----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

    BAHAYA KUDETA "YOUNG TURKS".GUS DUR MAU JEGAL PENGAKUAN LN

Bahaya kudeta yang ditakutkan oleh klik Wiranto ternyata sudah tiada. Namun
bahaya kudeta yang lebih serius bagi rejim Gus Dur adalah kudeta dari golongan
apa yang disebut "Young Turks", golongan perwira muda yang masih "hungry" dan
bersih belum kecipratan KKN.

Sebagai golongan muda mereka tidak akan memperdulikan boikor ekonomi asing
sampai terasa tidak memungkinan dilanjutkan rejim junta militernya. Dan tidak
seperti klik Wiranto yang ambisius dan mau menghindarkan hukuman kejahatan
kemanusiaan HAM, "Young Turks" ini tidak mempunyai ambisi kekuasaan.

Mereka  merasa mengemban suatu misi untuk menyelamatkan negara dari:

1. Malapetaka ekonomi di mana reformasi ekonomi sudah sekian lama belum juga
    tampak cahaya di ujung terowongan gelap ini.
2. Korupsi merajalela terus di bawah rejim Gus Dur yang tidak bisa dikontrol
oleh
    rejimnya.
3. Kekacauan di propinsi propinsi berjalan terus.
4. Kejahatan kejam di ibukota semakin merajalela karena rakyat semakin kelapa-
    ran, inflasi laju terus terutama untuk sembako, pengangguran tidak ada
obat-
    nya.
5. Citra TNI semakin terpuruk ambruk karena kejahatan kemanusiaan di Timtim
    dan Aceh masih berjalan terus sedangkan kejahatan lama sukar untuk di-
    adili karena dasar hukum yang lemah terhadap pelanggaran HAM khusus-
    nya. Tidak mustahil justru mereka itulah yang akan menghukum para per-
    wira TNI yang dituduh terlibat atau akan menyerahkannya kepada Mahkamah
    Internasional PBB.
6. Ada orang awam yang nyeletuk kepada saya: "Gus Dur sengaja keliling dunia
    terus untuk mencari dalih bila ada kudeta waktu ia berada di luar negeri,
ia
    bisa bebas dari tuduhan "tidak becus" yang makin lama semakin santer.
7. Menurut hemat saya, peringatan keras para kepala pemerintahan asing yang
    bersahabat agar Presiden Gus tidak bepergian karena bahaya kudeta, bukan
    sembarangan pendapat orang di pinggir jalan, mereka mempunya Intel yang
    hebat. Namun Gus Dur memilih untuk meremehkannya dengan alasan baik
    bagi dirinya:

    Pertama, ia mau membiarkan junta militer yang telah melakukan kudeta
untuk membersihkan KKN dan kekacauan kekacauan daerah tanpa campur
tangannya. Mungkin juga untuk membiarkan mereka menyerahkan para per-
wira seniornya yang terlibat kejahatan kemanusiaan kepada Mahkamah
Internasional di mana ia sebagai rejim sipil tidak mungkin melakukannya.

    Kedua, sekaligus ia juga mau menjegal pengakuan luar negeri terhadap
rejim militer baru sehingga tidak akan tahan lama sementara bantuan asing
akan dihentikan dan memungkinkan Gus Dur comeback sebagai pahlawan
demokrasi.

Yang menjadi masalah, apakah Young Turks ini mampu mengatasi pasukan
Kopasus dan Kostrad, atau mungkinkah mereka juga sudah ada di dalamnya?
Apakah mereka itu cukup nekad?

Veteran Prof Sarbini memberikan salah satu opsi: kudeta, sebagai cara untuk
meengatasi krisis dahysyat Indonesia dewasa ini.
Kemungkinan Sarbini dan info para Intel asing pada suatu ketika tidak musta-
hil akan meletus karena situasi Indonesia sebenarnya sejak lama cukup
eksplosif dan karena watak orang Indonesia yang alon alon asal kelakon
itulah ledakan bisa diundur undur terus.

New York, 28 Januari 2000.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Jan 2000 jam 05:21:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke