----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 15 Desember 1999

PEMERINTAH GUS DUR SEDANG DIBUSUKKAN

Jakarta, Rakyat Merdeka

Bekas Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Mayjen Agus
Wirahadikusuma melontarkan analisa yang cukup mengejutkan.
Berdasarkan pengamatannya, ia melihat ada tanda-tanda dari
kelompok tertentu berniat membusukkan pemerintah Gus Dur hingga
akhirnya jatuh dan mereka punya kesempatan untuk menggolkan
keinginannya.

"Mereka ini ciri gampangnya suka memberi warning. Ada yang 100
hari, tiga bulan, satu tahun dan seterusnya. Dan, mereka adalah
kelompok yang punya pikiran serta akal-akal busuk karena tidak
suka melihat nikmatnya kebebasan yang dirasakan rakyat setelah
terbentuknya pemerintahan baru," kata Agus di Kampus UI Depok,
kemarin.

Kelompok mana yang dimaksud Agus? Perwira tinggi yang saat ini
menjabat Pangdam VIII Wirabuana itu tidak bersedia menyebutkan.
"Pasti Anda lebih tahu dan nanti Anda akan lihat sendiri,"
elaknya. Namun yang jelas, lanjutnya, mereka adalah orang yang
punya kepentingan atau orang yang mungkin kecewa karena tidak
tercapai keinginannya.

"Padahal kalau tidak tercapai, ya nantilah lima tahun lagi. Tunggu
dong, masak belum apa-apa pemerintahan ini sudah mau dijatuhkan.
Berikan napas sedikit dan jangan dikontrol terlalu ketat supaya
bisa bekerja," katanya.

Perwira tinggi yang dikenal berani mengeluarkan pernyataan-
pernyataan keras itu mengatakan, pemerintahan Gus Dur saat ini
sedang berada dalam proses pergantian zaman menuju Indonesia yang
dicita-citakan.

Namun dalam setiap perubahan, lanjutnya, pasti mengandung risiko.
Apalagi selama 30 tahun pemerintahan Orde Baru networking yang
sudah dibangun luar biasa baik dari segi ekonomi, politik, bisnis
maupun financial.

Ibaratnya, sudah seperti gurita yang luar biasa dari pemerintahan
lama.

Dan, semua kebobrokan yang dahsyat itu mesti dihadapi oleh
pemerintah Gus Dur-Mega yang saat ini baru berusia 50 hari.
Mungkin, menurut Agus, banyak borok, panu, penyakit dan bahkan
mungkin kanker yang sudah harus diamputasi.

Pemerintah saat ini, sedang berdiri di antara sekian banyak
harapan masyarakat, padahal kenyataannya begitu pelik dan sulitnya
persoalan yang harus dihadapi.

"Ini sangat memusingkan. Saya kira pemerintahan ini bukan berarti
tidak paham dengan apa yang harus dilakukan, tetapi karena keadaan
sangat pelik, maka semuanya harus serba bertahap," ujarnya.

Pelik dan banyaknya masalah yang dihadapi bangsa ini, menyebabkan
semua komponen bangsa mesti melakukan intropeksi. Tak terkecuali
rakyat dan wakilnya di DPR, pemerintah dan pejabat termasuk TNI
semua harus introspeksi dan berusaha membersihkan borok-borok
dalam tubuhnya supaya sehat dan segar kembali.

"Pejabat yang merasa tak mampu membersihkan diri serta kaki maupun
mulutnya terkunci lebih baik berhenti saja dan berikan kesempatan
kepada yang lebih segar dan mampu," katanya.

Agus juga menyoroti peran para politikus dan bisnisman yang
selama ini telah menimbulkan beban yang berat bagi negara dan
rakyat. "Bagaimana tidak dikatakan maling atau rampok, lha
kenyataannya begitu uang negara dirampas seenaknya. Ini bukan
karena kalimat saya kasar, tetapi kenyataannya memang seperti
itu," tandasnya.

Tentang penilaian bahwa Gus Dur selama ini terlalu menggampangkan
masalah, Agus tampaknya termasuk kelompok yang tidak sepakat
dengan penilaian tersebut. Kunjungan ke luar negeri yang disebut
Gus Dur sebagai "jalan-jalan" menurutnya, sebenarnya memberi makna
yang sangat besar.

"Bukan berarti jalan-jalan itu menunjukkan Gus Dur mengecilkan
arti masalah di dalam negeri. Dalam hal ini Gus Dur malah seakan
memberi kesempatan supaya maling-maling dan rampok di negara ini
berantem, sehingga akhirnya menjadi lemah dengan sendirinya,"
katanya.

Tentang siapa yang berantem, Agus mengatakan, lihat saja mereka
yang terlibat dalam kredit bermasalah banyak sekali, sehingga
akhirnya saling berantem di antara mereka sendiri.

"Karena itu saatnya bagi Gus Dur untuk mencari dukungan secara
intensif dengan jalan-jalan ke luar negeri, sementara di dalam ia
membiarkan banyak orang berantem satu sama lain. Ini memang
masalah to be ot not to be dan menyangkut jadi atau tidaknya
seorang pejabat ditahan," tandasnya. (NAN).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 07:05:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke