----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Glodok Standard edisi 4 Februari 1999 halaman 1
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Pintu Naga Emas Terbuka, Pintu Toko Tertutup

-------------------
Berdasarkan penanggalan Tionghoa, setelah pukul 00.00 nanti malam, pintu
gerbang Tahun Naga Emas telah terbuka. Dan gerbang Naga Emas ini akan
tertutup pada pukul 00.00 setelah 3 Februari 2001. Itu berarti, sesuai
dengan siklusnya yang hanya 60 tahun sekali, Tahun Naga Emas baru akan
terjadi lagi pada tahun 2060. Masih lama sekali.
-----------------------
 JIKA gerbang pintu Naga Emas dinihari nanti terbuka lebar, pintu-pintu
toko di sebagian besar kawasan Glodok seperti Pinangsia, Pancoran,
Mangga Dua, Sawah Besar, Gajahmada dan wilayah Pecinan lainnya,  Sabtu
besok justeru tutup. Pertokoan di kawasan ini baru buka normal kembali
pada hari Senin. ''Kalau masih ada yang buka, paling-paling hanya
setengah hari. Itu pun hanya melayani order dan bukan transanksi
langsung yang bersifat umum,'' kata A Kiong, seorang pedagang di Gloria,
Pancoran.

  Kenapa mesti tutup? Jawabannya adalah perayaan Imlek. ''Biasa, seperti
Anda yang Lebaran pada 1 Syawal. Imlek merupakan hari raya besar bagi
kami,'' tutur Han, seorang pedagang lainnya di bilangan Petak Sembilan,
masih di Pancoran. ''Buka toko pada hari raya Imlek bawa sial,'' tambah
A Cun, pria Tionghoa berusia lanjut ketika ditemui Standard di bilangan
Pintu Kecil.

Menurut A Cun, Han dan juga A Kiong, mereka mengambil libur dua hari.
Maksudnya, toko mereka baru buka hari Senin. Ketiga pria yang mengaku
lahir dan besar di kawasan Jakarta Kota ini yakin, sebagian besar toko
milik keturunan Tionghoa di wilayah Jakarta Kota ini akan tutup. Kalau
toh buka, hanya separuh hari dan hanya untuk pelanggan-pelanggan
tertentu yang pada hari sebelumnya tak sempat dilayani. Misalnya seperti
pengepakan atau pengiriman barang. Apalagi, menurut A Cun, Imlek kali
ini berbeda dengan Imlek-Imlek sebelumnya karena bertepatan dengan
muncul Tahun Naga Emas. ''Ini tahun istimewa. Tahun yang hebat. Maka
hal-hal yang diyakini bisa membawa sial, harus betul-betul dijauhi,'' tuturnya.

  Berbicara tentang Tahun Naga Emas, banyak etnis Tionghoa yang percaya
tahun ini merupakan tahun keberuntungan. Sebab menurut mereka, tahun
2000 merupakan Tahun Naga Logam. Naga Logam ini bersifat YANG (positif).
''Sebenarnya, Tahun Naga Emas, dulunya tidak dikenal. Astrologi Tionghoa
lebih mengenal kata logam. Misalnya Tahun Naga Logam. Karena logam
dikonotasikan emas, maka kita lebih senang menyebut Naga Emas,'' urai
seorang pengusaha yang meminta namanya tidak perlu disebut. Si Pengusaha
ini tidak bisa menjelaskan, sejak kapan istilah Naga Emas populer dan
sejak kapan Naga Logam tak lagi dipakai. ''Saya bukan ahlinya. Tapi
begitulah cerita dari orang-orangtua kita. Emas adalah logam yang mulia.
Perak atau tembaga juga logam. Tapi karena emas lebih mulia, kata itulah
yang dipakai,'' ujarnya.

  Bagi etnis Tionghoa khususnya dan pemerhati astrologi umumnya, Tahun
ini menjadi sangat istimewa karena Naga dengan unsur dasar logam mulia
(diidentikkan dengan emas), merupakan pengulangan siklus yang hanya
terjadi dalam 60 tahun sekali. Siklus ini didasarkan pada kelipatan shio
yang berjumlah 12. Dalam astrologi Tionghoa, seperti yang juga telah
dikenal sebagian masyarakat penyuka ilmu perbintangan, ke 12 shio itu
dilambangkan dengan ; Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda,
Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi.

  Perayaan Imlek yang kali ini nampaknya terasa lebih istimewa dibanding
tahun-tahun lalu, sejauh pengamatan Standard, sebenarnya tidak hanya
karena tahun 2000 ini merupakan Tahun Naga Emas. Tapi lebih karena aura
politik yang terjadi di tanah air yang telah membuka pintu kebebasan dan
persamaan hak. Terlebih bagi etnis Tionghoa, selama lebih dari 32 tahun
di zaman pemerintahan Soeharto, mereka terkungkung tak boleh ini tak
boleh itu. Sampai-sampai kesenian Barongsai yang seringkali juga
dimainkan oleh warga pribumi, tidak dibolehkan unjuk kelincahan yang
bertumpu pada nilai-nilai seni dan kebudayaan. Itu sebabnya, begitu
pintu rezim orba tumbang dan digantikan oleh pemerintahan Gus Dur,
kesenian barongsai tidak saja kembali menggeliat dan melompat-lompat.
Tapi juga difestivalkan dengan kemeriahan yang meledak ledak.
  Kembali pada hari raya Imlek dikaitkan dengan Tahun Naga Emas, banyak
etnis Tionghoa yang percaya tahun 2000 ini menjadi awal kebangkitan
dunia usaha. Hanya saja, iklim dunia usaha belum cukup kondusif untuk
menyambut sang naga keberuntungan itu. Pasalnya, ini rangkuman dari
berbagai percakapan dengan para pedagang di Glodok, persoalan politik
dan keamanan menjadi kendala yang bisa jadi batu sandungan bagi sejumlah
''naga'' yang ingin datang ke Indonesia. ''Banyak naga (pengusaha dan
modal asing) yang belum kembali atau naga yang ingin menanamkan ivestasi
mereka terkendala oleh situasi politik dan keamanan yang tidak stabil,''
kata seorang pengusaha elektronik. Naga-naga yang dimaksud pengusaha ini
tergolong naga emas alias para pengusaha besar.

  Menurut kalangan pengusaha ini, berbagai kerusuhan yang masih terjadi,
persoalan perbankan yang carut marut, politikus dan pengamat yang lebih
suka berdebat di televisi dan media cetak, membuat para ''naga'' di luar
(negeri) dan ''naga'' yang di dalam (negeri) berpikir keras untuk
kembali menanam investasi mereka. Kalau saja iklim politik dan keamanan
sangat kondusif untuk mendukung dunia usaha, kalangan pengusaha ini
yakin Tahun Naga Emas benar-benar menjadi tahun keberuntungan. ''Krisis
moneter hanya salah satu sebab hancurnya perekonomian, sebab-sebab yang
lain lebih dominan,'' kata pria yang mengaku sudah mulai bisa melupakan
kasus kerusuhan 12 Mei tahun 1998 dan sejak beberapa bulan ini mulai
kembali menata bisnisnya di Glodok dan Mangga Dua.

  Tepat pukul 00.00 setelah 4 Februari (masuk 5 Februari) nanti malam,
pintu Naga Emas terkuak dan Imlek pun dirayakan dengan suka cita oleh
seluruh warga keturunan Tionghoa. Persoalan umum yang tersisa adalah :
apakah Naga Emas benar-benar membawa keberuntungan, walahu'alam. Yang
pasti, besok bakal banyak toko di kawasan Jakarta Kota yang tutup dan
mudahan Senin lusa buka kembali dan Naga Emas masuk dengan benar-benar
membawa keberuntungan bagi semua orang ! (syahran r)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:34:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke