---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 27 Januari 2000 15:10 UTC ** WARTAWAN BELANDA SANDER THOENES DITEMBAK DARI DEKAT ** PENJAGAAN PERBATASAN TIMOR BARAN DAN TIMOR TIMUR DIPERKETAT ** RANGKAIAN PROTES DI INDONESIA ** LEDAKAN BOM DI SRI LANKA ** MIRKO SAROVIC JADI PRESIDEN REPUBLIKA SREPSKA ** PENYELIDIKAN HILANGNYA BEN BARKA DIBUKA KEMBALI ** BISA TERJADI KRISIS POLITIK LAGI DI IRLANDIA UTARA ** SKANDAL PARTAI DI JERMAN MEREMBET ** BENTROK ANTARA SUPIR TAKSI DENGAN PASUKAN ANTI HURU HARI DI AMSTERDAM ** TOPIK GEMA WARTA: MANTAN DIKTATOR CAD, HISSEIN HABRE, BAKAL JADI PINOCHETNYA AFRIKA ** TOPIK GEMA WARTA BENARKAH MASSA PDI-P SUDAH BERKURANG? * WARTAWAN BELANDA SANDER THOENES DITEMBAK DARI DEKAT Dalam laporan pemeriksaan tim Australia dipastikan bahwa wartawan Belanda Sander Thoenes yang tewas di Timor Timur September lalu ditembak dari dekat. Ketika Sander Thoenes dibonceng dengan ojek memasuki salah satu daerah di luar Dili, mereka dihadang tiga pengendara sepeda motor berseragam tentara Indonesia. Menurut penyidikan, penembakan dilakukan oleh tentara Indonesia dari batalyon ke 745 yang sedang mundur ke Timor Barat. Kehakiman Australia tidak mengadakan penyidikan sendiri, karena hal ini dilakukan oleh pasukan internasional dan polisi Belanda. * PENJAGAAN PERBATASAN TIMOR BARAN DAN TIMOR TIMUR DIPERKETAT Pasukan-pasukan Indonesia di Timor Barat memperketat penjagaan perbatasan dengan Timor Timur di daerah kantong Oecussi. Peningkatan penjagaan ini dilakukan untuk mencegah satuan-satuan pro Indonesia masuk ke Timor Timur. Hal itu telah berulang kali terjadi. Peningkatan penjagaan ini disanggupi oleh Jenderal Kiki Syahnakri dalam pembicaraan dengan perwira-perwira Australia. Oecussi terletak di pantai utara dan berbatasan di tiga tempat dengan Timor Barat. Pimpinan pasukan Indonesia juga berjanji akan mengadakan penyelidikan terhadap Moko Soares yang diduga melakukan serangan-serangan di Timor Timur. * Di berbagai tempat di Indonesia berlangsung protes damai untuk menunjukkan keresahan masyarakat terhadap kegagalan pemerintah hingga saat ini dalam mengatasi kekerasan. Di Banda Aceh lebih dari seribu mahasiswa turun ke jalan menuntut berakhirnya kekerasan yang sudah berlangsung beberapa bulan di sana. Di Riau polisi melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata pada ratusan mahasiswa yang protes di kantor perusahaan minyak Caltex. Jurubicara Caltex di Pekanbaru mengatakan para mahasiwa hendak menujukkan pentingnya propinsi yang kaya akan sumber daya alam ini bagi Jakarta. Para mahasiswa meminta agar Caltex menghentikan produksi minyak selama tiga hari untuk membuktikan pada Jakara, besar sumbangan kekayaan Riau pada negara. Demikian dikatakan oleh Poedyo Oetomo, jurubicara Caltex. Di Surabaya sekitar lima ratus buruh protes menuntut gaji yang lebih tinggi. Demonstrasi ini berjalan damai. Di Jakarta ribuan pendukung Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahun PDI-P. * Paling kurang 10 orang tewas akibat ledakan bom yang terjadi di sebuah kantor pos di bagian utara Sri Lanka. Puluhan terluka, di antaranya beberapa tentara. Ledakan ini terjadi di Vavuniya, sekitar 200 kilometer dari ibu kota Kolombo. Di Vavuniya ini terdapat salah satu pangkalan tentara terbesar. Bulan lalu terjadi tiga kali serangan bom di Sri Lanka. Jumlah korban jiwa sekitar 50 dan 200 orang terluka, di antaranya adalah Presiden Chandrika Kumaratunga. Diduga serangan-serangan itu dilakukan oleh Gerakan Macan Tamil. * Parlemen Republika Srpska, ini adalah bagian Serbia dari Bosnia, mengangkat Wakil Presiden Mirko Sarovic menjadi presiden.Sarovic yang dikenal sebagai penganut garis keras tidak saja didukung oleh partainya sendiri, yaitu partai yang pro Serbia, melainkan juga didukung oleh koalisi Islam. Selama sepuluh bulan Republika Srpska tidak mempunyai kepala negara, karena Presiden Nikola Poplasen dipecat oleh Carlos Westensdorp, utusan tertinggi Masyarakat Internasional di Bosnia. Alasan pemecatan itu adalah karena Poplasen tidak mematuhi penerapan perjanjian Dayton mengenai perdamaian di Bosnia. Kantor Perwakilan Masyarakat Internasional Westendorp menganggap kepresidenan Sarovic tidak absah dan merongrong perjanjian perdamaian Dayton. * Kasus penyeldikan hilangnya pemimpin oposisi Maroko Medi Ben Barka di Paris pada tahun 1965 dibuka kembali. Jaksa Penyidik Prancis mengajukan permohonan pemberian informasi pada Maroko mengenai empat warga Prancis yang terlibat dalam kasus hilangnya pemimpin oposisi Maroko ini. Di tahun 60an Ben Barka adalah salah satu tokoh utama yang menentang Raja Hassan II. Ketika dalam proses pengadilan in absentia ia divonnis hukuman mati, Prancis memberinya suaka. Pada tahun 1965 Ben Barka diculik. Diduga ia dianiaya dan mayatnya tidak pernah diketemukan. Setelah itu empat warga Prancis ini berangkat ke Maroko, dan merekapun menghilang pada tahun 70an. Kasus ini dibuka kembali setelah dinas rahasia Prancis pada awal Januari mempublikasikan berkas-berkas mengenai hilangnya Ben Barka. Ada dugaan keterlibatan beberapa anggota dinas rahasia dengan menghilangnya tokoh oposisi ini. * Di Inggris, Perdana Menteri Tony Blair mendesak agar IRA secapat mungkin menyerahkan senjata mereka, untuk mencegah terjadinya krisis politik di Irlandia Utara. Kaum Unionist Protestan sudah mengancam akan keluar dari pemerintahan Irlandia Utara yang baru bila IRA tidak dilucuti senjatanya dalam waktu beberapa minggu ini. Perlucutan senjata itu sudah disepakati pada Perjanjian Jumat Agung tahun 1998. Harian Inggris Daily Telegraph menulis, bahwa pemerintah Inggris memperhitungkan kemungkinan otonomi Irlandia Utara dalam waktu dua bulan harus dibatalkan bila kaum Protestan betul-betul keluar dari pemerintah. * SKANDAL PARTAI DI JERMAN MEREMBET Menyusul skandal dalam partai Kristen Demokrat CDU di Jerman, terbongkar pula skandal dalam partai Sosial Demokrat SPD pimpinan Kanselir Jerman Gerhard Schoder. Skandal yang terbongkar ini terjadi di negara bagian Nordrhein Westfalen. Ternyata di masa lalu tokoh-tokoh partai mengadakan perjalanan udara atas biaya WestLand Bank. Di antara mereka adalah menteri Keuangan Heinz Schlusser. Karena keterangannya sendiri yang saling berlawanan ia kemudian meletakkan jabatan hari Rabu malam kemarin. Menurut perkiraan skandal ini akan berdampak nasional. Dikatakan bahwa Presiden Jerman Johannes Rau, yang dulu pernah menjabat perdana menteri negara bagian Nordrhein Westfalen, juga terbang atas biaya bank sama. Terbongkarnya skandal ini sangat mencelakan SPD, karena 14 Mei akan diselenggarakan pemilihan negara bagian. * Di Amsterdam terjadi bentrokan sengit antara supir-supir taksi yang mengamuk lawan pasukan anti huru hara. Satu orang terluka. 16 orang supir taksi ditahan dan lima buah taksi disita. Para pengemudi taksi ini memprotes peraturan baru mengenai pengelolaan taksi. Dengan peraturan baru ini lebih mudah membuka perusahaan taksi. Beberapa ratus pengemudi taksi berangkat dari setasiun kereta api Amsterdam ke pusat kota. Mereka kemudian menyerbu kantor polisi yang terletak di pusat kota, karena di sana ada beberapa rekan mereka yang ditahan dengan alasan memiliki senjata tajam. Pasukan anti huru hara kemudian mengepung kantor polisi ini dan dengan kekerasan membubarkan barisan para pengemudi taksi. * MANTAN DIKTATOR CAD, HISSEIN HABRE, BAKAL JADI PINOCHETNYA AFRIKA Afrika juga punya Pinochetnya sendiri, yaitu mantan presiden Caad, Hissein Habre. Menurut tujuh organisasi HAM Eropa dan Afrika, termasuk Human Rights Watch, Habre harus diadili, karena ketika berkuasa sebagai presiden antara 1982-1990 banyak melangggar hak asasi manusia. Atas nama para korban, organisasi-organisasi HAM itu meminta Senegal untuk menangkap Habre dan mengadilinya. Setelah disingkirkan, Habre ditawari suaka di Senegal. Berikut ulasan redaktur Afrika Pieternel Gruppen. Habre dulu memerintah sebagai diktator tulen, kasar dan tanpa rasa kasihan. Dia tak segan-segan menangkapi dan membunuhi musuh-musuh politiknya. Orang-orang yang tidak sependapat dengan dia, baik dari sukunya sendiri maupun dari suku lain, juga menjadi korban. Metoda penyiksaanya pun sangat mengerikan. Ia menciptakan metoda penyiksaan di mana kaki dan tangan seorang napi diikat sedemikian rupa, sehingga lumpuh. Jumlah persis korban yang dibunuh oleh pemerintahan Habre, tidak diketahui. Menurut, Komisi Kebenaran yang dibentuk pada 1990 setelah perubahan pemerintahan, jumlah korban pembunuhan politik 40.000 orang dan jumlah kasus penyiksaan 200.000. Orang yang banyak melakukan penyiksaan harus dipenjarakan, demikian pendapat tujuh organisasi hak asasi manusia dari Eropa dan Afrika tadi. Atas permohonan para korban, organisasi-organisasi itu meminta Senegal agar menangkap dan mengadili Habre secepat mungkin. Ini untuk pertama kalinya para korban pelanggaran ham Afrika pergi ke mahkamah Afrika di negara lain untuk mencari keadilan, tegas Reed Brody dari Human Rights Watch. Tindak kejahatan Habre sebenarnya sudah lama diketahui. Tapi kasusnya baru muncul sekarang. Menurut Stephen Ellis, dari Pusat Studi Afrika, ini ada kaitannya dengan kasus Pinochet. Ia melihat ada kesamaannya. Pinochet ditangkap di Inggris pada 1998 atas permintaan Spanyol. Secara yuridis para korban Cad menginginkan tuntutan yang sama seperti yang diajukan Kejaksaan Spanyol terhadap Pinochet. Meski antara Pinochet dan Habre ada perbedaan pribadi, namun kedua-duanya sama dituduh melanggar ham secara besar-besaran. Namun masih belum jelas apakah Senegal akan mengadili Habre. Kalau Habre divonis, maka lempanglah jalan untuk mengadili mantan-mantan diktator Afrika lainnya seperti Idi Amin dari Uganda, Mengistu dari Ethiopia. Seperti Habre, tangan kedua orang ini juga berlumuran darah. * BENARKAH MASSA PDI-P SUDAH BERKURANG? Ketika ditanya soal kemungkinan kudeta, apa reaksi Gus Dur? "Mereka tidak berani", kata Gus Dur mengomentari perwira-perwira yang sebelumnya berusaha untuk melakukan kudeta. Kemarin pun Gus Dur memensiunkan Wiranto dari TNI. Wiranto dipensiun dini bersamaan dengan tiga perwira lainnya. Tetapi masyarakat politik di ibukota masih terus bertanya-tanya apakah pemerintahan Gus Dur- Mega itu sudah benar-benar aman? Rekan Syahrir melaporkan dari Jakarta: Pertanyaan ini wajar jika diingat bahwa Pangkostrad Djaja Suparman yang mengomandani 33 batalyon di Kostrad tidak jadi diganti. Demikian pula dengan Pangdam Siliwangi Mayjen Slamet Supriyadi yang meski didesak Gus Dur untuk diberhentikan, masih saja duduk di markas Kodam Siliwangi Bandung. Apa yang diisyukan koran-koran tampaknya meleset. Presiden Abdurrahman Wahid sendiri hari Kamis kemarin di depan puluhan ribu massa PDI-Perjuangan yang sedang merayakan HUT ke 27 partai