----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

    PENSIUNAN JENRAL "GESCHEIDEN SAMENGAAN ANTI-DEMOKRASI

Para pensiunan jendral yang dituduh sebagai otak pengacauan di Indonesia ter-
nyata kebanyakan dari klik pro-Suharto dan Habibie yang merasa akan dilibas
oleh demokratisasi sehingga putus asa (desperate) dan mengadu dombakan
rakyat untuk mendiskreditkan rejim Gus Dur hasil pemilu.

Semula saya tidak percaya bahwa mereka bisa mencapai tujuan yang sama ka-
rena basisnya berlainan: basis Kristen klik Benny Moerdani, basis Islam klik
Feisal Tanjung, Hartono, dll dan klik statuskuo Suhartois yang tadinya
dipimpin
oleh Prabowo  kemudian diambil alih oleh Wiranto sendiri sehingga terciptalah
apa yang disebut pepatah Blanda "gescheiden samengaan".

Mereka bertujuan satu: mendiskreditkan kalau bisa menjatuhkan rejim Gus Dur
hasil pemilu yang paling bersih dan demokratis dalam 44 tahun kaena dianggap
sangat merugikan kepentingan golongannya bahwa mengancam survivalnya.

Sebagai mantu Suharto, Prabowo mustahil dapat membersihkan dirinya dari
tuduhan pro-Suhartois. Upaya menggertak Habibie dengan pasukan Kopasus-
nya malah semakin menguatkan tuduhan keterlibatannya dalam penculikan
dan pembunuhan para aktivis anti-Suharto dan penjarahan massal anti-Cina.

Prabowo mencoba membaiki Gus Dur, namun Presiden kita ini bukan orang
bodoh yang mudah dikibulin sehingga iapun gagal.

Berbagai golongan anti-demokrasi pasti dipimpin oleh klik Suhartois yang me-
nurut info Prof Sarbini adalahs klik militer yang masih kuat memegang senja-
ta untuk melakukan kudeta.

Di samping golongan golongan itu ada pula golongan kecil yang terdiri atas apa
yang disebut "Young Turks" TNI yang masih bersih hatinurani dan reputasinya.
Mereka dihadapkan dengan dilema menyerahkan para seniornya kepada Mah-
kamah Internasional di kemudian hari, ataukah mementingkan membersihkan
KKN yang dilindungi pula oleh para seniornya yang terlibat korupsi dan mem-
bersihkan semua koruipsi umumnya.

Ini suatu misi yang "impossible" yang memerlukan kebulatan tekad, keberani-
an luar biasa dan hatinurani yang bersih.

Kita lihat sajalah selama Presiden Gus dur berada di luar negeri selama 17
hari
ini, apakah golongan statuskuo anti-demokrasi berhasil manipulasi para Young
Turks ini untuk kemudian dijadikan "fall guy" (kambing hitam) ?

New York, 30 Januari 2000.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 2000 jam 06:42:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke