---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 02/III/22 - 30 Januari 2000 ------------------------------ WIRANTO DALANG RUSUH AMBON? (POLITIK): Jenderal Wiranto bakal dipanggil komite Komnas HAM untuk masalah Ambon. Ia diduga sebagai titik simpul perusuhan Ambon. Presiden Abdurrahman Wahid mengemukakan bahwa perselisihan di Ambon dimulai bukan oleh orang-orang asli Ambon, tapi oleh orang-orang yang datang dari Jakarta. Begitu pula Ketua MPR Amien Rais juga menyebut bahwa ada enam orang (beberapa diantaranya orang penting) yang sudah teridentifikasi sebagai provokator Ambon. Namun Amien tidak menyebutkan siapa yang dimaksudkan. Hanya saja, belakangan ini Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola sering menyebutkan bahwa ada sejumlah nama yang disebut-sebut tahu persis persoalan Ambon. Salah satu yang disebut sebagai titik simpul kerusuhan Ambon adalah Menko Polkam Jenderal Wiranto. Bahkan Thamrin sempat juga menyebut sejumlah nama yang diduga kuat terlibat. Mereka adalah Ketua Pemuda Pancasila Yorrys Raweyai, mantan walikota Ambon yang juga bekas pengawal presiden Soeharto Kolonel CPM Dicky Watimena, Sultan Ternate Mudafar Syah dan Kakanwil BPN Jayapura Buce Sarpara. Sumber lain menuturkan, disebut-sebutnya Wiranto sebagai orang yang berkaitan dengan kerusuhan Ambon itu disebabkan memanasnya kembali Ambon terjadi beberapa kali seiring dengan pemeriksaan Jenderal Wiranto oleh KPP HAM berkaitan dengan keterlibatnnya di dalam pembumihangusan Timtim. "Kasus Ambon sarat dengan kepentingan politik, baik politik lokal maupun nasional," ujar sumber ini. Politik nasional, kata sumber ini, seperti yang diutarakan sebelumnya adalah adanya kepentingan sejumlah perwira tinggi sebagai bargaining dengan pemerintahan Gus Dur. Sedangkan kepentingan lokalnya adalah perebutan pengaruh antara Sultan Tidore dan Ternate untuk jabatan gubernur. Bagaimana dengan Yorrys? "Keterlibatan Yorrys karena anak buahnya yang ikut berperang di Ambon," kata sumber. Sumber ini menyebutkan, pada awalnya persoalan Ambon hanyalah persoalan kepentingan lokal. Yaitu perang pengaruh antara Sultan Ternate dan Sultan Tidore. Kebetulan salah satu sultannya (semuanya beragama Islam) mendapat simpati dari kalangan Kristen. Namun ketika konflik berlangsung, sejumlah kepentingan dari Jakarta turut serta. Mereka ada yang dari kelompoknya Soeharto yang tidak merelakan lengsernya Soeharto dari kursi presiden. Belakangan, kelompok Wiranto juga ikut bermain untuk senjata bargaining dengan Gus Dur. Maklum, belakangan ini selain memberikan angin kepada KPP HAM untuk memeriksa Wiranto, Gus Dur juga mulai menghabisi klik Wiranto di jajaran militer. Pencopotan Kapuspen Mayjen TNI Sudrajat berdampak memanasnya sejumlah daerah, termasuk kerusuhan di Mataram. "Jadi ada anak buah Wiranto yang tidak suka pimpinannya digoyang," kata sumber ini. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jan 2000 jam 04:43:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
