----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------
Edisi ini diterbitkan pada:
Rabu 15 Desember 1999 15:40 UTC
** XANANA GUSMAO TERIMA PENGHARGAAN SAKHAROV DARI PARLEMEN EROPA
** RUSIA TOLAK CAMPUR TANGAN ASING DI CHECHNYA
** PANGERAN BERNHARD DITUDUH TERIMA UANG DARI LOCKHEED
** TOPIK GEMA WARTA: KORBAN PEMBUNUHAN LAMPUNG MENUNTUT KEADILAN
** SIAPAKAH GOLONGAN TURKI MUDA DALAM TNI?
* XANANA GUSMAO TERIMA PENGHARGAAN SAKHAROV DARI PARLEMEN EROPA
Pemimpin Timor Lorosae Xanana Gusmao Rabu ini menerima penghargaan
Sakharov dari Parlemen Eropa di kota Strasbourg, Prancis. Penghargaan
ini diberikan setiap tahunnya kepada mereka yang memperjuangkan
hak-hak asasi manusia. Ketua Parlemen Eropa Nicole Fontaine menamakan
Gusmao seorang pejuang kemerdekaan, yang selalu membela bangsanya. Di
kota Strasbourg, Xanana Gusmao juga bertemu dengan berbagai kelompok
parlemen Eropa. Selain itu ia juga berbicara dengan Chris Patten,
Komisaris Eropa urusan hubungan luar negeri. Tahun-tahun sebelumnya
mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan Pemimpin gerakan
Musim Semi Praha, Alexander Dubcek, menerima penghargaan yang sama.
* VIETNAM MENERIMA BANTUAN 2,1 MILYAR DOLAR
Tahun 2000 mendatang, pemerintah Vietnam akan menerima bantuan
sebesar 2,1 milyar dolar dari berbagai instansi keuangan dan
negara-negara donor. Bergantung pada perkembangan reformasi
ekonominya, bantuan ini akan ditambah dengan 700 juta dolar. Demikian
diumumkan di ibukota Hanoi setelah pertemuan dua hari antara
negara-negara donor dan instansi keuangan seperti Dana Moneter
Internasional IMF, Bank Dunia dan Bank Perkembangan Asia ADB. Selain
itu Swedia, Prancis dan Jepang menyatakan bersedia menjadi negara
donor. Sudah beberapa waktu negara-negara donor dan para investor
asing mendesak pemerintah Vietnam untuk memberlakukan kebijakan
ekonomi terbuka.
* REJIM TALIBAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS ULAH OSAMA BIN LADEN
Amerika Serikat mungkin akan menyatakan rejim Taliban di Afganistan
bertanggung jawab atas sejumlah tindakan teror yang dilakukan
organisasi teroris Arab Saudi, pimpinan Osama bin-Laden. Demikian
juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Ancaman ini
dikeluarkan setelah penahanan sedikitnya 10 orang yang dituduh
anggota organisasi pimpinan Bin-Laden, dua minggu terakhir di Timur
Tengah. Pemerintah Washington menyatakan mempunyai petunjuk-petunjuk
bahwa warga sipil Amerika akan menjadi sasaran aksi-aksi teroris
dalam beberapa minggu mendatang. Karena itu setiap warga Amerika
Serikat diminta untuk meningkatkan keamanan masing-masing. Osama
bin-Laden sudah beberapa waktu tinggal di Afganistan, dan dilindungi
oleh pemerintah Taliban. Kelompoknya dianggap bertanggung jawab atas
pemboman dua kedutaan besar Amerika Serikat di Afrika Timur, yang
menewaskan 220 orang.
* RUSIA TOLAK CAMPUR TANGAN ASING DI CHECHNYA
Pemerintah Rusia kembali menolak segala bentuk campur tangan asing
dalam konflik Chechnya. Demikian dinyatakan Moskow setelah Ketua
Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE, Menteri Luar Negeri
Norwegia Knut Vollebaeck mengusulkan untuk bertemu dengan Presiden
Chechnya Aslan Maskhadov, bersama dengan seorang utusan pemerintah
Rusia. Tetapi Moskow menolak setiap bentuk perantaraan internasional.
Diperkirakan Ketua OSCE ini akan mengunjungi ibukota Chechnya, Grozny
Kamis besok. Saat ini Vollebaeck sedang berada di Dagestan. Sementara
itu pecah kembali pertempuran antara pejuang Chechnya melawan tentara
Rusia di timur ibukota Grozny. Tidak ada berita mengenai korban yang
jatuh.
* KOREA UTARA MEMBANGUN PUSAT TENAGA NUKLIR
Setelah ditunda selama lima tahun, Rabu ini ditandatangani kontrak
pembangunan dua pusat pembangkit tenaga nuklir di Korea Utara. Proyek
yang memakan biaya lima milyar dolar ini akan dibangun oleh Korea
Selatan, Jepang dan Uni Eropa, dan merupakan pusat pembangkit yang
memenuhi persyaratan keselamatan. Amerika Serikat bersedia memasok
bahan bakar nuklir. Pembangunan pusat pembangkit tenaga nuklir ini
dijanjikan pemerintah Washington tahun 1994, setelah Pyongyang
mengancam akan memulai kembali progam nuklir mereka. Pusat pembangkit
tersebut menggunakan bahan bakar yang tidak bisa digunakan untuk
membuat senjata nuklir.
* ANGIN TOPAN LANDA AUSTRALIA BARAT LAUT
Di Australia barat laut, regu penolong menghitung kerugian yang
diderita wilayah tersebut akibat bencana angin topan yang dimulai
Rabu pagi ini. Menurut berita-berita pertama tidak ada korban jiwa
karena sedikit sekali orang yang tinggal di wilayah tersebut.
Pemerintah setempat telah mengungsikan beberapa ratus penduduk
lainnya. Sarana telepon terputus dan aliran listrik di sejumlah desa
terpencil, mati. Angin topan ini berkekuatan lebih dari 300 kilometer
per jam, dan merupakan angin topan terhebat dalam sejarah Australia.
* HESBOLLAH LANCARKAN OFENSIF DI LIBANON SELATAN
Gerilyawan yang didukung gerakan Hesbolah, menyerang sejumlah
sasaran-sasaran Israel di Libanon Selatan, Rabu ini. Sedikitnya
seorang wanita Libanon cedera berat. Ofensif Hesbollah dilakukan
menjelang dimulainya perundingan perdamaian antara Israel dan Suriah
di kota Washington, Amerika Serikat, Rabu ini. Untuk pertama kali
dalam empat tahun kedua belah pihak bersedia berbicara di meja
perundingan. Para diplomat Amerika memperingatkan supaya tidak
berharap banyak dari perundingan pertama ini. Kedua belah pihak harus
membicarakan sejumlah masalah penting, antara lain pengembalian
Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel. Pemerintah Suriah
menyatakan, pengembalian wilayah Golan adalah persyaratan minimal
bagi perdamaian dengan Israel.
* PANGERAN BERNHARD DITUDUH TERIMA UANG DARI LOCKHEED
Selasa kemarin, dalam acara televisi Belanda, untuk pertama kali
sejumlah anggota Komisi Senat Amerika Serikat menanggapi secara
terbuka penyelidikan skandal Lockheed, awal tahun 70-an. Saat itu
Pangeran Bernhard, suami mantan Ratu Belanda Juliana, dituduh
menerima uang suap dari perusahaan pesawat Amerika Serikat, Lockheed.
Selasa kemarin, anggota-anggota Komisi Senat Amerika menyatakan,
direktur Lockheed mengaku telah membayar lebih dari satu juta dolar
kepada Pangeran Belanda ini. Dengan pernyataan tersebut, maka
kebenaran laporan Komisi Donner, yang melakukan penyelidikan atas
perintah pemerintah Belanda, yang saat itu dipimpin Perdana Menteri
Joop den Uyl, diragukan kebenarannya. Menurut Donner, memang Bernhard
"sensitif terhadap sejumlah hadiah", tetapi ia tidak terbukti
menerima uang suap. Para penyidik Amerika ini menyatakan terkejut
atas kesimpulan tersebut.
Rabu ini, Partai Konservatif VVD meminta penjelasan Perdana Menteri
Wim Kok. Partai VVD ingin agar parlemen Belanda menyelidiki cara
kerja Komisi Donner. Tetapi dua partai pemerintah lainnya yaitu
partai sosial demokrat PvdA dan partai liberal D66 menolak usulan
tersebut, karena Juliana bukan lagi Ratu Belanda, dan dengan demikian
penyelidikan semacam itu tidak mempunyai kepentingan politik.
* KORBAN PEMBUNUHAN LAMPUNG MENUNTUT KEADILAN
Tepat pada Hari HAM 10 Desember lalu, Indonesia membebaskan para
tapol dan napol, kecuali anggota-anggota OPM. Apakah dengan
pembebasan mereka ini selesai sudah kisah kesengsaraan dan kepedihan
para korban, atau malah awal pembongkaran rangkaian kasus-kasus
pembantaian dan penganiayaan. Siapa pelakunya dan siapa yang
bertanggungjawab. Laporan redaksi di Hilversum:
Marsudi, 61 tahun beberapa hari lalu dibebaskan dari penjara
Nusakambangan. Namun kisahnya panjang dan nyeri sebelum ia sampai di
sana. Marsudi menceritakan awal perkaranya.
Marsudi: Perkarane ngaji mboten Jeporo tahun 89 ...desanipun geminiko
busumpun kulong aji teng mriku kaleh adikku kulo namane Warsidi niku
saking pundi-pundi sami teko. Mbok sampun teko dikuatiri ne kaleh
pamong deso. Mbok sampun dikuatirin pamong deso trus dilaporakin ning
kecamatan. Boso dilaporakin nang kecamatan , trus kecamatan manggil.
Sis manggil Warsidi karo Mbah Marsudi moh dipanggil. Boso moh
dipanggil, nah kiri pun arep nyerang. Boso kon arep nyerang akire
kene jogo. ... malem Senen iku wis digowo limo, sing jogo gon pu,
digowo karo pamong, digowolungo digoleki ora ketemu.
Awal perkaranya adalah karena Marsudi dengan adiknya Warsidi
mengadakan pengajian, di desa Jepara, Lampung. Ketika itu tahun 1989.
Banyak yang mengikuti pengajian ini. Karena banyak yang datang,
kepala desa jadi was-was. Karena itu ia melapor ke Kecamatan.
Kemudian Marsudi dipanggil, tapi menolak datang. Lalu mereka akan
diserang. Oleh karena itu mereka berjaga-jaga. Pada malam itu, 5
orang sudah dibawa, entah kemana.
Keesokan harinya mereka diserang lagi. Pada serangan itulah, Marsudi
yang berusaha membela diri membacok seorang kapten, sampai mati.
Setelah itu para penyerang lari tanpa membawa mobil mereka. Namun
mereka kembali lagi dan mengepung tempat kediaman Marsudi. Ketika
menghadapi para penyerbu ini Marsudi tertembak kakinya dan menjadi
lumpuh. Berada dalam keadaan demikian ia minta temannya untuk
membawanya ke dalam mesjid dan memasrahkan nasibnya ke tangan Allah.
Apa yang terjadi ketika itu?
Marsudi : Mulai esok itu terus serangan sik nganti rampung itu, terus
ketemu akune nang njero mesjid iku. Aku diiles-iles sing ora karuan.
Akire aku arep dipateni raiso. Mbok sok dipateni rak iso, akire eku
arep digantung. Jur enek tentara meneh sing ngomong, "ojo dipateni
iku wong penting, nek urus, ben keno ditakoni".
Dari pagi sampai seranggan itu selesai. Mereka menemukan saya berada
di dalam mesjid. Saya diinjak-injak sampai setengah mati. Mereka mau
membunuh saya tapi tidak berhasil. Lalu mereka mau menggantung saya.
Tapi ada yang mengatakan "jangan, dia orang penting, bisa
diinterogasi".
Marsudi tidak berdaya, tetapi adiknya Warsidi mencoba membela diri.
Lalu apa yang terjadi dengan Marsudi yang terkapar tidak berdaya di
dalam mesjid?
Marsudi: Jadi waktu itu aku nang njero mesjid, nanti wis ora iso
opo-opo, dadi karo keadaan njobo aku wis ora ruh. Panjen ora ruh, aku
ora ono tenogo. Nah akire kono bubar, aku dibuntel neng kloso
dibuncali ning truk, trus aku digobo ning metro. Wis dilego ning
metro trus akire ora didulihne, trus malah dihukum teko Tanjung
Karang, nanti teko Nusakambangan.
