---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: NASIB KE 6 JENDRAL: "pLAY DEAD", FIGHT BACK, MEMBANGKANG? Dr Amidjaya dari Chicago meminta pendapat saya tentang nasib ke 6 Jendral yang mungkin akan didakwa atau dituntut oleh Pengadilan HAM yang segera akan dibentuk. Ada beberapa kemungkinan: 1. Kalau UU pembentukan Pengadilan HAM memberikan peluang (loopholes) "one way or the other", maka keenam Jendral itu mungkin akan manut atau apa yang dinamakan Amidjaya "play dead". 2. Kalau UU Pengadilan HAM ketat tidak memberikan loopholes, maka mereka mungkin akan menggerakkan pengikutnya di dalam dan diluar milite untuk melakukan sesuatu: apakah kekacauan atau pembelaan langsung berupa penyerbuan tempat penahanannya dan membebaskannya. Kekacauan sebagai "diversion tactics" harus berskala besar, cukup besar untuk mengalihkan perhatian pemerintah dari mereka. 3, Pemberontakan langsung a la Napoleon di Corsica sangat sukar untuk dilak- sanakan karena buntutnya yang akan panjang lebar. 4. Kecuali kalau para pembela Wiranto dkk bergabung dengan golongan status- kuo-Suhartois, maka bisa saja mereka melancarkan semacam kudeta ter- batas, misalnya di Jawa saja mengingat TNI luar Jawa tidak mungkin bisa menyerbu dan menaklukkan mereka. Demikianlah "the worst case scenario" yang bisa dipikirkan sekarang ini. Mereka sebagai isolasionis dari jaman Sultan Agung, tidak akan perduli akan ancaman pembentukan Mahkamah Internasional karena siapa yang bisa mem- borgol mereka dan menyeretnya ke den Haag? Semoga kenekatan semacam ini tidak akan terjadi. New York, 2 Pebruari 2000. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Feb 2000 jam 06:41:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
