----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 26 Januari 2000 15:10 UTC

** GUS DUR OPTIMIS ACEH BISA DAMAI DALAM BEBERAPA BULAN LAGI SEMENTARA MEGAWATI IMBAU 
MALUKU SUPAYA RUJUK

** CINA BICARAKAN KEANGGOTAANNYA PADA WTO DI BRUSSEL

** PAKISTAN GELAR PENGADILAN TERHADAP MANTAN PERDANA MENTERI NAWAZ SHARIF

** HUKUMAN DUSKO TADIC DIPERINGAN

** TOPIK GEMA WARTA: 100 HARI ABDURRAHMAN WAHID SEBAGAI PRESIDEN R.I.

** TOPIK GEMA WARTA: WALAU SUDAH DIPENSIUN WIRANTO NAMPAKNYA TIDAK AKAN DIPECAT

* Jumlah korban tewas akibat kekerasan yang melanda Maluku empat
minggu belakangan dua kali lipat katimbang diduga sebelumnya. Menurut
data resmi jumlah korban tewas adalah 1600 jiwa. Warga kristen dan
muslim yang bertikai membumihanguskan 9000 gedung, di antaranya
ratusan mesjid dan gereja.  Roda perekonomian Maluku macet total,
demikian pernyataan Gubernur Maluku Saleh Latuconsina kepada Wakil
Presiden Megawati Soekarnoputri.  Pada kunjungannya di Maluku, Wapres
Megawati bertemu dengan tokoh-tokoh agama. Ia berseru kepada rakyat
agar rujuk.  Pada kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Aceh,
Selasa kemarin, sembilan orang dikabarkan tewas akibat kekerasan. Hal
ini diumumkan pihak keamanan hari ini. Gus Dur hanya mengunjungi
pulau Weh, di Aceh Utara. Presiden berharap keadaan di Aceh bisa
kembali damai dalam beberapa bulan lagi. Tetapi Gus Dur tidak
menyinggung soal penyelesaian kekerasan.

* Untuk ketiga kalinya selama tiga hari berturut-turut Cina
membicarakan keanggotaannya di WTO, Organisasi Perdagangan Sedunia,
dengan Uni Eropa di Brussel. Sedianya pembicaraan dijadwalkan dua
hari, tetapi karena semuanya berjalan mulus maka pembicaraan
diperpanjang. Cina yang selama 13 tahun berupaya menjadi anggota WTO,
mencapai kesepakatan dengan Amerika mengenai hal itu November lalu.
Dengan demikian maka kendala-kendala terpenting Uni Eropa telah
teratasi. Brussel kini menuntut agar Cina lebih banyak membuka pasar
telekomunikasi, wisata, perbankan dan asuransi. Apabila pembicaraan
di Brussel berhasil, maka Komisaris Eropa Pascale Lamy kemungkinan
akan bertolak ke Beijing bulan depan.

* Proses pengadilan terhadap mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz
Sharif dimulai hari ini. Oktober lalu Sharif digulingkan oleh kudeta
militer.  Ia dituduh menculik , berupaya membunuh, menggelapkan uang
dan melakukan terorisme. Apabila terbukti bersalah, maka Mantan
Perdana Menteri itu bisa dijatuhi hukuman mati. Para pembela Sharif
mengajukan permintaan penangguhan proses pengadilan. Mereka
berpendapat Mahkamah Agunglah yang harus terlebih dahulu mengambil
keputusan mengenai sebuah kasus gugatan terhadap rejim militer
Pakistan yang diajukan oleh Sharif. Mantan Perdana Menteri itu
menghendaki agar para hakim menyatakan rejim militer itu berlawanan
dengan UUD.  Sangat diragukan apakah kasus itu bisa dimenangkan
Sharif. Rejim militer pimpinan Jenderal Pervez Musharraf
memerintahkan agar para anggota Mahkamah Agung kembali mengangkat
sumpah. Hakim Agung dipecat, karena ia menolak bersumpah akan
mengabdi kepada rejim baru. Sementara ini ia telah diganti.

* SKANDAL KORUPSI DI CINA SEMAKIN MENJADI-JADI

Skandal korupsi di propinsi Cina Fujian semakin menjadi-jadi. Sejauh
ini diperkirakan barang selundupan bernilai lebih dari 10 milyar
dolar. Tetapi kemungkinan nilainya dua kali lebih tinggi. Pemeriksaan
pertama hanya memperhitungkan impor minyak. Tetapi sebuah harian di
Hongkong memberitakan penyelundupan mobil dan komputer. Pusat
skandal korupsi, yang terbesar dalam sejarah Cina, adalah pelabuhan
Xianmen di Cina Selatan. Presiden Jiang Zemin secara pribadi memimpin
tim penyelidik skandal korupsi ini. Partai komunis menentang keras
desas-desus keterlibatan pemimpin partai komunis di Beijing, Jia
Qingling.

* Tribunal Yugoslavia di Den Haag menjatuhi hukuman penjara 20 tahun
atas warga Serbia Bosnia Dusko Tadic. Tadic sebelumnya dikenai
hukuman penjara 25 tahun, tetapi ia naik banding. Ia dihukum penjara
20 tahun karena melakukan dua pembunuhan dan terlibat dalam lima
pembunuhan lain terhadap warga muslim. Kejahatan-kejahatan itu
berlangsung pada pembersihan etnik di Bosnia tahun 1992. Tadic
merupakan tertuduh pertama yang jatuh di tangan Tribunal Yugoslavia
tahun 1995.

* YUGOSLAVIA AKAN BERSIHKAN SUNGAI DONAU

Yugoslavia menyetujui pembersihan sungai Donau di dekat kota Serbia
Novi Sad. Sungai Donau sarat puing-puing dan kepingan. Akibat
pembersihan itu maka Donau kembali terbuka bagi pelayaran dalam waktu
dekat.  Aksi udara NATO di masa perang Kosovo tahun lalu,
menghancurkan tiga jembatan di dekat Novi Sad. Sepuluh negara Eropa
sangat berkepentingan dalam pelayaran di Donau. Sejauh ini Beograd
menolak membersihkan Donau, kalau Uni Eropa tidak turut menanggung
biaya pemulihan jembatan-jembatan. Sejauh ini yang disepakati adalah
dana pembersihan.

* KLIMA GAGAL AKHIRI KRISIS POLITIK AUSTRIA

Kanselir Austria Viktor Klima gagal mengakhiri krisis politik yang
melanda negeri itu selama empat bulan belakangan. Kanselir dari kubu
sosial-demokrat gagal membentuk pemerintah minoritas, sebagaimana
diminta oleh Presiden Thomas Klestil. Hari ini Klima akan melapor
kepada Presiden dan mengembalikan tugasnya. Upaya membentuk koalisi
antara partai SPO, pimpinan Klima dengan Partai Rakyat konservatif
OVP, gagal pekan lalu. Kubu konservatif kini ingin membentuk
pemerintah bersama FPO, partai populis ekstrim kanan pimpinan Jorg
Haider. OVP dan FPO melakukan pembicaraan pertama Selasa kemarin.
Mereka sepakat akan membicarakan pembentukan pemerintah baru selama
10 hari saja.

* UNICEF PERHATIKAN NASIB ANAK-ANAK YANG DICULIK PEMBANGKANG UGANDA

Organisasi PBB urusan anak-anak UNICEF, menyibukkan diri dengan nasib
54 anak yang ditahan oleh pembangkang Uganda di Sudan Selatan. Para
pembangkang yang memerangi pemerintah Uganda dari wilayah Sudan,
menculik paling sedikit 10.000 anak Uganda lima tahun belakangan.
Mereka dipergunakan sebagai serdadu anak-anak atau mengalami
pelecehan seksual. Uganda dan Sudan Desember lalu sepakat tidak akan
lagi menampung pembangkang yang saling memerangi kedua negara
tersebut. UNICEF berperan sebagai penengah dalam pemulangan anak-anak
yang diculik itu. Menurut Uganda pembangkang di Sudan masih menahan
paling sedikit 2000 anak.

* NENEK ELIAN GONZALES BISA BERTEMU CUCU DI LOKASI NETRAL

Kedua nenek seorang anak berumur enam tahun asal Kuba, Elian
Gonzales, diijinkan bertemu dengan cucunya di sebuah lokasi netral.
Hal ini ditentukan dinas imigrasi Amerika. Paman Elian yang
menampungnya, sebelumnya menolak mengantar Elian ke sebuah lokasi
netral. Ia mengundang nenek-nenek Elian mengunjunginya di rumah.
November lalu Elian tiba di Amerika Serikat. Ia selamat dari
kecelakaan kapal yang menewaskan ibunya. Ayah Elian yang menetap di
Kuba, menghendaki anaknya pulang. Masyarakat anti-komunis Kuba di
Amerika Serikat menentang kemauan ayah Elian. Kedua nenek Elian
bertolak ke Amerika untuk mendukung pemulangan cucunya ke Kuba.

* LSM-LSM HAM INTERNASIONAL HENDAKI PENANGKAPAN DAN PENGADILAN MANTAN
DIKTATOR CHAD

Berbagai lsm HAM internasional mendesak pemerintah Senegal agar
menangkap dan mengadili mantan diktator  Chad Hissene Habre. Habre
menjabat presiden Chad tahun 1982 sampai 1990.  Setelah digulingkan
ia mendapat suaka politik di Senegal. Habre dituduh bertanggungjawab
atas pembunuhan ribuan pembangkang. Para pembela sanak saudara korban
mengumpulkan bukti 97 pembunuhan berlatarbelakang politik, 142
penyiksaan dan ratusan orang yang hilang. Pemerintah Senegal
menjanjikan pemeriksaan indiependen.

* 100 HARI ABDURRAHMAN WAHID SEBAGAI PRESIDEN R.I.

Walaupun seratus hari adalah waktu yang sangat singkat untuk menilai
seorang kepala negara untuk lebih dari dua ratus juta jiwa,
Abdurrahman Wahid sudah meninggalkan citera dan kesan. Kesan pertama
dan citera ini penting karena menentukan arah Indonesia, kami
tanyakan apa pendapat Prof. Arief Budiman, guru besar kajian
Indonesia pada Melbourne University.

ARIEF BUDIMAN [AB]: Pada dasarnya Gus Dur cukup sukses ya dalam
banyak hal, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangannya, tapi
secara politis dia tampaknya cukup kuat. Yang sukses terutama adalah
image atau citra Indonesia di luar negeri, saya kira cukup baik
sekarang dengan adanya Gus Dur keliling-keliling itu. Yang masih
menjadi masalah adalah karena masalah-masalah daerah ini ya, terutama
di Maluku, di Aceh yang memang masalah sangat sukar.

Secara ekonomi juga tampaknya Gus Dur sudah mendapat kepercayaan dari
Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, sehingga bantuan-bantuan
akan diberikan dan ini sedang menstabilkan sedikit banyak ekonomi
Indonesia. Dan secara politik Gus Dur kelihatannya cukup kuat ya
meskipun dia banyak dirongrong oleh kelompok-kelompok terutama
kelompok ekstrim Islam, tetapi kelihatannya dia jauh lebih kuat dari
yang lain-lain. Dengan militerpun kelihatannya ia cukup kuat.

Jadi menurut saya angka Gus Dur cukup baik, meskipun tampaknya Gus
Dur banyak kompromi dan banyak melakukan hal-hal yang sebenarnya agak
lambat. Tetapi kelambatannya juga bisa dimaafkan karena memang
masalah yang diwariskan dari pemerintah Soeharto dan Habibie ini
memang sangat besar.

Radio Nederland [RN]: Kalau anda memberi angka pada Gus Dur sebagai
presiden antara satu dengan sepuluh, anda akan memberi berapa?

AB: Mungkin saya bisa kasih angka tujuh ya. Jadi artinya ada banyak
hal yang belum diselesaikan tapi arah yang dilakukan cukup baik
misalnya dalam menghadapi militerpun ia cukup berani mengambil
tindakan-tindakan. Dalam menghadapi kelompok Islam yang berusaha
membuat dia menjadi sandera, ya. Itu dia berani  melawan. Jadi
memang, kalau menurut saya angka tujuh pas buat Gus Dur saat ini.

RN: Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan bahwa sebetulnya nilai
tambah yang diberikan Gus Dur sebagai presiden itu tidak banyak
sampai saat ini. Misalnya pembebasan Tapol itu hanya melanjutkan
warisan Habibie.

AB: Iya, tapi ingat bahwa masalah-masalah yang banyak oleh Gus Dur
itu sehingga Gus Dur kadang-kadang menjadi lupa gitu ya. Ini
kelihatannya di meja kerja Gus Dur terlalu banyak masalah yang harus
diselesaikan, sehingga masalah-masalah lainnya jadi luput dari
konsentrasinya. Tapi misalnya sikapnya terhadap pelarian politik,
jadi mereka yang diasosiasikan dengan Partai Komunis Indonesia, yang
berada di Eropa sekarang, saya kira  sangat jelas dan tegas. Dan anda
tahu sendiri bahwa di Indonesia sikap anti-komunis masih kuat sekali,
termasuk orang yang pro-reformasi. Gus Dur berani melawan itu dengan
mengirim Yusril Ihza Mahendra. Yusril pun ternyata dari Partai Bulan
Bintang yang cukup konservatif sebenarnya, tapi dia melakukan misi
yang cukup berani dengan dukungan Gus Dur dan dia sampai diserang
sekarang di Indonesia. Jadi masalah tapol saya kira dalam hal ini
cukup baik, menurut saya. Terutama dalam hal-hal tapol komunis, dia
berani melawan arus dan saya lihat bagaimana nanti perjuangannya
nanti di dalam negeri. Yang jadi masalah di dalam negeri sebetulnya.

RN: Bagaimana menurut anda nilai tambah apa yang diberikan oleh Gus
Dur sebagai presiden terhadap kebebasan pers?

AB: Kebebasan pers saya kira berjalan dengan baik ya. Artinya,
sebenarnya kebebasan pers itu tinggal melanjutkan apa yang dilakukan
Habibie ya. Artinya Habibie begitu ia berkuasa, karena dia presiden
yang lemah, langsung dia membiarkan pers bebas. Memang kalau dia
mencegah dia makin parah lagi keadaannya. Jadi Habibie, menurut saya
memberikan kebebasan pers bukan karena konsepnya begitu, tetapi
karena selama Soeharto menekan kebebasan pers, Habibie orang penting
yang.tidak berbuat apa-apa. Tapi dalam hal Gus Dur saya kira dia
memperkuat itu, karena itu keyakinannya.

RN: Kemudian ada kritik di beberapa kalangan yang mengatakan bahwa
program kabinet ini tidak jelas sampai saat ini.

AB: Gus Dur bukan seorang yang bisa detil dalam rencana kerjanya.
Kekuatan Gus Dur adalah pada visi. Pada visi dan komitmen-komitmen
pada prinsip. Semua yang mendukung poros tengah dulu mendapat bagian.
Dan dia menamakan kabinetnya khas sekali Kabinet Persatuan Nasional.
Padahal dengan begitu dia mengorbankan team spririt dari kabinetnya
itu. Dan dia sekarang merasakan getahnya itu.

Gus Dur kelihatannya sekali memang bukan seorang birokrat. Bukan
seorang negarawan yang memang sudah ngerti masalah-masalah birokrasi.
Dia seorang intelektual sebenarnya. Dan di Indonesia itu sebenarnya
ketika Soeharto berkuasa, dia tidak menyiapkan seorang birokrat yang
bisa menggantikan dia, yang punya visi alternatif. Akibatnya adalah
Gus Dur dalam hal melakukan penterjemahan dari visi-visinya kelihatan
sekali amburadul sekali.

Bayangkan saja, begitu sebulan setelah dia membentuk kabinet, bahkan
kurang dari itu, dia sudah menteror anggota-anggota kabinetnya dengan
mengatakan ada tiga orang KKN akan dia ganti dan itu dia tidak ganti.
Itu benar-benar pemimpin yang tidak profesional, saya kira. Dalam hal
ini kelihatan sekali Gus Dur itu memang tidak punya pengalaman
birokrasi dan akibatnya dia lebih menjadi intelektual. Sehingga ada
seorang teman mengatakan Gus Dur ini presiden juga, tapi komentator
juga. Ia memberikan komentar-komentar terhadap kabinetnya sendiri.
Jelas hal itu tidak menimbulkan kekompakan. Jadi saya kira dalam hal
ini Gus Dur belajar dan sekarang dia melakukan pelangsingan
kabinetnya. Tetapi kelemahan Gus Dur adalah bahwa dia itu orangnya
akomodatif, bukan konfrontatif.

Buat saya yang mengagumkan adalah bahwa dia sebagai seorang
intelektual yang berani ngomong. Nanti mungkin sudah jadi birokrat
profesional, dia jadi presiden yang lebih baik, tapi kita kehilangan
seorang Gus Dur yang kita kenal sebagai seorang intelektual yang
berani mengemukakan pendapatnya dengan seadanya.

Demikian Prof. Arief Budiman, guru besar kajian Indonesia pada
Melbourne University di Australia.

* WALAU SUDAH DIPENSIUN WIRANTO NAMPAKNYA TIDAK AKAN DIPECAT

Menko Polkam maupun Pangkostrad  mungkin tidak jadi diganti meski
gerbong mutasi TNI akan bergulir. Tetapi Gus Dur dan
penasehat-penasehatnya serta para pemimpin partai pendukungnya,
sebagai kekuatan subyektif, diperkirakan akan kalah dengan
kekuatan-kekuatan obyektif yang besar. Laporan rekan Syahrir dari
Jakarta:

Para pengemudi taxi dan pengendara di Jakarta, pada umumnya kuatir
akan terjadi bentrokkan pada saat-saat sebelum dan sesudah HUT PDI
Perjuangan yang akan dipusatkan di Senayan Jakarta. Sementara
kalangan politik menilai acara pengerahan massa besar-besaran ini
merupakan upaya tandingan terhadap appel massa sejuta ummat yang
diadakan di lapangan Monas sehari sebelum Lebaran. Seorang bekas
pembantu Habibie mengatakan, sejak Habibie berkuasa hingga kini usaha
pengerahan massa selalu menyangkut dana yang diperlukan untuk
transportasi, konsumsi maupun uang jasa hadir. Masalahnya sekarang,
mencari uang untuk operasi di lapangan lebih seret ketimbang zamannya
Soeharto dan Habibie, katanya. Sekarang segala sesuatu amat
transparan sehingga pers dan masyarakat akan cepat mengetahui
darimana datangnya dana-dana untuk pengerahan massa. Karena itu ia
meragukan PDI-Perjuangan mampu mengerahkan satu juta masa. Amien Rais
dan Hamzah Haz saja hanya mampu memobilisasi beberapa puluh ribu
massa saja, ujarnya.

Pemuka PDI Perjuangan  Soetardjo Soerjogoeritno yang kini menjabat
Wakil Ketua DPR RI menyatakan, rencana perayaan HUT PDI-P, Kamis Sore
di Stadion Utama Senayan Jakarta dilakukan sebagai pernyataan
pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ini terutama di tengah
ancaman disintegrasi yang mengemuka akhir-akhir ini. Soetardjo
Soerjogoeritno mengakui kemungkinan aksi massa ini dimanfaatkan oleh
pihak lain yang ingin melakukan kerusuhan sudah diantisipasi
jauh-jauh hari. 'Yang jelas, katanya, orang PDI Perjuangan tidak
pernah mengacau. Kalau itu terjadi pasti ada pihak ketiga', kata
Soetardjo. Presiden dan Wakil Presiden dipastikan akan menghadiri
acara hari ulang tahun tersebut.

Hari Rabu kemarin, KSAD  Jenderal Tyasno Sudarto menganjurkan
masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan nasional. Terutama
kewaspadaan tentang kemungkinan disintegrasi, katanya. Pada pokoknya
ia melihat masyarakat selama ini kurang memperhatikan kemungkinan
terjadinya disintegrasi bangsa. 'Disintegrasi' akhir-akhir ini
menjadi kata kunci para  pemimpin partai, tokoh masyarakat, ilmuan
maupun para jenderal. Semua khawatir melihat sejumlah pemimpin
gerakan politik agama dan perwira tinggi militer mengadu domba rakyat
dengan  isyu SARA.

Tetapi Pangdam Jaya Mayjen Ryamizard kemarin sudah menegaskan antara
TNI dan rakyat saat ini tidak ada masalah. Yang ada ialah antara TNI
dan elit politik. Bagaimana mereka mau berbicara mengenai TNI di
hotel-hotel. Itu tidak betul, katanya kesal. Mereka harus meminta
pendapat rakyat yang ada di gunung-gunung. "Saya yakin bahwa rakyat
kecil tidak menentang TNI," katanya yakin. "Saya selalu berbicara
dengan mereka maka saya tahu perasaan mereka," jelasnya.

Profesor Sarbini Sumawinata, pengamat politik dan ahli strategi
pembangunan yang kerakyatan, menyatakan: "Saya tidak beroposisi
terhadap pemerintahan Gus Dur tetapi secara riil dan obyektif harus
diakui bahwa suatu kudeta tak terelakan. Tetapi kudeta besar itu yang
akan digerakkan kelompok pendukung Soeharto dan faksi TNI yang merasa
terpojok, akan gagal. Dikalahkan oleh kekuatan-kekuatan rakyat,
buruh, mahasiswa dan TNI pro-reformasi serta tekanan dunia
internasional. Tetapi dalam proses itu meski golongan pendukung
kudeta dihancurkan, namun Gus Dur pun akan jatuh, katanya.

Sarbini kembali mengingatkan sesungguhnya dalam melihat persoalan
politik saat ini kita harus kembali kepada dua kekuatan politik yakni
faktor subyektif yang saat ini kalah dengan kekuatan obyektif. Gus
Dur dengan kekuatan politiknya, meski kini didukung pemikir-pemikir
seperti Marsillam Simanjuntak dan Bondan Gunawan tetap bersifat
subyektif kalah dengan kekuatan obyektif, katanya. Kekuatan obyektif
adalah faktor-faktor atau kekuatan di luar kendali faktor subyektif.
Dalam keadaan yang revolusioner seperti sekarang, gejolak-gejolak itu
terjadi sangat keras, tajam dan intensif. Perubahan pun terjadi dalam
waktu singkat.

Mengapa faktor obyektif itu lebih dominan sehingga faktor
subjektifnya terdesak? Ini disebabkan keruntuhan kerajaan Soeharto.
Telah terjadi kekacauan yang amat parah. Struktur masyarakat menjadi
kacau balau, tercabut dari sendi-sendinya. Fungsi dan kerja
pemerintahan pun menjadi ruwet. Itu terlihat  pada birokrasi dan
bahkan pula pada perbankan dan lain-lain. Demikian pula di TNI.
Moralitas, pandangan dan kepercayaan perwira  dan prajurit menjadi
kacau balau. Maka rangkaian keadaan itulah yang menyebabkan kekuatan
obyektif menjadi kekuatan yang besar sekali dan pengaruhnya serta
daya geraknya akan jauh lebih kuat dari kemauan dan rencana
partai-partai politik besar.

Dalam pada itu, Gus Dur kemarin sudah mengingatkan, dirinya tak
bertentangan dengan lembaga TNI. Melainkan hanya dengan beberapa
individu didalamnya. Berbicara di kota Sabang, Daerah Istimewa Aceh,
Gus Dur menegaskan TNI tidak mungkin membela tak keruan para jenderal
yang memang bertanggungjawab atas pelanggaran-pelanggaran HAM. TNI
milik rakyat. Bukan milik mereka, jelasnya.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 07:46:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke