----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Siaran Berita MP GAM

PIMPINAN PUNCAK GAM DISERET KE GENEVA BERJUMPA DUBES
RI UNTUK TERIMA OTONOMI PADA TANGGAL 27 JANUARI 2000.

Kami baru saja mendapat konfimasi dari Geneva dan
Swedia bahwa Pimpinan Puncak GAM, Tengku Hasan
Muhammad di Tiro bersama-sama dr Zaini Abdullah dan
Malik Mahmud di jadualkan mengadakan perundingan
dengan Dubes RI di Geneva pada 27 Januari 2000.

Dalam intenary pertemuan, Tengku Hasan  dijadualkan
tidak akan berbicara walau sedikitpun. Semua "hasrat"
beliau akan disampaikan oleh Malik Mahmud dan dr Zaini
Abdullah kepada Dubes RI tersebut. Beliau diseret ke
Geneva oleh Malik dan dr Zaini hanya sebagai legalitas
proses rundingan tersebut.

Pertemuan yang akan berlangsung di sebuah kantor NGO
berbasis di Geneva itu dipercayai untuk membincangkan
penerimaan otonomi oleh GAM. Dengan pertemuan tersebut
diharapkan masaalah tuntutan kemerdekaan yang selama
ini diperjuangkan GAM untuk sebuah Negara Aceh Merdeka
bisa dihapuskan untuk selama-lamanya.

Majelis Pemerintahan GAM yang mendapat konfirmasi dan
undangan dari NGO tersebut beberapa hari yang lalu
telah mengambil keputusan untuk tidak turut
bersama-sama Tengku Hasan  dalam perundingan tersebut.
Bagaimanapun pihak Majelis akan menghantar dr Husaini
Hasan (anggota Majelis) dan M Yusuf Daud (Kepala Biro
Luar Negeri) ke Geneva dan dijadualkan bertemu Dubes
RI dan NGO tersebut pada tanggal 28 Januari 2000 untuk
memprotes dan menolak pemberian otonomi untuk Aceh.
Majelis juga akan membantah dan menolak legalitas
serta tindakan Malik dan dr Zaini mengheret Tengku
Hasan berunding dengan Dubes RI karena Majelis
berpendapat Tengku Hasan tidak patut direndahkan
martabatnya sebagai seorang pemimpin. Kalaupun terjadi
perundingan antara GAM dan RI, kami berpendapat yang
layak berunding dengan Tengku Hasan hanya Gus Dur,
bukan seorang Dubes.

Majelis tetap berprinsip bahwa masa depan Aceh wajib
diserahkan kepada rakyat Aceh untuk menentukannya dan
tidak ada pihak yang berhak menerima apapun atas nama
rakyat Aceh. Sedangkan GAM tetap berprinsip bahwa
hanya merdeka yang bisa menuntaskan masaalah Aceh dan
merdeka tersebut akan diperolehi lewat proses
penentuan  sendiri oleh rakyat dengan jajak pendapat.
Yang demikian tindakan Malik Mahmud dan dr Zaini
Abdullah yang mengeheret Tengku Hasan ke Geneva untuk
menrima otonomi merupakan pengkhianatan kepada GAM dan
bangsa Aceh.

Sembarang pihak yang perlukan konfirmasi lanjutan dan
komentar tentang perundingan tersebut bisa mengontak
Sekjen GAM, Teuku Don Zulfahri di Kuala Lumpur lewat
tilpun 016-2705455 atau dr Husaini Hasan dan M Yusuf
Daud melalui email atau tilpun (Teuku Don tau nomor tipun mereka)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Jan 2000 jam 04:00:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke