----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Issue bahwa Manado menjadi target kerusuhan setelah konflik SARA di Maluku bukan omong 
kosong belaka. Gubernur Sulut menengarai
bahwa otak provokator di Sulut berasal dari Jakarta dan Ambon dan telah 
diindentifikasi antara lain: 1(satu) orang Kolonel Ambon dan
3(tiga) orang Sarjana Hukum dari Jakarta. Masyarakat mereka-reka siapakah gerangan 
mereka ? Kuat dugaan bahwa sang kolonel adalah
mantan ajudan Presiden Soeharto yaitu Kolonel Dicky Wattimena.

Pada akhir tahun 1999 dalam satu operasi di kabupaten Bolaang Mongondow telah berhasil 
diciduk seorang provokator bersenjata. Polisi
berhasil menangkap provokator tersebut setelah melepaskan tembakan yang melukai si 
provokator. Setelah diinterogasi diketemukan
bukti bahwa korban adalah purnawirawan Angkatan Darat dari luar daerah.

Pekan lalu di pantai desa MAKALISUNG (Tondano) masyarakat berhasil menyita 2 (dua) 
buah kapal layar besar. Beberapa saksi mata
menyatakan bahwa kapal tersebut mendarat malam hari di pantai desa Makalisung dengan 
mengangkut kurang lebih 500 orang penumpang
laki-laki berbadan kekar dan bersenjata tajam. Setelah saksi berhasil mengerahkan 
masyarakat untuk mengantipasi keadaan, ternyata
pendatang asing misterius tersebut lenyap. Walaupun demikian 2(dua) kapal layar 
tersebut berhasil disita dan diamankan oleh
masyarakat.

Semoga aparat polisi dan TNI di Sulawesi Utara tidak tertular virus provokator seperti 
terjadi di Ambon. Kalo ini terjadi, maka
PERMESTA serie ke II akan berlangsung lagi di Sulawesi Utara. Tentu dampaknya akan 
lebih mengerikan daripada malapetaka di Maluku.

Wassalam -
ANTI PROVOKATOR

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 08:02:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke