----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Peristiwa Doulos
Puluhan mahasiswi diungsikan ke rumah Gus Dur -

Sebanyak 50 mahasiswi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Doulos diungsikan ke
kediaman pribadi Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid di Ciganjur Jaksel,
demikian keterangan yang diperoleh satunet.com Jumat dinihari.

Evakuasi para mahasiswa itu dilakukan atas permintaan Gus Dur sendiri yang
disampaikan Kamis sore kepada pihak Yayasan Doulos di bawah pimpinan Pendeta
Royandi Hutasoit, kata Sulaeman, seorang pengajar STT itu.

Sementara mahasiswa-mahasiswa prianya sebanyak 96 orang menginap di lokasi
tersebut setelah Kamis siang sempat mengungsi ke Polda Metro Jaya bersama
para mahasiswi tersebut.

Sedangkan puluhan pasien pusat pemulihan narkoba yang juga merupakan salah
satu pelayanan di Yayasan Doulos diungsikan ke Wisma Sentul, Bogor, yang
juga milik yayasan itu.

Lokasi itu sendiri hingga Jumat dinihari pukul 01:30 WIB dilaporkan dijaga
ketat oleh lebih dari 100 personil aparat keamanan yang terdiri dari Brimob,
Perintis, polsek-polsek terdekat dan dari Polda Metro Jaya.

Kebutuhan makan, minum dan sandang untuk para korban kebakaran di lokasi itu
dipenuhi dari sumbangan beras, mie kering, gula dan kue-kue yang datang
mengalir sejak Kamis siang hingga menjelang tengah malam.

Beberapa petugas yang ditemui wartawan satunet.com membenarkan, mereka
mendengar isu yang sangat santer sejak Kamis petang bahwa akan ada aksi
balas dendam dari sejumlah pemuda dari Indonesia Timur terhadap warga
sekitar lokasi tersebut. Kebanyakan mahasiswa Doulos memang berasal dari
Indonesia Timur.

Suasana aula di mana mahasiswa-mahasiswa itu menginap tampak gelap, kecuali
beberapa lampu yang dinyalakan dengan bantuan sebuah generator.

Dari polisi diperoleh informasi bahwa jenazah dari satu-satunya korban tewas
dalam insiden Rabu malam tersebut, Sariman, 31, mahasiswa STT semester IV,
sudah diserahkan kepada keluarganya di Yogyakarta pada sekitar pukul 19:00
WIB Kamis malam.

Sejauh ini korban luka-luka masih sama seperti sebelumnya, yakni seorang
korban luka berat bernama Dominggus, 21, bersama 13 orang luka ringan yang
dirawat inap seluruhnya di RS UKI Cawang.

Pada sekitar pukul 19:00 WIB, dua anggota DPR, yakni Postman Siahaan dari
F-PKP dan Pontas Nainggolan dari F-PDIP berkunjung ke lokasi dan
menyempatkan berbincang dengan sejumlah mahasiswa dan pengurus Doulos.
Terdengar kabar bahwa ketum Partai Golkar dan Ketua DPR Akbar Tandjung juga
akan berkunjung ke lokasi itu Jumat.

Sementara itu beberapa warga sekitar lokasi itu, yakni di RW 06 Kampung
Cipayung dan RW 04 Kampung Cilangkap yang dihubungi wartawan satunet.com
menyatakan kebingungan dan ketakutannya dengan perkembangan terakhir,
khususnya menyangkut isu akan adanya serangan balik terhadap mereka.

Dijelaskan oleh mereka, warga sekitar justru berusaha ikut memadamkan
kebakaran ketika api mulai menyala. Beberapa dari mereka, di antara seorang
tukang ojek bernama Narto, justru diancam akan dibacok oleh para penyerang
ketika berusaha memadamkan api. Oleh karena itu mereka menyatakan
keheranannya bahwa warga sekitar yang disebut-sebut akan menjadi sasaran
serangan balik.

Sebelumnya diperoleh keterangan bahwa pelaku penyerangan diduga keras
merencanakan aksinya secara matang. Hal itu diindikasikan dengan
dirobohkannya satu sisi pagar tembok kompleks itu oleh pelaku untuk mencegah
api menjilat rumah penduduk.

Diperkirakan, massa yang banyak mengenakan pakaian putih dan hitam itu
jumlahnya ribuan. Indikasinya, kompleks seluas 2,7 hektar itu rapat
dikelilingi massa yang marah dengan mengacung-acungkan senjata tajam.

Tindakan brutal massa diawali dengan membakar sebuah Vespa biru yang ada di
kompleks itu. Lalu, pintu-pintu ke luar kompeks pun mereka tutup. Tak lama
kemudian mereka membakar bangunan yang ada di kompleks itu. Polisi baru
datang sekitar pukul 21:30 WIB setelah keadaan parah. Namun polisi yang
jumlahnya hanya tiga orang itu dilukiskan tidak bisa berbuat apa-apa karena
kabarnya di bawah ancaman massa.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 05:08:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke