----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 28 Januari 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

GUS DUR BERUSAHA CABUT WAWASAN NUSANTARA ABRI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Presiden Gus Dur, Menko Polkam Wiranto dan Panglima TNI
Widodo AS.

LAHIRNYA DWIFUNGSI DAN WAWASAN NUSANTARA ABRI

Dwifungsi ABRI lahir dari Seminar Hankam I yang berlangsung dari tanggal
12 sampai dengan tanggal 21 November 1966. Dimana rumusan hasil Seminar
Hankam I kemudian disempurnakan melalui rapat kerja Hankam dalam bulan
Nopember 1967. Dalam rapat kerja Hankam 1967 itu ditentukan bahwa ABRI
menganut Wawasan Nusantara.

Wawasan ini bukan merupakan wawan Hankamnas saja, tetapi merupakan juga
wawasan Nasional. Dimana Wawasan Nusantara ini tidak menonjolkan salah
satu kepentingan bidang perjuangan saja, melainkan semua bidang
perjuangan, politik, ekonomi, sosial-budaya dan Hankam mempunyai
hubungan erat satu sama lain di dalam perjuangan nasional.

Kemudian dalam Keputusan Presiden No 79/1969 menyatakan bahwa ABRI
merupakan inti kekuatan Hankamnas yang sekaligus merupakan kekuatan
sosial yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan Hankamnas.

Disusul oleh Surat Keputusan Presiden No. 7 Tahun 1974 tentang
Penyempurnaan Keputusan Presiden No 79/1969 yang antara lain menetapkan
penggantian penyebutan angkatan, masing-masing menjadi TNI-AD, TNI-AL,
TNI-AU dan POLRI. (Sekretariat Negara RI, 30 Tahun Indonesia Merdeka
1965-1973, cetakan ke 7 tahun 1986).

SELAYANG ASAL MULA TNI/POLRI

TNI/POLRI yang asalnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang lahir pada
tanggal 5 Oktober 1945 dengan bunyi maklumat yang sangat singkat: "Untuk
memperkuat perasaan keamanan umum, maka diadakan satu Tentara Keamanan
Rakyat. Jakarta, 5 Oktober 1945. Presiden Republik Indonesia. Soekarno".

Dalam konferensi TKR di Yogyakarta pada tanggal 12 November 1945 Kolonel
Soedirman, Panglima Divisi V/Banyumas dipilih menjadi Pimpinan Tertinggi
TKR dan Oerip Soemohardjo dipilih sebagai Kepala Staf.

Pada tanggal 18 Desember 1945 Kolonel Soedirman diangkat sebagai
Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal. Sebagai Kepala Staf  TKR
diangkat Oerip Soemohardjo dengan pangkat Letnan Jenderal.

Tanggal 25 Januari 1946 TKR diubah namanya menjadi TRI (Tentara Republik
Indonesia. Kemudian tanggal 9 April 1946 lahir TRI-AU. Lalu tanggal 1
Juli 1946 lahir Kepolisian Negara.

Pada tanggal 3 Juni 1947 semua kesatuan yang ada dalam TRI diubah
menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia), dimana Jenderal Soedirman
ditunjuk sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. (Sekretariat Negara RI,
30 Tahun Indonesia Merdeka 1945-1949, cetakan ke 7 tahun 1986).

Tanggal 29 Januari 1967 lahir Akademi Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia yang berpusat di Magelang, Surabaya, Yogyakarta dan di
Sukabumi.

GUS DUR PERLAHAN LEPASKAN TNI/POLRI DARI POLITIK

Gus Dur menyadari bahwa ABRI sudah berurat-berakar dalam masyarakat
sebagai hasil ciptaan dan binaan Soeharto dengan dwifungsi ABRI-nya.

Adanya kesadaran dari sebagian besar masyarakat untuk mengembalikan ABRI
kepada tujuan asalnya yaitu "untuk memperkuat perasaan keamanan umum"
sebagaimana yang tercantum dalam bunyi maklumat singkat pembentukan TKR
tanggal 5 Oktober 1945, menjadikan Gus Dur sadar bahwa ABRI yang ada
sekarang sudah menyimpang dari tujuan asalnya.

Karena itu apabila ada usaha-usaha dari sebagian besar rakyat untuk
meluruskan kembali ABRI dan membuka kedok tindakan oknum-oknum ABRI yang
menyimpang, maka Gus Dur membuka pintu cukup lebar.

Sebagian langkah politik-buka-pintu-ABRI-nya Gus Dur adalah mensipilkan
anggota Kabinet dari TNI melalui jalan memberikan pensiun kepada mereka
apabila mau tetap duduk dalam Kabinet Gus Dur-Mega. Dalam waktu dekat
empat orang anggota Kabinet dari TNI akan dipensiunkan.

Membiarkan dan memberikan lampu hijau kepada pihak-pihak yang ingin
membawa oknum-oknum TNI yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi
manusia dan kejahatan perang kedepan Mahkamah Internasional.

Melarang menjadikan institusi TNI sebagai tempat perlindungan dan
permintaan tolong. Apabila ada oknum TNI yang menyimpang harus diadili
tanpa TNI memberikan bantuan mencarikan pembela.

GUS DUR MASIH TETAP GUNAKAN TNI SEBAGAI UJUNG PISAU POLITIKNYA

Salah satu contoh politik ujung-pisau-TNI-nya Gus Dur adalah disatu
pihak Gus Dur, ketika membuka pelabuhan bebas Sabang, Aceh, Selasa, 25
Januari 2000 menyeru: "Agar pembangunan di Aceh berjalan dengan baik,
maka pemerintah menilai permasalahan dan konflik di Aceh harus segera
diselesaikan secara tuntas".

Sedangkan dipihak lain, Gus Dur tetap menggunakan TNI di Aceh sebagai
ujung pisau untuk menumpas habis rakyat Aceh yang dianggap "masih ingin
memecah belah persatuan, masih ingin menggunakan kekerasan untuk memaksa
kehendak, masih ingin membelokkan rakyat Aceh dari keinginan berkiprah
secara baik". ( http://www.analisadaily.com/utama2.htm ).

TAKTIK POLITIK ACEH-NYA GUS DUR BERI, RANGKUL, PECAH-BELAH DAN PUKUL

Dengan tujuan untuk memberikan pemasukan sumber ekonomi dan sumber
tenaga kerja kepada rakyat Aceh salah satunya membuka kembali pelabuhan
bebas Sabang. Tetapi dilain pihak Gus Dur terus dengan gencar memecah
belah masyarakat Aceh dan menggunakan pisau TNI-nya untuk menyayat
bersih mereka yang ingin menentukan nasibnya sendiri.

Itu suatu usaha yang dobel moral dari Gus Dur.

Inilah sedikit tanggapan untuk Presiden Gus Dur, Menko Polkam Wiranto
dan Panglima TNI Widodo AS.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 00:06:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke