---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 26 Januari 2000 15:10 UTC ** GUS DUR OPTIMIS ACEH BISA DAMAI DALAM BEBERAPA BULAN LAGI SEMENTARA MEGAWATI IMBAU MALUKU SUPAYA RUJUK ** CINA BICARAKAN KEANGGOTAANNYA PADA WTO DI BRUSSEL ** PAKISTAN GELAR PENGADILAN TERHADAP MANTAN PERDANA MENTERI NAWAZ SHARIF ** HUKUMAN DUSKO TADIC DIPERINGAN ** TOPIK GEMA WARTA: 100 HARI ABDURRAHMAN WAHID SEBAGAI PRESIDEN R.I. ** TOPIK GEMA WARTA: WALAU SUDAH DIPENSIUN WIRANTO NAMPAKNYA TIDAK AKAN DIPECAT * Jumlah korban tewas akibat kekerasan yang melanda Maluku empat minggu belakangan dua kali lipat katimbang diduga sebelumnya. Menurut data resmi jumlah korban tewas adalah 1600 jiwa. Warga kristen dan muslim yang bertikai membumihanguskan 9000 gedung, di antaranya ratusan mesjid dan gereja. Roda perekonomian Maluku macet total, demikian pernyataan Gubernur Maluku Saleh Latuconsina kepada Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada kunjungannya di Maluku, Wapres Megawati bertemu dengan tokoh-tokoh agama. Ia berseru kepada rakyat agar rujuk. Pada kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Aceh, Selasa kemarin, sembilan orang dikabarkan tewas akibat kekerasan. Hal ini diumumkan pihak keamanan hari ini. Gus Dur hanya mengunjungi pulau Weh, di Aceh Utara. Presiden berharap keadaan di Aceh bisa kembali damai dalam beberapa bulan lagi. Tetapi Gus Dur tidak menyinggung soal penyelesaian kekerasan. * Untuk ketiga kalinya selama tiga hari berturut-turut Cina membicarakan keanggotaannya di WTO, Organisasi Perdagangan Sedunia, dengan Uni Eropa di Brussel. Sedianya pembicaraan dijadwalkan dua hari, tetapi karena semuanya berjalan mulus maka pembicaraan diperpanjang. Cina yang selama 13 tahun berupaya menjadi anggota WTO, mencapai kesepakatan dengan Amerika mengenai hal itu November lalu. Dengan demikian maka kendala-kendala terpenting Uni Eropa telah teratasi. Brussel kini menuntut agar Cina lebih banyak membuka pasar telekomunikasi, wisata, perbankan dan asuransi. Apabila pembicaraan di Brussel berhasil, maka Komisaris Eropa Pascale Lamy kemungkinan akan bertolak ke Beijing bulan depan. * Proses pengadilan terhadap mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dimulai hari ini. Oktober lalu Sharif digulingkan oleh kudeta militer. Ia dituduh menculik , berupaya membunuh, menggelapkan uang dan melakukan terorisme. Apabila terbukti bersalah, maka Mantan Perdana Menteri itu bisa dijatuhi hukuman mati. Para pembela Sharif mengajukan permintaan penangguhan proses pengadilan. Mereka berpendapat Mahkamah Agunglah yang harus terlebih dahulu mengambil keputusan mengenai sebuah kasus gugatan terhadap rejim militer Pakistan yang diajukan oleh Sharif. Mantan Perdana Menteri itu menghendaki agar para hakim menyatakan rejim militer itu berlawanan dengan UUD. Sangat diragukan apakah kasus itu bisa dimenangkan Sharif. Rejim militer pimpinan Jenderal Pervez Musharraf memerintahkan agar para anggota Mahkamah Agung kembali mengangkat sumpah. Hakim Agung dipecat, karena ia menolak bersumpah akan mengabdi kepada rejim baru. Sementara ini ia telah diganti. * SKANDAL KORUPSI DI CINA SEMAKIN MENJADI-JADI Skandal korupsi di propinsi Cina Fujian semakin menjadi-jadi. Sejauh ini diperkirakan barang selundupan bernilai lebih dari 10 milyar dolar. Tetapi kemungkinan nilainya dua kali lebih tinggi. Pemeriksaan pertama hanya memperhitungkan impor minyak. Tetapi sebuah harian di Hongkong memberitakan penyelundupan mobil dan komputer. Pusat skandal korupsi, yang terbesar dalam sejarah Cina, adalah pelabuhan Xianmen di Cina Selatan. Presiden Jiang Zemin secara pribadi memimpin tim penyelidik skandal korupsi ini. Partai komunis menentang keras desas-desus keterlibatan pemimpin partai komunis di Beijing, Jia Qingling. * Tribunal Yugoslavia di Den Haag menjatuhi hukuman penjara 20 tahun atas warga Serbia Bosnia Dusko Tadic. Tadic sebelumnya dikenai hukuman penjara 25 tahun, tetapi ia naik banding. Ia dihukum penjara 20 tahun karena melakukan dua pembunuhan dan terlibat dalam lima pembunuhan lain terhadap warga muslim. Kejahatan-kejahatan itu berlangsung pada pembersihan etnik di Bosnia tahun 1992. Tadic merupakan tertuduh pertama yang jatuh di tangan Tribunal Yugoslavia tahun 1995. * YUGOSLAVIA AKAN BERSIHKAN SUNGAI DONAU Yugoslavia menyetujui pembersihan sungai Donau di dekat kota Serbia Novi Sad. Sungai Donau sarat puing-puing dan kepingan. Akibat pembersihan itu maka Donau kembali terbuka bagi pelayaran dalam waktu dekat. Aksi udara NATO di masa perang Kosovo tahun lalu, menghancurkan tiga jembatan di dekat Novi Sad. Sepuluh negara Eropa sangat berkepentingan dalam pelayaran di Donau. Sejauh ini Beograd menolak membersihkan Donau, kalau Uni Eropa tidak turut menanggung biaya pemulihan jembatan-jembatan. Sejauh ini yang disepakati adalah dana pembersihan. * KLIMA GAGAL AKHIRI KRISIS POLITIK AUSTRIA Kanselir Austria Viktor Klima gagal mengakhiri krisis politik yang melanda negeri itu selama empat bulan belakangan. Kanselir dari kubu sosial-demokrat gagal membentuk pemerintah minoritas, sebagaimana diminta oleh Presiden Thomas Klestil. Hari ini Klima akan melapor kepada Presiden dan mengembalikan tugasnya. Upaya membentuk koalisi antara partai SPO, pimpinan Klima dengan Partai Rakyat konservatif OVP, gagal pekan lalu. Kubu konservatif kini ingin membentuk pemerintah bersama FPO, partai populis ekstrim kanan pimpinan Jorg Haider. OVP dan FPO melakukan pembicaraan pertama Selasa kemarin. Mereka sepakat akan membicarakan pembentukan pemerintah baru selama 10 hari saja. * UNICEF PERHATIKAN NASIB ANAK-ANAK YANG DICULIK PEMBANGKANG UGANDA Organisasi PBB urusan anak-anak UNICEF, menyibukkan diri dengan nasib 54 anak yang ditahan oleh pembangkang Uganda di Sudan Selatan. Para pembangkang yang memerangi pemerintah Uganda dari wilayah Sudan, menculik paling sedikit 10.000 anak Uganda lima tahun belakangan. Mereka dipergunakan sebagai serdadu anak-anak atau mengalami pelecehan seksual. Uganda dan Sudan Desember lalu sepakat tidak akan lagi menampung pembangkang yang saling memerangi kedua negara tersebut. UNICEF berperan sebagai penengah dalam pemulangan anak-anak yang diculik itu. Menurut Uganda pembangkang di Sudan masih menahan paling sedikit 2000 anak. * NENEK ELIAN GONZALES BISA BERTEMU CUCU DI LOKASI NETRAL Kedua nenek seorang anak berumur enam tahun asal Kuba, Elian Gonzales, diijinkan bertemu dengan cucunya di sebuah lokasi netral. Hal ini ditentukan dinas imigrasi Amerika. Paman Elian yang menampungnya, sebelumnya menolak mengantar Elian ke sebuah lokasi netral. Ia mengundang nenek-nenek Elian mengunjunginya di rumah. November lalu Elian tiba di Amerika Serikat. Ia selamat dari kecelakaan kapal yang menewaskan ibunya. Ayah Elian yang menetap di Kuba, menghendaki anaknya pulang. Masyarakat anti-komunis Kuba di Amerika Serikat menentang kemauan ayah Elian. Kedua nenek Elian bertolak ke Amerika untuk mendukung pemulangan cucunya ke Kuba. * LSM-LSM HAM INTERNASIONAL HENDAKI PENANGKAPAN DAN PENGADILAN MANTAN DIKTATOR CHAD Berbagai lsm HAM internasional mendesak pemerintah Senegal agar menangkap dan mengadili mantan diktator Chad Hissene Habre. Habre menjabat presiden Chad tahun 1982 sampai 1990. Setelah digulingkan ia mendapat suaka politik di Senegal. Habre dituduh bertanggungjawab atas pembunuhan ribuan pembangkang. Para pembela sanak saudara korban mengumpulkan bukti 97 pembunuhan berlatarbelakang politik, 142 penyiksaan dan ratusan orang yang hilang. Pemerintah Senegal menjanjikan pemeriksaan indiependen. * 100 HARI ABDURRAHMAN WAHID SEBAGAI PRESIDEN R.I. Walaupun seratus hari adalah waktu yang sangat singkat untuk menilai seorang kepala negara untuk lebih dari dua ratus juta jiwa, Abdurrahman Wahid sudah meninggalkan citera dan kesan. Kesan pertama dan citera ini penting karena menentukan arah Indonesia, kami tanyakan apa pendapat Prof. Arief Budiman, guru besar kajian Indonesia pada Melbourne University. ARIEF BUDIMAN [AB]: Pada dasarnya Gus Dur cukup sukses ya dalam banyak hal, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangannya, tapi secara politis dia tampaknya cukup kuat. Yang sukses terutama adalah image atau citra Indonesia di luar negeri, saya kira cukup baik sekarang dengan adanya Gus Dur keliling-keliling itu. Yang masih menjadi masalah adalah karena masalah-masalah daerah ini ya, terutama di Maluku, di Aceh yang memang masalah sangat sukar. Secara ekonomi juga tampaknya Gus Dur sudah mendapat kepercayaan dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, sehingga bantuan-bantuan akan diberikan dan ini sedang menstabilkan sedikit banyak ekonomi Indonesia. Dan secara politik Gus Dur kelihatannya cukup kuat ya meskipun dia banyak dirongrong oleh kelompok-kelompok terutama kelompok ekstrim Islam, tetapi kelihatannya dia jauh lebih kuat dari yang lain-lain. Dengan militerpun kelihatannya ia cukup kuat. Jadi menurut saya angka Gus Dur cukup baik, meskipun tampaknya Gus Dur banyak kompromi dan banyak melakukan hal-hal yang sebenarnya agak lambat. Tetapi kelambatannya juga bisa dimaafkan karena memang masalah yang diwariskan dari pemerintah Soeharto dan Habibie ini memang sangat besar. Radio Nederland [RN]: Kalau anda memberi angka pada Gus Dur sebagai presiden antara satu dengan sepuluh, anda akan memberi berapa? AB: Mungkin saya bisa kasih angka tujuh ya. Jadi artinya ada banyak hal yang belum diselesaikan tapi arah yang dilakukan cukup baik misalnya dalam menghadapi militerpun ia cukup berani mengambil tindakan-tindakan. Dalam menghadapi kelompok Islam yang berusaha membuat dia menjadi sandera, ya. Itu dia berani melawan. Jadi memang, kalau menurut saya angka tujuh pas buat Gus Dur saat ini. RN: Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan bahwa sebetulnya nilai tambah yang diberikan Gus Dur sebagai presiden itu tidak banyak sampai saat ini. Misalnya pembebasan Tapol itu hanya melanjutkan warisan Habibie. AB: Iya, tapi ingat bahwa masalah-masalah yang banyak oleh Gus Dur itu sehingga Gus Dur kadang-kadang menjadi lupa gitu ya. Ini kelihatannya di meja kerja Gus Dur terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan, sehingga masalah-masalah lainnya jadi luput dari konsentrasinya. Tapi misalnya sikapnya terhadap pelarian politik, jadi mereka yang diasosiasikan dengan Partai Komunis Indonesia, yang berada di Eropa sekarang, saya kira sangat jelas dan tegas. Dan anda tahu sendiri bahwa di Indonesia sikap anti-komunis masih kuat sekali, termasuk orang yang pro-reformasi. Gus Dur berani melawan itu dengan mengirim Yusril Ihza Mahendra. Yusril pun ternyata dari Partai Bulan Bintang yang cukup konservatif sebenarnya, tapi dia melakukan misi yang cukup berani dengan dukungan Gus Dur dan dia sampai diserang sekarang di Indonesia. Jadi masalah tapol saya kira dalam hal ini cukup baik, menurut saya. Terutama dalam hal-hal tapol komunis, dia berani melawan arus dan saya lihat bagaimana nanti perjuangannya nanti di dalam negeri. Yang jadi masalah di dalam negeri sebetulnya. RN: Bagaimana menurut anda nilai tambah apa yang diberikan oleh Gus Dur sebagai presiden terhadap kebebasan pers? AB: Kebebasan pers saya kira berjalan dengan baik ya. Artinya, sebenarnya kebebasan pers itu tinggal melanjutkan apa yang dilakukan Habibie ya. Artinya Habibie begitu ia berkuasa, karena dia presiden yang lemah, langsung dia membiarkan pers bebas. Memang kalau dia mencegah dia makin parah lagi keadaannya. Jadi Habibie, menurut saya memberikan kebebasan pers bukan karena konsepnya begitu, tetapi karena selama Soeharto menekan kebebasan pers, Habibie orang penting yang.tidak berbuat apa-apa. Tapi dalam hal Gus Dur saya kira dia memperkuat itu, karena itu keyakinannya. RN: Kemudian ada kritik di beberapa kalangan yang mengatakan bahwa program kabinet ini tidak jelas sampai saat ini. AB: Gus Dur bukan seorang yang bisa detil dalam rencana kerjanya. Kekuatan Gus Dur adalah pada visi. Pada visi dan komitmen-komitmen pada prinsip. Semua yang mendukung poros tengah dulu mendapat bagian. Dan dia menamakan kabinetnya khas sekali Kabinet Persatuan Nasional. Padahal dengan begitu dia mengorbankan team spririt dari kabinetnya itu. Dan dia sekarang merasakan getahnya itu. Gus Dur kelihatannya sekali memang bukan seorang birokrat. Bukan seorang negarawan yang memang sudah ngerti masalah-masalah birokrasi. Dia seorang intelektual sebenarnya. Dan di Indonesia itu sebenarnya ketika Soeharto berkuasa, dia tidak menyiapkan seorang birokrat yang bisa menggantikan dia, yang punya visi alternatif. Akibatnya adalah Gus Dur dalam hal melakukan penterjemahan dari visi-visinya kelihatan sekali amburadul sekali. Bayangkan saja, begitu sebulan setelah dia membentuk kabinet, bahkan kurang dari itu, dia sudah menteror anggota-anggota kabinetnya dengan mengatakan ada tiga orang KKN akan dia ganti dan itu dia tidak ganti. Itu benar-benar pemimpin yang tidak profesional, saya kira. Dalam hal ini kelihatan sekali Gus Dur itu memang tidak punya pengalaman birokrasi dan akibatnya dia lebih menjadi intelektual. Sehingga ada seorang teman mengatakan Gus Dur ini presiden juga, tapi komentator juga. Ia memberikan komentar-komentar terhadap kabinetnya sendiri. Jelas hal itu tidak menimbulkan kekompakan. Jadi saya kira dalam hal ini Gus Dur belajar dan sekarang dia melakukan pelangsingan kabinetnya. Tetapi kelemahan Gus Dur adalah bahwa dia itu orangnya akomodatif, bukan konfrontatif. Buat saya yang mengagumkan adalah bahwa dia sebagai seorang intelektual yang berani ngomong. Nanti mungkin sudah jadi birokrat profesional, dia jadi presiden yang lebih baik, tapi kita kehilangan seorang Gus Dur yang kita kenal sebagai seorang intelektual yang berani mengemukakan pendapatnya dengan seadanya. Demikian Prof. Arief Budiman, guru besar kajian Indonesia pada Melbourne University di Australia. * WALAU SUDAH DIPENSIUN WIRANTO NAMPAKNYA TIDAK AKAN DIPECAT Menko Polkam maupun Pangkostrad mungkin tidak jadi diganti meski gerbong mutasi TNI akan bergulir. Tetapi Gus Dur dan penasehat-penasehatnya serta para pemimpin partai pendukungnya, sebagai kekuatan subyektif, diperkirakan akan kalah dengan kekuatan-kekuatan obyektif yang besar. Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Para pengemudi taxi dan pengendara di Jakarta, pada umumnya kuatir akan terjadi bentrokkan pada saat-saat sebelum dan sesudah HUT PDI Perjuangan yang akan dipusatkan di Senayan Jakarta. Sementara kalangan politik menilai acara pengerahan massa besar-besaran ini merupakan upaya tandingan terhadap appel massa sejuta ummat yang diadakan di lapangan Monas sehari sebelum Lebaran. Seorang bekas pembantu Habibie mengatakan, sejak Habibie berkuasa hingga kini usaha pengerahan massa selalu menyangkut dana yang diperlukan untuk transportasi, konsumsi maupun uang jasa hadir. Masalahnya sekarang, mencari uang untuk operasi di lapangan lebih seret ketimbang zamannya Soeharto dan Habibie, katanya. Sekarang segala sesuatu amat transparan sehingga pers dan masyarakat akan cepat mengetahui darimana datangnya dana-dana untuk pengerahan massa. Karena itu ia meragukan PDI-Perjuangan mampu mengerahkan satu juta masa. Amien Rais dan Hamzah Haz saja hanya mampu memobilisasi beberapa puluh ribu massa saja, ujarnya. Pemuka PDI Perjuangan Soetardjo Soerjogoeritno yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI menyatakan, rencana perayaan HUT PDI-P, Kamis Sore di Stadion Utama Senayan Jakarta dilakukan sebagai pernyataan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ini terutama di tengah ancaman disintegrasi yang mengemuka akhir-akhir ini. Soetardjo Soerjogoeritno mengakui kemungkinan aksi massa ini dimanfaatkan oleh pihak lain yang ingin melakukan kerusuhan sudah diantisipasi jauh-jauh hari. 'Yang jelas, katanya, orang PDI Perjuangan tidak pernah mengacau. Kalau itu terjadi pasti ada pihak ketiga', kata Soetardjo. Presiden dan Wakil Presiden dipastikan akan menghadiri acara hari ulang tahun tersebut. Hari Rabu kemarin, KSAD Jenderal Tyasno Sudarto menganjurkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan nasional. Terutama kewaspadaan tentang kemungkinan disintegrasi, katanya. Pada pokoknya ia melihat masyarakat selama ini kurang memperhatikan kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. 'Disintegrasi' akhir-akhir ini menjadi kata kunci para pemimpin partai, tokoh masyarakat, ilmuan maupun para jenderal. Semua khawatir melihat sejumlah pemimpin gerakan politik agama dan perwira tinggi militer mengadu domba rakyat dengan isyu SARA. Tetapi Pangdam Jaya Mayjen Ryamizard kemarin sudah menegaskan antara TNI dan rakyat saat ini tidak ada masalah. Yang ada ialah antara TNI dan elit politik. Bagaimana mereka mau berbicara mengenai TNI di hotel-hotel. Itu tidak betul, katanya kesal. Mereka harus meminta pendapat rakyat yang ada di gunung-gunung. "Saya yakin bahwa rakyat kecil tidak menentang TNI," katanya yakin. "Saya selalu berbicara dengan mereka maka saya tahu perasaan mereka," jelasnya. Profesor Sarbini Sumawinata, pengamat politik dan ahli strategi pembangunan yang kerakyatan, menyatakan: "Saya tidak beroposisi terhadap pemerintahan Gus Dur tetapi secara riil dan obyektif harus diakui bahwa suatu kudeta tak terelakan. Tetapi kudeta besar itu yang akan digerakkan kelompok pendukung Soeharto dan faksi TNI yang merasa terpojok, akan gagal. Dikalahkan oleh kekuatan-kekuatan rakyat, buruh, mahasiswa dan TNI pro-reformasi serta tekanan dunia internasional. Tetapi dalam proses itu meski golongan pendukung kudeta dihancurkan, namun Gus Dur pun akan jatuh, katanya. Sarbini kembali mengingatkan sesungguhnya dalam melihat persoalan politik saat ini kita harus kembali kepada dua kekuatan politik yakni faktor subyektif yang saat ini kalah dengan kekuatan obyektif. Gus Dur dengan kekuatan politiknya, meski kini didukung pemikir-pemikir seperti Marsillam Simanjuntak dan Bondan Gunawan tetap bersifat subyektif kalah dengan kekuatan obyektif, katanya. Kekuatan obyektif adalah faktor-faktor atau kekuatan di luar kendali faktor subyektif. Dalam keadaan yang revolusioner seperti sekarang, gejolak-gejolak itu terjadi sangat keras, tajam dan intensif. Perubahan pun terjadi dalam waktu singkat. Mengapa faktor obyektif itu lebih dominan sehingga faktor subjektifnya terdesak? Ini disebabkan keruntuhan kerajaan Soeharto. Telah terjadi kekacauan yang amat parah. Struktur masyarakat menjadi kacau balau, tercabut dari sendi-sendinya. Fungsi dan kerja pemerintahan pun menjadi ruwet. Itu terlihat pada birokrasi dan bahkan pula pada perbankan dan lain-lain. Demikian pula di TNI. Moralitas, pandangan dan kepercayaan perwira dan prajurit menjadi kacau balau. Maka rangkaian keadaan itulah yang menyebabkan kekuatan obyektif menjadi kekuatan yang besar sekali dan pengaruhnya serta daya geraknya akan jauh lebih kuat dari kemauan dan rencana partai-partai politik besar. Dalam pada itu, Gus Dur kemarin sudah mengingatkan, dirinya tak bertentangan dengan lembaga TNI. Melainkan hanya dengan beberapa individu didalamnya. Berbicara di kota Sabang, Daerah Istimewa Aceh, Gus Dur menegaskan TNI tidak mungkin membela tak keruan para jenderal yang memang bertanggungjawab atas pelanggaran-pelanggaran HAM. TNI milik rakyat. Bukan milik mereka, jelasnya. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 07:46:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
