---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ORANG-ORANG SOEHARTO SUMBER MASALAH JAKARTA, (SiaR, 26/1/2000). Radio BBC London, sebagaimana dikutip The Straits Times (Selasa, 25/1) menganalis situasi politik terakhir di Indonesia. Berikut analisis itu. Rumor militer melancarkan kudeta terhadap pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melebar. Sekarang muncul analisis, perwira militer yang bertugas pada era Soeharto sebenarnya lebih mungkin melancarkan kudeta. Sebagian besar analis percaya bahwa pensiunan perwira-perwira militer rezim Soeharto yang tidak puas ini bisa menggoyang Presiden Gus Dur. Mereka tak ingin melihat pemerintah pimpinan Gus Dur stabil dan kuat. Soalnya, bila sampai pemerintah kuat, perwira TNI yang menyalahgunakan wewenang pada masa lampau dengan mudah bisa dibawa ke pengadilan. Peran militer Indonesia sekarang ini mengalami redefinisi. Untuk kali pertama selama 40 tahun, terjadi tekanan besar terhadap pihak militer untuk kembali ke barak dan tak lagi bermainpolitik. "Tak mudah bagi Indonesia untuk melihat tentaranya yang bermain politik sejak kelahirannya, kemudian tiba-tiba keluar dari politik," ujar analis militer Dr Salim Said. Sayap konservatif di tubuh TNI tidak begitu senang dengan bergulirnya berbagai agenda reformasi yang diterapkan pemerintah pimpinan Presiden Gus Dur. Belum lama ini, presiden dari Ciganjur ini membuat langkah signifikan. Yaitu, menempatkan figur sipil di pos Menhan dan menunjuk perwira tinggi dari Angkatan Laut untuk pos panglima TNI. Biasanya, pos yang satu ini jatah Angkatan Darat. Menurut BBC, dipercaya secara luas bahwa hubungan antara presiden dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto tak begitu bagus. Sumber-sumber di pemerintahan mengungkapkan, Presiden Gus Dur tidak mempercayai Wiranto dan menginginkan jenderal kelahiran Yogyakarta tersebut diganti saja. Gus Dur mengurungkan langkah tersebut karena khawatir dinilai provokatif. Hubungan militer dengan presiden menjadi kian sulit karena sejumlah perwira militer menghadapi pemeriksaan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Yaitu, pemeriksaan oleh KPP HAM berkaitan dengan bencana kemanusiaan di Timtim. Sebentar lagi, mungkin, ada KPP HAM Aceh. Wiranto sendiri telah diperiksa anggota KPP HAM Timtim. Karena alasan-alasan ini, kekhawatiran bahwa militer akan mengambil alih kekuasaan muncul. Tersiar pula, berbagai kerusuhan berbau SARA di Maluku dan Lombok sengaja diciptakan untuk menggoyang pemerintah. Penggoyangan terhadap pemerintah ini, tampaknya, dilakukan pensiunan perwira militer yang bertugas selama rezim Soeharto. Pengamat sosial Dr Thamrin Amal Tomagola mengatakan, terlepas dari masalah ketidakadilan sosial politik, konflik Maluku merupakan wadah perseteruan antara Orba dan gerakan prodemokrasi. Dia percaya kerusuhan ini telah dimanipulasi orang-orang Soeharto, militer, atau keduanya. "Soalnya, tragedi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia memberikan keuntungan-keuntungan tertentu bagi militer. Misalnya, mereka bisa membeli waktu," ujar Thamrin. Sehingga pendukung rezim Orba di tubuh militer dan di pemerintah bisa melakukan konsolidasi atas menguatnya tekanan yang dilakukan kelompok prodemokrasi. Keuntungan kedua, lanjut Thamrin, karena tragedi tersebut, mereka mempunyai alasan untuk mengirim lebih banyak tentara ke daerah tersebut. Dampaknya, militer mendapatkan kontrol atas daerah itu. Menurut Dr Peter Carey dari Oxford University, kelompok Kristen merasa TNI AD memihak kelompok muslim. Maluku adalah wilayah yang masuk daerah teritorial Kodam Trikora. Saat kerusuhan berbau SARA meledak di Maluku, TNI mengirim sebagian besar tentara dari Ujungpandang yang mayoritas beragama Islam. Inilah yang membuat kelompok Kristen merasa bahwa militer berpihak. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jan 2000 jam 02:31:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
