---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk GUS DUR MENGGUNAKAN KPP HAM UNTUK MEMECAT WIRANTO JAKARTA, (TNI Watch!, 2/2/2000). Banyak pihak berdecak kagum, termasuk pemimpin negara-negara Eropa dan AS, atas keberanian Gus Dur memecat Menko Polkam Jenderal TNI Wiranto. Yang lebih hebat lagi adalah skenario yang dimainkan Gus Dur. Pandangan yang muncul di masyarakat, Wiranto dipecat karena rekomendasi KPP HAM, di mana Wiranto patut dimintai pertanggungjawaban tentang tindak kejahatan terhadap kemanusiaan di Timtim. Alasan memecat Wiranto karena berdasar rekomendasi KPP HAM, memang logis. Namun perlu diketahui juga, sebelum laporan KPP HAM selesai, sejak jauh-jauh hari sebelumnya, Gus Dur memang sudah berniat hendak memecat Wiranto. Cuma Gus Dur belum menemukan "titik masuk" bagaimana cara memecat Wiranto dengan cara yang halus "khas" Gus Dur. Awalnya akan dipakai peraturan pensiun dini, bagi perwira militer yang berdinas di jabatan sipil (seperti menteri atau gubernur). Rupanya, setelah peraturan ini dimainkan, dampaknya kurang telak bagi Wiranto. Karena pensiun dini Wiranto baru berlaku efektif pada April 2000, tenggang waktu dua bulan ini (Februari dan Maret), dikhawatirkan akan dimanfaatkan Wiranto beserta jaringannya, untuk membuat manuver, yang jelas akan merepotkan Gus Dur. Kesempatan untuk mengeliminir Wiranto secara telak, baru datang tatkala KPP HAM sedang menyiapkan laporan akhirnya di Hotel Milenium, Jakarta Pusat. Menurut beberapa wartawan yang menguntit kegiatan anggota KPP HAM, pada saat anggota KPP sedang sibuk menyusun laporan, Jaksa Agung yang juga mantan Ketua Komnas HAM Marzuki Darusman beberapa kali sempat terlihat "menengok" anggota KPP di hotel tersebut. Apa kepentingan Marzuki datang ke "karantina" KPP HAM itu? Marzuki datang ke situ, sebagai pembawa pesan Gus Dur, agar anggota KPP HAM tidak segan-segan untuk menyebut nama pelaku pelanggaran, terutama bagi anggota TNI. Munculnya dukungan Gus Dur ini, membangkitkan kembali semangat anggota KPP, yang telah didera kelelahan, setelah berhari-hari bekerja dan berdebat. Sasaran Gus Dur jelas, agar Wiranto masuk dalam daftar KPP. Karena sejak awal, nama Wiranto ini menjadi titik kritis, antara disebut atau tidak. Soal disebut tidaknya nama Wiranto ini, merupakan ujian berat bagi KPP HAM. Jadi kalau akhirnya nama Wiranto dan beberapa perwira lainnya disebut, harus diakui itu merupakan sinergi antara keberanian anggota KPP HAM dan dukungan dari Gus Dur. Sebagaimana dikatakan anggota KPP HAM Todung Mulia Lubis, dengan menyebut sejumlah nama perwira TNI, anggota KPP HAM telah berani menyuarakan hati nuraninya (Kompas, 1/2/2000). Tampaknya komposisi anggota KPP HAM juga turut menentukan. Komposisi anggota KPP HAM di Timtim, untungnya tidak diisi oleh anggota Komnas HAM yang konservatif, seperti Bambang W Suharto, Aisyah Amini, Satjipto Rahardjo dan Sugiri. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Feb 2000 jam 11:46:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