Waktu itu saya didalam mesjid, tidak sadar. Saya digulung di tikar
dilempar ke truk, di bawa ke Metro, bukan dibebaskan melainkan
dibawa sampai akhirnya
dipenjarakan di Nusakambangan. Kesengsaraan Marsudi tidak berdiri
sendiri, banyak korban lain. Marsudi melanjutkan.
Marsudi: Sebab waktu itu anakku papat mati. Bojoku siji mati kabeh.
.... ngaji, jadi siji tunggal kabeh. Sumpun tunggal kabeh bocah-bocah
kalek wong mlebuh omah sing podo wedi. Ning mriku trus dibakar omahe
ntek resik.
Anak saya empat orang dan istri saya meninggal semua. Ketika itu
mereka bersama-sama mengaji. Ketika diserang mereka takut lari ke
dalam rumah, rumah itu dibakar habis, mereka mati semua.
Bagaimana dengan saudara-saudaranya dan penduduk desa lainnya?
Merekapun menjadi korban. Apakah Marsudi tahu berapa jumlahnya?
Marsudi: Kurang lebih 200, gede cilik, nom-tuo.
Kurang lebih dua ratus, besar-kecil, tua-muda. Kisah sedih Marsudi
terjadi pada tahun 1989. Siapa yang bertanggungjawab akan semua ini?
Ketika itu yang menjabat sebagai Pangdam Sriwijaya adalah Mayjen
Hendro Prijono. Bagi seorang Marsudi, kejadian semacam ini selain
menyedihkan juga membingungkan.
Marsudi: Kulo ora ngerti karepe pemerintah iki ora ngerti. Waon aku
iki jene ora ganggu gae karo pemerintah, iku ora. Ning kok kejadian
kayak ngono yah aku ora ngerti. Pemerintah yo anak buahe Soeharto.
Sak ngesore, jo pemerintah sing ora ngadek.
Saya tidak mengerti, apa sebenarnya yang diinginkan pemerintah. Saya
tidak mengganggu siapa-siapa. Pemerintah ketika itu adalah Soeharto
dan anak-anak
buahnya. Itu bagi saya pemerintah yang tidak benar yang tidak adil.
* SIAPAKAH GOLONGAN TURKI MUDA DALAM TNI?
Dua pekan menjelang tahun 2000, perbedaan pendapat di kalangan TNI
bahkan di kalangan eksekutif dan legislatif mulai tersingkap. Hal ini
nampak dari ucapan-ucapan beberapa jenderal serta diundangnya seorang
Pangdam
ke DPR. Suatu gempa politik tampaknya akan terjadi. Dan siapa berada
dibelakang manuver-manuver politik akhir-akhir ini? Laporan
koresponden Syahrir dari Jakarta:
Siapa lagi kalau bukan Soeharto, mantan presiden yang pura-pura sakit
dan terus menerus berhubungan dengan orang-orangnya yang ada di dalam
pemerintahan dan khususnya di TNI. Kalangan-kalangan politik di
Jakarta menunjuk pada pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Djaja
Suparman yang mirip-mirip ancaman. Ia mengkuatirkan para prajurit
Kostrad akan sakit hati dan bersikap membabi buta karena berita
pemanggilan sejumlah jenderal ke DPR dan KPP-HAM.
Di satu sisi memang pendapat perwira pendukung Soeharto ini dianggap
bisa memperburuk citra TNI sendiri. Namun di sisi lain sikap Djaja
dianggap masih wajar dan merupakan bentuk ketersinggungan pribadi
sebagai prajurit. Seorang pendukung Menko Polkam Wiranto yang lain
Kapuspen TNI Mayjen Sudrajat, mengatakan kepada harian Terbit: "Itu
wajar dan bukan ancaman. Ini kenyataan nyata yang dihadapi prajurit
yang begitu loyal kepada korps, di negara mana pun".
Tetapi pengamat militer Hasnan Habib mengaskan, sikap Djaja itu malah
akan memperburuk citra TNI di mata rakyat Indonesia dan
internasional. Rencana pemanggilan itu bukan merupakan tuduhan bahwa
sejumlah jenderal telah melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia
di beberapa wilayah Indonesia. Pemanggilan itu sebatas meminta
konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut atas penemuan bukti di
lapangan. Bagi Hasnan, pernyataan Pangkostrad itu merupakan upaya
mencegah pemanggilan tersebut.
Seharusnya Djaja bersikap terbuka. DPR berhak memanggil siapa saja
termasuk Presiden sekalipun. Jika Pangkostrad ini bisa meramalkan
tindakan membabi buta akan dilakukan para prajurit, maka ia wajib
mencegahnya. Sebagai komandan dia harus mampu meredam gejolak emosi
bawahannya. Sesuai hukum Jenewa, setiap petinggi militer yang
melakukan tindakan melawan hukum, perusakan gedung sekalipun, maka ia
harus dihukum. "Jika pengadilan militer internasional yang bertindak,
apa jadinya wajah TNI kita?", ujarnya.
Sebaliknya pengamat LIPI Indria Samego mengatakan, sikap Djaja itu
hanya meminta agar TNI tidak dipermalukan di depan publik. Ia
mempertanyakan mengapa seorang Sofyan Wanandi tidak disikapi secara
negatif? Ia menilai adanya perlakuan diskriminasi hukum saat ini.
Yang menarik perhatian banyak orang adalah ucapan seorang jenderal
lain yaitu Mayjen Agus Wirahadikusumah. Sebelumnya ia sudah
melontarkan ide penghapusan koramil, babinsa dan pembatasan
kodam-kodam yang cenderung berpolitik. Lalu ia bilang ada kekuatan
yang bermaksud menjatuhkan pemerintahan Presiden KH Abdurrahman
Wahid. Di TNI saat ini Agus Wirahadikusumah merupakan jenderal
pemikir yang menonjol bersama Agus Wijaya, Kaster TNI.
Yang mengejutkan adalah keterangannya bahwa orang yang mau
menjatuhkan Gus Dur itu adalah orang "yang merasa keinginannya tidak
tercapai. Baik untuk menjadi wapres maupun presiden". Maka dari
petunjuknya itu tidaklah sulit bagi para pakar politik untuk menebak
siapa orang itu. "Jelas yang ditujunya adalah Jenderal Wiranto, Menko
Polkam saat ini yang masih belum mau minta berhenti dari TNI. Padahal
jenderal-jenderal lain di kabinet Gus Dur sudah mengirim surat
meminta berhenti dari TNI", kata seorang pengamat.
Di DPR, Mayjen Agus Wirahadikusumah mengaku pandangan-pandangannya
hanya didukung sebagian kecil perwira TNI. "Hanya sekitar 20 persen",
ujarnya. Tetapi mengapa ia berani mengkritik kebijakan TNI? Padahal
mantan pendukung Benny Moerdani, Letjen Purnawirawan Bambang
Triantoro mengatakan, Agus seharusnya melepaskan terlebih dahulu
uniformnya kalau ia mau berbicara soal politik. Seorang prajurit itu
harus patuh kepada atasan. Maka kini timbul pertanyaan mungkinkah
Agus berani mengutarakan pikiran-pikirannya karena merasa didukung
Panglima Tertinggi TNI yaitu Presiden Abdurrahman Wahid?
Yang jelas, menurut seorang mantan komandan batalyon di Timor Timur,
"jenderal yang paling banyak menguasai pasukan adalah Pangkostrad dan
bukannya KSAD". Tetapi bukankah Prabowo Subianto dahulu pun menguasai
Kostrad tetapi tidak berhasil? tanya seorang pengamat.
Sehubungan dengan itu menarik untuk menyimak tulisan di harian Kompas
kemarin mengenai "Young Turks" yang dibentuk tahun 1973 di Muangthai.
Tahun 1977 mereka merekayasa kudeta terhadap pemerintahan Thanin.
Kudeta dilancarkan tahun 1981 karena mereka konon mencium ada usaha
sekelompok orang mau mengubah sistem negara.
Di Filipina pun pada tahun 1986 ada kelompok perwira militer muda
yang bergerak di bawah kepemimpinan Gregorius Honasan. Mungkinkah
Kompas ingin membuka tabir "Young Turks" di TNI yang saat ini tidak
puas terhadap para senior mereka. Ataukah Kompas yang sangat dekat
dengan Gus Dur ingin mengingatkan elit politik sipil tentang gempa
politik yang datangnya tiba-tiba ibarat suatu gempa tektonik?
---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/
Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 03:38:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++