tersebut menyatakan, selama ia di luar negeri, pengendalian negara diserahkan kepada Wakil Presiden Megawati. Ia pun meminta kewaspadaan warga PDI-Perjuangan dan berharap mereka menjaga negara. Gus Dur berpidato setelah memperoleh laporan bahwa di Yogyakarta ada provokator-provokator yang menaruh bom dan melemparkan bom molotov ke dalam Mesjid Agung hari Rabu malam. Ketika kepadanya ditanyakan apakah ia tidak khawatir dengan kemungkinan usaha kudeta selama ia berada di luar negeri, Gus Dur dengan tegas mengatakan "Saya tidak kuatir. Saya akan tinggalkan Indonesia dengan tenang". Dijelaskannya pula sejumlah perwira tinggi itu tidak didukung para prajurit. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa para perwira itu di depannya mengatakan setia tetapi di belakangnya bersikap lain. Gus Dur juga yakin bahwa "mereka tidak berani." Mengenai peletakkan bom rakitan di Masjid Agung Yogyakarta, Gus Dur menjelaskan ia telah memerintahkan aparat agar menangkap para penggeraknya, baik dengan bukti maupun tanpa bukti. Menurut suatu sumber kemungkinan besar Gus Dur kembali akan berbicara dengan Mantan Pangkostrad Prabowo Subianto dalam perjalanannya ke luar negeri. Di dalam negeri dewasa ini hampir semua perwira yang pernah dekat dengan Prabowo mendukung Gus Dur. Selain mendapat dukungan KSAD Jenderal Tyasno Sudarto, Kaster Letjen Agus Wijaya, Pangdam Jaya Ryamizard Ryacudu, Pangdam Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah, Danjen Kopasus Mayjen Syahrir, Gus Dur juga didukung beberapa perwira Kostrad, baik di Divisi Satu maupun dua. Soal dukungan ALRI dan AURI, sejak awalnya sudah jelas pro-Gus Dur-Mega. Namun yang lebih menarik adalah bahwa massa rakyat di ibukota akhir-akhir ini kurang begitu bersemangat melihat langkah-langkah politik Megawati. Maka itupun terlihat dari kurangnya dukungan massa pada perayaan HUT PDI-P kemarin. Padahal pihak PDI-Perjuangan selama dua pekan ini sudah sesumbar menjanjikan sekitar dua juta massa PDI-P yang akan hadir di Stadion Senayan. Nyatanya sambutan rakyat Jakarta sangat dingin. Sama halnya dengan massa Amien Rais dan Hamzah Haz cs yang sangat merosot demikian pula massa Megawati. "PDI Perjuangan sekarang sudah menjadi PDI Penguasa," kata Saleh seorang mahasiswa bekas pendukung Megawati. Seorang pengamat politik dari menjelaskan 'antusiasme rakyat pada PDIP berkurang akibat berkembangnya kekecewaan masyarakat, terutama wong cilik, atas ketidakpedulian PDI Perjuangan terhadap kehidupan mereka yang terus merosot. Kabanyakan massa berdasarkan pemantauan pers datang dari Lampung, Palembang, dan Jawa Barat. Lalulintas memang berjalan seperti biasa dan tidak ada kemacetan yang berarti di jalan-jalan protokol seperti yang biasanya terjadi pada waktu kampanye Pemilu kalau PDI-P mengerahkan massa. Tetapi kalangan PDI-P sendiri banyak mempersalahkan ketidaksiapan panitia. Kenyataannya memang massa PDI-Perjuangan yang menjadi salah satu andalan Gus Dur tidak mampu melebihi jumlah peserta aksi sejuta massa di lapangan Monas sehari sebelum Lebaran lalu. Dari kenyataan ini para pemimpin partai politik besar perlu menarik pelajaran daripadanya. Bahwa ternyata ada massa mengambang yang sewaktu-waktu dapat menarik dukungan mereka kepada salah satu partai jika pimpinan partai tersebut tidak konsisten pada janji-janjinya terutama dalam memberantas kemiskinan dan penegakkan hukum yang mencakup pengadilan terhadap pengusaha-pengusaha dan pejabat-pejabat rejim lama. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 07:46:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
