 
Aceh Tgk.
Abdullah Syafiie kepada wartawan kemarin juga mengeluarkan pernyataan yang mengakui 
bahwa pihaknya
yang melakukan penyerangan di Batee Iliek. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai 
pengajaran kepada
pihak TNI yang selalu melakukan kekejaman terhadap rakyat Aceh. "Kami wajib membela 
bangsa Aceh dari
tindakan yang kejam," katanya. Menurut Abdullah Syafiie, meskipun pada bulan Ramadhan 
pihaknya akan
tetap melakukan perlawanan karena perjuangan AGAM adalah perjuangan suci melawan 
kedzaliman.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Campaign & Networking Division
Koalisi NGO HAM Aceh
Aceh N.G.O's Coalition for Human Rights
Telp: 62 651 31834
Faxs: 62 651 27631
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Dec 1999 jam 14:48:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke