----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 03/III/30 Januari-5 Pebruari 2000
------------------------------

'KM BARUNA' BERLAYAR LAGI

(POLITIK): Disponsori Habibie Center dan Timsco, Hariman meluncurkan
In-Demo. Kru di dalamnya sekedar cari duit? Sialnya, ini kali Cak Nur
diminta serta.

Revolusi senantiasa memakan anak kandungnya. Demokrasi pun tak urung kerap
mengamputasi kaki sendiri. Betulkah terjadi? Bukankah warga masyarakat kian
berani melakukan demonstrasi -meski sering bernuansa primordial agama dan
atau kesukuan? LSM pun mengalami booming terutama di kota-kota besar. Toh,
banyak pengamat dan aktivis mentengarai tengah berlangsungnya pembuntungan
substansi demokrasi.

Atmosfer keterbukaan pemerintahan baru rupanya dimaknai secara kurang wajar.
Sikap kritis dan oposisi diidentikan dengan kelantangan suara. Akibatnya
sulit menarik beda mana nalar kritis beneran dan mana sekedar meramaikan
kasanah protes memprotes di Indonesia. Kolomnis Wimar Witoelar sampai perlu
mengingatkan dalam rubriknya Kompas Minggu. "Sekarang kita semua sudah
menjadi bagian dari persoalan, maka kita semua harus menjadi bagian dalam
penyelesaian". Peringatan Wimar itu disertai pertanyaan apakah kegalakan
suara 'oposan' kini tidak lain dari kegenitan. Termasuk suara asal galak
anggota-anggota parlemen.

Wimar tidak mengada-ada. Memperingati 100 hari pemerintahan Gus Dur-Mega,
puluhan seminar dan diskusi digelar di mana-mana tanpa tawaran pasti. Ibarat
trend musik anak muda, nada dasar yang dimainkan seragam. Mereka kecewa
lantaran sudah 100 hari Gus Dur-Mega belum membawa Indonesia ke level baru.
Penggelar acara khawatir masyarakat menjadi tidak sabar. Bagi Wimar, justru
suara-suara dalam acara semacam lebih mengkhawatirkan. Sikap demikian seolah
menunggu belaka hasil "pencucian dan perekatan piring pecah tinggalan rejim
lama oleh Gus Dur". Masyarakat, terutama komunitas penggelar acara, tetap
berada di luar proses perekatan piring pecah tadi.

Mengkhawatirkan lagi, atau lebih tepat menggelikan, ketika seremoni evaluasi
rapor Gus Dur turut diramaikan tokoh survivor segala rejim, semisal: Hariman
Siregar. Sewaktu bursa calon presiden di SU MPR 1999 dibuka,mantan aktivis
mahasiswa 1974 ini menjadi koordinator tim sukses BJ Habibie. Kedekatan
mereka memang telah diketahui banyak orang. Rumah sakit Baruna, dimana
Hariman menjabat direktur adalah milik Fanny Habibie. Maka, dibantu beberapa
aktivis 'lingkaran Baruna' Hariman kemudian mengatur beberapa gerakan
dukungan dan lobby bagi Habibie. Apartemen Ascott Jakarta dijadikan markas
sementara. Kekalahan Habibie oleh Gus Dur barang tentu kekalahan

Hariman. Kabar Hariman berang akibat keok strategi barangkali ada benarnya.
Apalagi seusai penetapan presiden sempat beredar berita bernada ejekan
tentang "tenggelamnya KM Baruna".

Sekarang 'KM Baruna II' mulai meluncur. Kapal baru itu, Indonesian Democracy
Monitoring (In-Demo), menggelar diskusi pertama tanggal 15 Januari di TIM
Jakarta. Sehari setelah konferensi pers kelahiran mereka. Tampil sebagai
narasumber adalah budayawan Prof Nurcholish Madjid dan Prof Sarbini
Sumawinata. Mulyana W Kusumah, Sekjen In-Demo langsung memandu diskusi.
Tanggal kiprah dipilih bertepatan hari reuni Malari 1974, bukan tanpa
sengaja. Komunitas politik mafhum, Nahkoda Baruna Hariman Siregar membidani
kelahiran LSM baru ini. Apalagi di antara barisan depan kursi peserta
diskusi tampak hadir Boss Grup Timsco, Fanny Habibie.

Dari Fanny lah dana acara diperoleh. Selanjutnya Habibie Center dan kerajaan
bisnis keluarga Habibie akan menjadi penyokong dana utama In-Demo. Agus Edi
Santoso, salah seorang deklarator, dalam wawancara dengan Realitas menepis
bantuan dana dari pihak asing. "Sumber-sumber dana di dalam negeri masih
banyak," tukas aktivis yang kerap dipanggil Agus Lenon.

Apa sasaran tembak In-Demo? "Kami bermaksud mengisi kekosongan oposisi,"
tutur Amir Husin Daulay, deklarator lain. Agus menimpali bahwa saat ini
situasi cukup sulit buat orang berada di barisan oposisi Gus Dur-Mega.
Kharisma Gus Dur-Mega berikut fanatisme pengikut mereka membuat orang
berpikir sekian kali untuk bersikap terlalu kritis. Padahal tanpa oposisi
kuat, pemerintah kharismatis cenderung oleng ke otoritarianisme.

Mengenai keterlibatan Harima, baik Amir maupun Agus tidak berniat
menutup-nutupi. Agus Lenon menyebutkan keberadaan Hariman sebatas interaksi
perdebatan politik tanpa menyusun agenda politik bersama. "Bagaimana pun
Hariman adalah kawan. Orang tidak boleh mungkir, banyak aktivis ia bantu
tanpa memandang pilihan politik mereka," demikian Agus. Meski mengaku tidak
turut dalam tim sukses Habibie, tahun lalu Agus pernah terlihat beberapa
kali mondar-mandir di Apartemen Ascott. Mungkin dalam rangka menyambangi
kawan belaka.

Sementara tampilnya Cak Nur dan Prof Sarbini ternyata dipersoalkan banyak
kalangan. Beberapa kantung gerakan mahasiswa menyebut Cak Nur telah 'salah
bergaul'. Cak Nur dinilai terlalu naif. Seolah tidak menyadari bahwa Hariman
Cs sekedar memanfaatkan ketokohannya. Pertimbangan Hariman lantaran tidak
memiliki jago yang pantas berhadap-hadapan dengan Gus Dur. Memunculkan
Habibie tentu masih sangat pagi.

Toh, tanggapan lebih kalem juga dijumpai. Tabiat awak kapal Baruna dihapal
betul. Bagi Amir, Agus, atau Beathor dan Bursah Zarnubi (Presidium Humanika)
serta banyak nama lain, Hariman adalah sumur yang tak pernah kering. Pundi
uangnya terdapat di mana-mana. Untuk menyenangkan Hariman bila perlu dalam
satu hari didirikan lima organisasi oposisi Gus Dur-Mega. Apalagi Agus Lenon
selama ini dikenal banyak mendirikan LSM. Sejak lembaga advokasi ham,
pemantau pemilu, sampai penerbitan buku. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jan 2000 jam 20:29:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke