----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 03/III/30 Januari-5 Pebruari 2000
------------------------------

SIAPA PENSIUNAN JENDERAL ITU GUS?

(POLITIK): Gus Dur menuding, sejumlah pensiunan jendral dan pengusaha jadi
dalang kerusuhan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Presiden Gus Dur membuat kejutan lagi. Kali ini soal pernyataannya tentang
keterlibatan sejumlah pensiunan jendral dan usahawan Orde Baru dalam
berbagai kerusuhan di Indonesia kepada sebuah harian Australia. Kendati
demikian, Presiden menolak menyebut salah satu nama saja di antara mereka.
Pernyataan Gus Dur ini tampaknya serius. Kalau dulu, tuduhannya kepada
sejumlah orang, hanya berdasar laporan orang-orang NU dan kenalan intelnya
yang informasinya terbatas, kini kualitas tuduhan Gus Dur tampaknya lebih
baik. Maklum, ia kini Presiden, yang membawahi Badan Koordinasi Intelijen
Negara (BAKIN) pimpinan perwira intel senior, Letjen TNI Arie J. Kumaat. Gus
Dur, juga punya akses ke Badan Intelejen Strategis (BAIS), yang bisa setiap
saat memberi informasi, sejelek apapun ke meja Gus Dur.

Toh begitu, dulu, tuduhan Gus Dur pada seseorang bukannya tanpa dasar, dan
seringkali dinyatakan dalam inisial. Misalnya, ketika belum menjadi
presiden, ia pernah mengatakan Mayjen "K", adalah dalang kerusuhan Ambon.
Lalu, Mayjen Kivlan Zen, kawan Letjen Prabowo, merasa dituduh dan ia
mengunjungi Gus Dur. Gus Dur pun membantah yang ia maksud adalah Kivlan.
"Yang saya maksud adalah Mayjen Kunyuk," kata Gus Dur kala itu. Bahwa,
Kivlan merasa tertuduh, sebenarnya itulah tujuan Gus Dur. Orang akan
bertanya mengapa Kivlan merasa tersinggung. Lalu, Gus Dur pernah menuduh
orang berinisial ES terlibat dalam rekayasa pembantaian orang-orang
Nahdlatul Ulama di Banyuwangi, Jawa Timur. Eggy Sudjana, aktifis Islam yang
dekat dengan Cendana dan belakangan Habibie, merasa tertuduh. Ia pun
mengunjungi Gus Dur, dan membantah tuduhan itu. Gus Dur, pun lagi-lagi hanya
tertawa. "Yang saya maksud itu Eyang S,"  ujar Gus Dur. Nah, mengapa Eggy
merasa dituduh? Itu yang akan membuat publik makin percaya, Eggy adalah
sumber masalah.

Kini yang paling mutakhir, Gus Dur menuding, ada sejumlah pensiunan jendral
dan usahawan Orde Baru yang bikin kacau negeri ini. Kalai ini, Gus Dur tak
memberi inisial. Khusus mengenai identitas usahawan itu, disebut mereka
adalah usahawan yang kini tak bisa mengeruk keuntungan lagi karena tiadanya
fasilitas. Dalam hal ini, Gus Dur lebih maju, mungkin ini adalah nasehat
para perwira intelnya.

Tak sulit sebetulnya mengira-ngira, siapa yang dimaksud Gus Dur. Para
pensiunan jendral itu, pasti kelompok jendral yang merasa terancam dengan
situasi politik sekarang, terutama karena pemerintah Gus Dur yang tak akan
melindungi kejahatan kelompok jendral ini di masa lalu. Kalau mau disebut
nama, pensiunan jendral yang paling utama adalah Jendral (Purn) Soeharto,
mantan presiden, yang terancam diadili karena sejumlah kejahatannya. Lalu,
siapa kelompok jendral di belakang Soeharto? Ingat, ada Jendral (Purn)
Hartono, mantan KSAD, yang dulu disinyalir sebagai perancang kerusuhan
Situbondo yang menghanguskan puluhan rumah ibadah dan merenggut sejumlah
nyawa. Hartono adalah orang yang setia pada Soeharto, dan apa yang kini
dilakukannya, orang tak tahu. Hartono sendiri punya anak buah, misalnya
Mayjen (Purn) Robik Mukav dan lain-lain. Selain Soeharto dan pendukungnya,
ada juga pensiunan jendral yang terancam. Sebut saja: Jendral (Purn) L.B.
Moerdani dan Jendral (Purn) Try Sutrisno, yang kerap dianggap
bertangungjawab terhadap pembantaian Tanjung Priok, Letjen (Purn) Syarwan
Hamid yang dituduh dalam eksekusi massal ratusan penduduk Aceh Utara. Lalu,
ada Jendral (Purn) Feisal Tanjung yang bertanggungjawab pada penyerbuan
Kantor DPP PDI, Jakarta, 27 Juli 1996 yang menyebabkan puluhan kader PDI pro
Megawati tewas dan hilang.

Lalu, siapa yang dimaksud Gus Dur dengan usahawan yang bekerja bersama para
pensiunan jendral itu? Lagi-lagi, harus disebut anak-anak Soeharto. Mereka
tak lagi bisa menikmati fasilitas yang dulu dimiliki. Dan, mereka terancam
diadili juga untuk kejahatan-kejahatan ekonomi dan koprupsi. Selain
anak-anak Cendana, tentu ada sejumlah kroni, seperti Bob Hasan dan
lain-lain. Masalahnya cuma, mampukah intelijen Pemerintah membongkarnya.
Sebenarnya tak sulit. Cukup dengan mengamati, apa saja kegiatan anak-anak
Cendana dan kawan-kawannya, Soeharto dan para pensiunan jenderal yang
dimaksud. sadap teleponnya, ikuti selama dua puluh empat jam, catat dengan
siapa saja mereka bertemu, kalau bisa diketahui apa yang dibicarakan. Dalam
beberapa bulan, taruhan bisa dikumpulkan bukti-bukti. Masalahnya, apakah
struktur intelijen kita sudah steril? Apakah tak ada orang-orang mereka,
yang setiap kali membocorkan rencana intelijen? Kalau intelijen kita tak
steril, ya susah untuk menjaga negeri ini. Jadi, langkah yang harus
dilakukan ya membersihkan lembaga-lembaga intelijen. Jendral TNI Tyasno
Sudarto, misalnya harus membersihkan BAIS, ketika ia masih memimpin lembaga
itu, agar BAIS bisa efektif dan mampu mengumpulkan informasi yang akurat.
Dan, itu tak mudah, karena semasa jadi KaBAIS, Tyasno hanya mempercayai dua
direkturnya. Dan, ini tak baik bagi sebuah lembaga intelijen. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jan 2000 jam 20:10:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke