----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 20 Januari 2000

JATI DIRI BHAYANGKARI NEGARA

Sepanjang aktifitas Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) masih
leluasa bergerak, maka dapat dipastikan pemulihan keamanan tidak
akan terujud. Di satu sisi kebijakan penarikan TNI non-organik
Kodam I/Bukit Barisan beberapa waktu yang lalu berdampak kondusif
bagi pemulangan para pengungsi ke kampung halamannya. Di sisi
lain merupakan peluang bagi AGAM untuk menguasai desa dan
kecamatan untuk kepentingan pembinaan masyarakat guna mendukung
tujuan mendirikan Aceh merdeka.

Penyergapan terhadap sarang AGAM oleh aparat keamanan (TNI/Polri)
di dua tempat yaitu di Gunung Glee Jimjim, Aceh Pidie dan daerah
Sidomulyo, Aceh Utara pada minggu malam 16 Januari 2000 sangat
tepat, paling tidak TNI dan Polri menampakkan jati dirinya
sebagai bhayangkari negara, yang setiap saat siap menghadapi
gerakan separatis yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

TNI dan Polri seyogianya tegas dan proporsional dalam menangani
gerakan pengacau keamanan di seluruh wilayah tanah air. Setelah
cara dialog yang berulangkali tidak membuahkan hasil, berarti
AGAM benar-benar ingin menantang TNI dan Polri scara fisik.
Tindakan TNI dan Polri harus profesional dalam arti agar tidak
melanggar hak azasi terhadap rakyat yang memang bukan anggota
AGAM, dengan demikian aparat intel TNI dan Polri harus cermat dan
teliti dalam mencari dan mengolah data intelijen yang ditemukan.

Ide referendum untuk merdeka sebenarnya bukan ide murni rakyat
Aceh, melainkan ide pada elit GAM, baik di dalam maupun di luar
negeri. Tuntutan rakyat Aceh yang paling mendasar adalah keadilan
dalam bidang politik, hukum, ekonomi dan sosial budaya.

Tanpa yekanan secara fisik oleh TNI dan Polri terhadap GAM, maka
gerakan separatis akan semakin besar, karena didukung oleh
masyarakat yang berhasil dibinanya melalui janji-janji kosong.
Dimanapun di dunia ini gerakan separatis senantiasa ditentang,
termasuk di Amerika sendiri sebagai kampiumnya demokrasi. Jangan
sampai lagi terjadi ada pelepasan suatu wilayah dari wilayah
nasional, karena sangat menyakitkan.

Dukungan terhadap tekanan fisik oleh TNI dan Polri terhadap AGAM
seyogianya datang dari banyak pihak. Sikap tegas dan proporsional
TNI dan Polri seyogianya berlaku dimana saja agar dapat meredam
gejolak nasional yang mengarah anarkhis. Ancaman disintegrasi
bangsa sangat mungkin terjadi, bila TNI dan Polri tidak mau
bertindak tegas, rakyat Indonesia pasti mendukung sikap tegas TNI
dan Polri dalam meredam gejolak nasional yang bernuansa anarkhis
sebagaimana yang marak akhir-akhir ini.

Drs. Moch Kisa
Jalan Patimura, Bandung

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jan 2000 jam 06:16:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke