----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Republika, 21 Januari 2000

Sedih Aku Lihat Mataram
Oleh Zaim Uchrowi

Geram betul hati ini melihat kasus Maluku tak segera
terselesaikan. Harkat kemanusiaan diinjak-injak.
Saudara-saudara kita yang tak berdosa dibantai.
Peradaban diluluhlantakkan. Lalu, kalangan pemerintah
lebih memandangnya 'cuma sebagai sebuah kasus'.
Padahal, nyawa saudara-saudara kita itu mungkin
melayang setiap detik setelah tubuh mereka
disayat-sayat.

Maka, sangat dapat dipahami bila hati ini kemudian
bergolak. Sangat dapat dimengerti bila di berbagai tempat
muncul kepedulian atas nasib mereka yang kurang
dipedulikan penguasa. Seperti halnya apel 'sejuta umat' di
Jakarta menjelang Lebaran.

Tanpa aksi-aksi damai tersebut, besar kemungkinan
kasus Maluku akan dianggap kecil belaka. Kematian
ribuan orang dianggap sekadar angka statistik. Religious
cleansing --salah satu bentuk pelanggaran HAM terburuk--
cuma dianggap sebagai kerusuhan massa biasa.

Dengan sepenuh hati saya mendukung agar aksi damai
terus dilakukan tanpa henti. Di manapun. Kapan pun.
Saya mendukung agar kepedulian atas nasib warga
Maluku terus digalang. Sampai persoalan tersebut
benar-benar tuntas. Lalu, para pelanggar HAM ditindak
tegas. Siapa pun mereka, apa pun pangkatnya, bahkan
juga apa pun agamanya.

Maka, saya menaruh hormat sedalam-dalamnya pada
penyelenggara Tablig Akbar di Mataram. Mereka telah
menumbuhkan kepedulian besar masyarakat Mataram
pada nasib saudara kita di Maluku. Mereka telah
menumbuhkan semangat jihad --semangat yang paling
suci-- di hati masyarakat.

Jihad adalah tindakan nyata untuk menyelesaikan kasus
tersebut setuntas-tuntasnya. Jihad adalah
mempertaruhkan nyawa sendiri untuk melindungi jiwa
para tertindas. Jihad adalah menerjunkan diri dalam
kerja kemanusiaan secara langsung. Jihad adalah
mendesak pemerintah sehingga turun tangan dengan
bijak. Jihad adalah mengumpulkan dana buat para korban
yang dijarah harkat kemanusiaannya. Jihad adalah
berdoa sungguh-sungguh, bahkan di dalam sunyi, agar
Allah memberikan jalan keluar yang terhormat Di
Mataram, kisah lama tentang umat Islam terjadi. Massa
besar itu dikipas agar marah. Padahal, kemarahan jelas
bertentangan dengan jihad. Jihad adalah tindakan nyata
dengan hati jernih dan kepala dingin. Tak ada tempat
buat kemarahan tanpa kendali.

Di Mataram, sang pengipas atau penyusup itu tertawa
lebar. Mereka berhasil memancing kemarahan massa.
Lalu, dibakarilah gereja-gereja. Masyarakat terjebak
untuk memilih 'jalan mereka', jalan bukan Islam. Main
bakar, main rusak.

Rekayasa buat menyudutkan Islam itu pernah
berlangsung lama. Di antaranya pada kasus Komando
Jihad beberapa tahun silam. Kasus Maluku dimanfaatkan
betul buat menyeret umat seperti pada era Benny
Moerdani. Dipancing kemarahannya, dijebak, dituding,
kemudian dihancurkan.

Sudah saatnya umat kembali pada 'jalan Islam'
sebagaimana nama Islam yang berarti 'selamat'. Jalan
yang menjaga kedamaian. Jalan yang sepenuhnya
melindungi gereja --yang sebagaimana halnya masjid--
juga merupakan rumah tempat Tuhan diagungkan.

Jalan Islam adalah melindungi seluruh masyarakat.
Umat Kristen dan Yahudi sekalipun. Jalan Islam
bertindak tegas hanya pada mereka perusak tatanan
masyarakat. Provokasi umat lain harus tak membuat kita
terpancing marah. Meskipun itu berwujud pembangunan
rumah ibadah liar. Ada banyak jalan damai yang dapat
dilakukan untuk menanggapinya. Ada yang dengan
menurunkan gentingnya secara tertib. Atau menggembok
dan memagarnya rapat-rapat.

Mari kembali ke Jalan Islam yang damai dan tegas
saudaraku, seperti yang ditunjukkan Rasulullah
Muhammad saw.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 2000 jam 06:01:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke