----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Setelah Terbakar dan Ditemukan Bom
Masjid Agung Yogya Normal
Reporter: Arifin Asydhad

- Jakarta, Setelah terbakarnya ruang dalam Masjid Agung Yogyakarta
pada  Rabu  (26/1/2000)  pukul  21.20  Wib  dan  ditemukannya  bom rakitan,
aktivitas  di  masjid  itu  mulai  normal kembali. Shalat Shubuh pada Kamis
(27/1/2000)  berjalan  tanpa ada ketakutan. Semua tempat sudah dibersihkan,
kecuali dinding dan atap yang masih terlihat hitam dan hangus.

Abunda   Faruq,   kepala  Tamir  masjid  ketika  dihubungi  Kamis
(27/1/2000)  pukul  05.45  Wib  menyatakan,  kegiatan di masjid sudah mulai
normal.  Pagi  ini,  semua  tamir  masjid  akan  memeriksa dan membersihkan
tempat-tempat strategis yang dinilai dipasang bom.

Menurut  Abunda  Faruq,  terbakarnya  ruang  dalam  masjid  agung diketahui
pertama  kali  pada  pukul  21.20  Wib oleh tiga orang pengurus yang sedang
berada di serambi masjid. Zaim, Hartono, dan HM Barier tiba-tiba dikejutkan
oleh  adanya  suara  terbakar di ruang utama. Sementara Kepala Rumah Tangga
Masjid  Budi  Setiawan, yang berada di luar masjid pada saat yang sama juga
kaget dengan adanya asap yang keluar dari atap.

Akhirnya  mereka  bergegas  mengambil kunci dan membuka pintu, dan ternyata
api  sudah berkobar sampai atap masjid dan membakar 4 gulung karpet bantuan
dari  Arab  Saudi, dan sebagian dinding.  Akhirnya sebagian mereka berusaha
memadamkan  api  dengan  menyiram  air dengan ember dan selang. Sedang satu
orang dari mereka melaporkan kejadian ini ke Polsek Gondomanan.

Menurut  Faruq, setelah api padam dan aparat datang, ditemukan sebuah botol
aqua  berkuran  400  ml  yang  berisi  bensin dan sumbu yang masih tersisa.
Kemudian  dalam  jarak  4  meter dari titik api, Tim Jihandak menemukan bom
rakitan di balik lemari kecil di ruang utama.

Faruq   yang   mengamati  bersama  dengan  Kapolda  DIY  bom  rakitan  itu,
mengatakan,  tim  Jihandak  memang melihat hal itu adalah bom rakitan. Pada
saat pengambilan benda itu dan dibawa ke halaman majid, Tim Jihandak Brimob
memerintahkan  kepada semua masyarakat yang berkerumum di masjid agung agar
mundur menjauhi masjid sejauh 50 meter dan tiarap.

Bom   rakitan  tersebut,  menurut  Faruq,  semacam  benda  elektronik  yang
menggunakan  2  buah  battere.  Saat  ini,  bom  rakitan itu dibawa Brimob,
setelah  Kapolda  DIY yang datang ke tempat kejadian memerintahkan Komandan
Brimob untuk menelitinya.

Faruq  menuturkan,  seperti  biasa,  Rabu  (26/1/2000) sehabis shalat Isya,
semua  pintu yang menuju ke ruang utama ditutup pada pukul 20.00 wib. Untuk
menuju  ruang  utama itu ada 6 buah pintu, dimana 5 buah pintu dikunci dari
dalam, dan satu pintu yang mengarah ke utara dikunci dari luar.

Enam  pintu  itu,  menurut  Faruq tidak ada bukti adanya kerusakan apa-apa.
Sehingga  pihak  masjid,  memperkirakan oknum yang membakar dan menaruh bom
rakitan itu masuk dan menaruh benda itu sebelum pintu ditutup.

Menurut  Faruq,  ada  seorang  jamaah shalat Shubuh yang menyaksikan, bahwa
sehabis  shalat  Isya  ada dua orang pemuda yang lari buru-buru dari masjid
menuju jalan Raya. Tapi dia tak mengetahui ciri-ciri orang itu.

Akibat kebakaran tersebut, pengurus masjid agung menderita kerugian sebesar
Rp  5-6 juta. Dan sampai saat ini di masjid agung masih disiagakan 6 aparat
keamanan.  Rencananya aparat juga akan menyiagakan personilnya sampai nanti
malam.

Sementara  empat  orang  saksi,  Kamis  (27/1/2000)  dini  hari  tadi sudah
dimintai  keterangan  oleh  kapolresta.  Mereka  adalah Kepala Rumah Tangga
masjid  Budi  Setiawan,  seksi  kebersihan dan penata masjid Hartono, seksi
Konsumsi Zaim, dan bagian sound system HM Barier. (***)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 08:00:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke