---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, Selasa, 18 Januari 2000 Dilecehkan Anggota Interfet Canberra, Senin Dua tentara anggota pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (Interfet) dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap enam perempuan muda di Palapasu, pinggiran Kota Dili, Timor Timur (Timtim). Peristiwa ini terjadi dua kali, tanggal 24 November dan 16 Desember 1999 lalu. Beberapa harian di Australia memberitakan, tanggal 24 November lalu datang segerombolan orang menggedor pintu rumah sebuah keluarga. Orang-orang yang bertelanjang dada itu masuk rumah dengan wajah lusuh, terhuyung-huyung karena mabuk. Enam gadis anggota keluarga itu yakin, mereka adalah tentara-tentara Australia. Tanggal 16 Desember, gerombolan yang sama datang dengan pakaian sipil. Sambil masuk rumah, mereka berteriak-teriak menginginkan wanita penghibur. Para gadis yang sedang berkumpul di rumah orangtuanya itu lalu memberi tahu para lelaki itu dengan mengatakan, "Kalian salah tempat". Salah seorang gadis mengatakan, mendengar salah seorang warga Australia dipanggil "Andrew". Andrew menolak meninggalkan rumah. "Karena dia tidak mau meninggalkan rumah, maka saya ancam akan memanggil polisi militer; tetapi Andrew mengatakan, 'Saya tidak peduli'," kata sang gadis. Karena para lelaki itu tak mau meninggalkan rumah, maka para penghuni rumah lari minta pertolongan. Komandan Interfet Mayjen Peter Cosgrove, Senin kemarin, menyesalkan peristiwa ini. "Saya sangat menyesalkan peristiwa ini. Saya sangat kecewa. Saya harap dengan sangat, peristiwa ini jangan dibesar-besarkan," ujarnya. Dia berjanji akan menyelesaikan kasus ini. Dua tentara Australia yang diduga terlibat, kini dalam tahanan militer. (Reuters/Sydney Morning Herald/win) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jan 2000 jam 03:26:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
