----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Kamis, 27 Januari 2000

Uskup Belo Terima Pengadilan HAM Nasional

Jakarta, Kompas

Uskup Dili Mgr Carlos Filipe Ximenes Belo dapat menerima
dilaksanakannya pengadilan hak asasi manusia (HAM) nasional atas
pelaku pelanggaran HAM di Timor Timur (Timtim). Persyaratannya,
Pengadilan HAM nasional dapat dilaksanakan secara transparan,
tanpa ada tekanan dari pihak mana pun, dan oleh para hakim
terpercaya.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi Penyelidikan Pelanggaran
Hak Asasi Manusia (KPP HAM) HS Dillon, kepada Kompas, di
Jakarta, Rabu (26/1). Dillon tiba di Jakarta kemarin petang
setelah berada di Timtim selama dua hari. Selain dengan Belo, ia
juga bertemu pihak UNTAET (pemerintahan transisi di Timtim),
Komandan Interfet (pasukan internasional di Timtim) Mayjen Peter
Cosgrove, dan mantan Anggota DPRD I Timtim Maria Olandina.

Menurut Dillon, dalam pertemuannya dengan Belo selama satu jam,
kemarin pagi, Belo menyatakan, dapat menerima dilaksanakannya
pengadilan HAM nasional untuk para pelaku pelanggaran HAM di
Timtim. "Pada awalnya, ia (Belo) menuntut diadakan pengadilan
internasional," katanya.

Akan tetapi, ungkap Dillon, dengan melihat profesionalitas dan
transparansi KPP HAM, kepercayaan Belo terhadap KPP HAM pulih.
"Ia dapat menerima pengadilan HAM nasional," tuturnya. Namun,
Dillon mengingatkan, Belo dapat menerima dilaksanakannya
pengadilan HAM nasional itu jika pengadilan itu sendiri
dilaksanakan secara transparan.

Dillon menambahkan, Belo juga menceritakan kembali peristiwa
penyerangan di kediamannya. Selain itu, Belo juga menuturkan
permintaannya terhadap mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan
/Panglima TNI Jenderal Wiranto untuk membersihkan pos-pos milisi
yang berada di jalan-jalan ke arah Timtim yang tidak ditanggapi
Wiranto. Ia menambahkan, pihak UNTAET juga tidak memberikan
kepada KPP HAM visum et repertum atas diri Sander Thoenes,
wartawan Financial Times asal Belanda. (fer)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Jan 2000 jam 09:55:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke