---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- 9 RELAWAN MOGOK MAKAN TUMBANG LAGI BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Rabu 19/1) Perkembangan aksi mogok makan yang digelar oleh relawan kemanusiaan dari People Crisis Centre (PCC-Aceh) di Kantor Komnas HAM perwakilan Aceh di Jalan Teuku Daud Beureueh Banda Aceh, sebagai aksi protes mereka kepada aparat keamanan yang melakukan tindakan kekerasan terhadap relawan kemanusiaan dan mahasiswa Aceh dalam menjalankan tugasnya, pada hari Rabu (19/1) ini ada 9 relawan yang tumbang dan dikirim ke Rumah Sakit Zainal Abidin (RSZA) Banda Aceh, sedangkan Selasa kemarin (18/1) ada 5 relawan yang harus dirawat, dalam catatan redaksi Radio Nikoya-FM, sudah 14 orang relawan yang tumbang hingga hari ini. Mereka yang mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter dan sebahagian di opname disebabkan terjadinya pengikisan pada lambung karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, kesembilan relawan yang baru di kirim kerumah sakit diantaranya, Nasruddin (27), Syarbaini (21), Sofyani (21) relawan dari Aceh Timur, Iman Santoso (23), Imran (21) relawan dari Aceh Utara, Linda Wahyuna (21), Rismawati (20), Andi Rizal (22) relawan dari Banda Aceh, Salawati (26) relawan dari Aceh Besar. Kejadian itu membuat panitia mogok makan menjadi panik dan harus bekerja ekstra dari sejak pagi tadi untuk mengevakuasi para relawan ke RSZA Banda Aceh sekitar 1,5 km dari lokasi tenda mogok makan PCC Aceh. Sementara itu puluhan relawan lainnya masih terus melanjutkan aksi mereka hingga tuntutannya di penuhi, rata-rata para relawan terlihat kondisi phisiknya semakin memburuk dan sangat lemah, keluhan-keluhan yang diderita peserta aksi mogok makan ini pada umumnya seperti sakit perut, pusing, mual, kaki kebas serta dingin dan diare. Mukhlis, Staff Indok PCC Aceh kepada Radio Nikoya-FM, mengatakan, "walaupun sudah empat belas orang rekan kami tumbang, mereka bertekad untuk terus melanjutkan aksi mogok makan, hingga ada perhatian dari pemerintah dan lembaga nasional maupun Internasional yang bekerja untuk kemanusiaan, untuk melindungi kami dalam menjalankan tugas kemanusian", katanya. Kemarin tenda mogok makan PCC Aceh juga di kunjungi oleh Ketua DPRD Aceh dan Kapolda Aceh. Menurut Mukhlis, "Ketua DPRD Aceh sendiri mengaku bahwa ia tidak tahu jika di lapangan ada tindak kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan. Ia menginginkan ada sebuah laporan khusus tentang keadaan ini, tetapi dia sendiri tidak bisa memberikan solusi apapun. Sedangkan Kapolda akan menindak lanjuti tutuntan para pemogok, tetapi ia tidak memberi suatu jaminan bagi kami para pekerja kemanusiaan, memang di Aceh ini sudah tidak ada lagi pemerintahan yang berdaulat, berlaku 'hukum rimba' siapa kuat dialah raja. Orang yang mempunyai kekuasaan dan senjata yang kuat dan merekalah yang menjadi raja. Hukum menurut kemauan mereka sendiri, sedangkan perangkat hukum yang telah ada tidak berfungsi apa- apa. Pemerintahan sipil di Aceh nampaknya hanya sebagai lambang saja. Tidak bolehkah sekarang kami bekerja demi kemanusiaan ? coba Anda yang wartawan jawab !", tuturnya dengan nada kesal. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station Jaringan Radio Indepeden Unesco-PBB www.nikoyafm.2000c.net ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Jan 2000 jam 04:01:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
