---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, Senin, 24 Januari 2000 Dukungan Internasional Indikasi Kepercayaan pada Pemerintah Jakarta, Kompas Mengalirnya dukungan moril dan materiil internasional menunjukkan kepercayaan internasional pada pemerintahan baru Indonesia, pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati Soekarnoputri. Dunia internasional juga meyakini prospek besar perekonomian Indonesia. Sementara itu AS menegaskan lagi dukungannya pada Indonesia. Menurut ekonom dari Universitas Indonesia, Anton H Gunawan-juga Wakil Kepala Bidang Riset Ekonomi Makro di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE-UI, ada dua aspek yang bisa dilihat dari dukungan itu. Dia mengomentari dukungan dana dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap Indonesia. "Aspek pertama, tingginya kepercayaan negara-negara tersebut terhadap sosok dan kinerja kepemimpinan dan pemerintahan sekarang ini yang legitimate, reformis dan demokratis," ujarnya. Sedangkan aspek kedua, optimisme terhadap prospek perekonomiannya, yang bukan hanya dilihat dari kekayaan alam dan potensinya saja, tetapi juga cara penanganannya. "Tindakan pemerintah yang tidak begitu saja membatalkan kontrak dan membawanya langsung ke pengadilan seperti halnya kasus PLN, merupakan bentuk dan cara penanganan yang menumbuhkan kepercayaan investor asing," tambahnya. "Jangan lupa, dukungan itu sangat penting terutama soal dampaknya terhadap pemulihan keyakinan luar terhadap perekonomian dan pemerintah Indonesia. Jika tidak ada dukungan materil dari luar, bagaimana pemerintah menggerakkan perekonomian sekarang ini," katanya. Kini pemerintah jelas mempunyai kendala anggaran, dan tidak bisa mengandalkan penerimaan domestik, yang seharusnya bisa tumbuh. Sektor swastanya juga kesulitan, perbankan macet. BUMN juga tidak bisa diharapkan. "Dukungan internasional itu akan membangkitkan gairah bagi ekonomi. Jika tidak dari asing dari mana lagi stimulus bagi ekonomi." RAPBN tahun 2000 sendiri tidak memberikan stimulus yang besar bagi sektor domestik. Dari angka-angka yang ditampilkan, banyak dana yang digunakan untuk membayar utang, sehingga anggaran defisit sampai Rp 45 trilyun. Tegaskan Di Tokyo usai mengakhiri pertemuan pejabat keuangan kelompok G-7 (Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Kanada, dan AS), Menkeu AS, Lawrence H Summers, menegaskan lagi dukungan AS pada Indonesia. Dia mengatakan itu usai bertemu dengan Menkeu Jepang, Kiichi Miyazawa di pagi hari. Dikatakan, AS berdiri di belakang Presiden Abdurrahman Wahid, yang kini sedang menghadapi berbagai persoalan di dalam negeri. Gus Dur, dihadapkan pada persoalan separatisme, kerusuhan, ditambah desas-desus kudeta oleh militer. "Kami sepakat bahwa pemerintahan Indonesia yang terpilih secara demokratis untuk pertama kalinya, akan memberikan kesempatan penting dan begitu besar untuk Indonesia, dan Asia," ujarnya. "Kami pun menyadari adanya tantangan politis di Indonesia untuk menjalankan program reformasi secara efektif." "Oleh karena itu kami sepakat untuk kepentingan dua negara, akan melakukan apa pun yang bisa diperbuat untuk mendukung Presiden Abdurrahman Wahid dan mendukung program reformasi ekonomi di Indonesia," kata Summers. (har/mon/Reuters/AFP) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jan 2000 jam 04:03:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
