----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Merdeka, 4 Desember 1999

Getol Kampanye Konsep Federalisme
Oposisi Bergerak: Fosad Protes, Amien Jangan Sembarang Ngomong!

KETUA MPR Amien Rais kemarin didemo massa yang menamakan diri Forum
Studi Aksi Demokrasi (Fosad). Massa itu datang ke gedung MPR/DPR
sebelum shalat Jumat dan menuntut Amien Rais agar tidak sembarangan
bicara tentang federalisme. Mereka menilai Amien Rais telah terjebak
"asal bunyi" dalam mengampanyekan konsep negara federal. Ini
peringatan kedua bagi Amien, karena sebelumnya Komisi II DPR juga
mendesak pimpinan DPR untuk segera memperingatkan Amien Rais.

Teriakan massa Fosad dalam aksi kemarin memang cukup membuat panas
telinga, utamanya bagi Amien Rais, yang selama ini getol kampanye
federalisme. "Amien jangan asal njeplak!" demikian teriakan massa
itu.

Bukan hanya teriak, ratusan massa Fosad itu juga menggelar berbagai
poster dan spanduk "Tugas ketua MPR mempersatukan bangsa bukan
memecah bangsa," demikian bunyi salah satu poster yang mereka
acungkan tinggi-tinggi. Menurut Ketua Fosad, Faisal Reza Rakhmad,
aksi kemarin itu dipicu oleh perkataan Amien Rais yang menyatakan
federalisme mampu meredam ancaman disintegrasi bangsa.

Semestinya, kata Faisal, Amien mampu menahan diri dan tidak
memberikan pernyataan baik secara pribadi maupun kelembagaan apabila
hal itu dipandang tidak proporsional. "Itu justru mengeruhkan
persoalan," kata Faisal.

Ditegaskannya, masyarakat tak akan bisa membedakan apakah Amien
berbicara dalam kapasitas pribadi atau lembaga. "Jadi terkesan
seperti keputusan MPR," tambal Faisal.

Lebih jauh, Faisal mengatakan harus ada perubahan sikap agar Amien
lebih berhati-hati mengeluarkan pernyataan yang tidak asal njeplak.
Ia mengingatkan wacana federalisme masih dalam pembahasan dan itu
pun masih sikapi secara pro dan kontra.

Selain "menegur" Amien Rais, Fosad juga menyerukan sikap tegas bahwa
bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final, tidak
bisa ditawar-tawar lagi. Para pendemo menilai tuntutan referendum
dari daerah tidak relevan dengan visi kesatuan dalam NKRI.

Dalam aksi itu, Fosad juga menyatakan menolak Aceh Merdeka. Mereka
mendesak pemerintah agar melakukan tindakan konkret untuk
menghindari ancaman distegrasi bangsa. Fosad berpandangan, jika Aceh
behasil memisahkan diri dari wilayah RI, maka hal serupa akan
terjadi di daerah lain yang sedang dilanda konflik seperti Riau,
Kaltim, Ambon dan Irian Jaya.

Menurut Faisal Reza, tuntutan merdeka itu mulanya berasal dari
krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia. Situasi
seperti ini justru dimanfaatkan daerah tertentu untuk meminta
referendum bahkan mendirikan negara sendiri.

Fosad mensinyalir adanyya provokasi yang dilakukan kelompok
separatis. Gerkan inilah yang kemudian mengarahkan Indonesia kepada
perpecahan. "Kami minta para wakil dan majelis rakyat serta
pemerintah pusat menghentikan gerakan separatis," tegas Reza.

Bahkan Fosad sendiri terang-terangan menyebut Gerakan Aceh Merdeka
(GAM) sebagai provokator di Aceh. Karena itu, pemerintah harus
mempertahankan wilayah itu dengan segala cara.

Mengenai pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan di berbagai
wilayah di Indonesia, Fosad berpendapat semua pelakunya harus
diproses secara hukum. (CS)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Dec 1999 jam 03:53:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke