----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Suara Merdeka, Selasa, 18 Januari 2000

Bejat, Moral Prajurit Australia di Timor Timur

CANBERRA - Pasukan multinasional di Timtim (Interfet)
mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh prajuritnya,
setelah terkuak kasus pelanggaran seks atas sejumlah gadis
Timtim oleh prajurit Interfet asal Australia.

Harian The Australian edisi Senin kemarin mengutip perincian
gugatan kasus itu dari salah seorang pelapor dan sumber-sumber
nonmiliter.

Surat kabar terkemuka negara Kanguru ini dalam laporan di
halaman utama mengungkapkan, sejumlah prajurit Australia diduga
membawa paksa enam gadis Timtim dari keluarga masing-masing.

Padahal keenam gadis tersebut baru saja berkumpul dengan
keluarga mereka di Dili, setelah beberapa lama mengungsi ke
Timor Barat.

Diceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan
Desember lalu, saat sekelompok pria Australia berpakaian sipil
mendatangi keluarga para gadis itu di Palapasu Dili.

Para ibu dari gadis-gadis tersebut langsung bersembunyi
ketakutan, karena sekawanan pria Australia itu berteriak-teriak,
mengatakan mereka tengah "mencari perempuan''.

Kejadian itu menyebabkan orang tua para gadis tersebut
memutuskan untuk membawa keluarga ke Kupang di Indonesia, yang
dinilai lebih aman ketimbang di Dili.

Belakangan diketahui, sekelompok pria Australia itu anggota
Interfet. Dua prajurit Australia yang menjadi pemimpinnya telah
ditahan oleh polisi militer Interfet.

"Semua komandan unit telah diperintahkan untuk secara tegas
mematuhi peraturan dan berperilaku sopan,'' kata jubir Interfet
Mayor Mark Tanzer. Menurut Tanzer, peringatan itu telah
disampaikan kepada seluruh prajurit Interfet, baik pria maupun
wanita, di masing-masing unit.

Berulangkali

Salah seorang gadis, yang hanya disebutkan berusia 18 tahun,
kepada The Australian menceritakan, dia bersama adik
perempuannya berungkali mendapat pelecehan seksual dari para
prajurit Australia.

"Kami sangat marah. Kadangkala mereka datang ke rumah kami, dan
mengatakan mereka sedang mencari perempuan,'' katanya.

Profesi gadis itu sebagai penerjemah PBB, mengharuskan dirinya
sering melakukan kontak dengan pasukan Interfet. Bahkan salah
seorang saudara perempuannya bekerja sebagai penghubung tentara
Australia.

Dia mengaku, kasus pelecehan seks pertama terjadi pada malam
tanggal 24 November 1999 lalu, ketika lima sampai tujuh pria
asing memasuki rumah keluarganya.

"Mereka mencari kami di kamar, tetapi untung kami sedang tidak
berada di rumah. Mereka mabuk dan hanya mengenakan celana pendek
tanpa baju,'' kata gadis tersebut.

Para pria asing tersebut, yang dipercaya sebagai anggota
prajurit Australia, aat itu langsung pergi sehingga tidak memicu
insiden lebih lanjut. Namun mereka ternyata datang lagi tanggal
16 Desember 1999.

Sialnya, waktu itu para gadis yang diincar sedang berada di
rumah orang tua masing-masing. "Para prajurit itu juga datang
dalam keadaan mabuk. Mereka bilang mencari perempuan. Kami
katakan maaf, Anda datang ke tempat yang salah,'' kata gadis
tersebut.

Sebagian besar dari prajurit itu berniat pergi, tetapi salah
seorang yang dipanggil Andrew menolak. Padahal, para gadis
mengancam akan melaporkan kepada aparat Polisi Militer Interfet

Akhirnya para gadis itu lari ke luar rumah, setelah si Andrew
terus mengamuk dan mengejar mereka. Jubir Interfet Mayor Mark
Tanzer mengakui adanya insiden tersebut, dan mengaku masalahnya
telah ditangani aparat Polisi Militer Interfet.

Polisi Militer Interfet yang menerima laporan adanya keributan
di rumah gadis tersebut, menangkap dua pria kulit putih.
Keduanya tidak membawa senjata dan mengaku sebagai anggota
militer, kata Mark Tanzer.

Salah satu dari tentara Australiaitu berpangkat kopral dan
seorang lainnya tidak disebutkan pangkatnya. Mereka berdua
langsung ditahan. (ant-30)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Jan 2000 jam 03:26:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke