---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ALI RAHMAN AKAN MUNDUR DARI SEKNEG JAKARTA, (SiaR, 2/2/2000). Ali Rahman diminta mundur dari posisi Sekretaris Negara (Sek-Neg) oleh Gus Dur. Demikian sumber di Istana Negara. Ali yang mengaku orang Nahdlatul Ulama itu, diminta mundur karena terlibat tindak korupsi di masa lalu sebagai pejabat tinggi negara di lingkungan kantor Sekretariat Negara. Beberapa sumber SiaR di lingkungan tersebut yang keberatan disebutkan namanya, mengatakan terdapat indikasi adanya korupsi dalam permintaan Gus Dur terhadap pengunduran diri Ali Rahman tersebut. "Beberapa bukti telah didapat bahwa Pak Ali Rahman terlibat kasus korupsi," ujar sumber tadi. Bukti-bukti tadi misalnya, keterlibatan Ali dalam kasus penyelewengan penyewaan tanah milik Sekneg yang sekarang ditempati Hotel Hilton, di daerah Senayan. "Diperkirakan Ali Rahman mendapat sekitar Rp 4 miliar dari kasus itu saja," tambah sumber tersebut. Memang di lingkungan kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ali dikenal sebagai orang yang bisa diajak 'main proyek'. Beberapa sumber SiaR mengatakan Ali Rahman menduduki posisi Sekretaris Negara atas titipan beberapa kiai Nahdlatul Ulama yang kenal dekat dengan Presiden Gus Dur. Namun tampaknya Gus-Dur juga tidak main-main untuk melakukan 'cuci gudang' dengan membersihkan pejabat yang korupsi. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Feb 2000 jam 11:28:58 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
