---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 03 Februari 2000 16:20 UTC ** MANTAN PERDANA MENTERI LUBBERS TOLAK PERAN DI MALUKU ** PEMBENTUKAN PEMERINTAH KOALISI DI AUSTRIA ** RAPAT KILAT P.M. BLAIR DENGAN P.M. AHERN ** TOPIK GEMA WARTA: GUS DUR BERUPAYA KERAS YAKINKAN KALANGAN PEMODAL BELANDA ** PRESIDEN WAHID DI BELANDA ** PRESIDEN WAHID BERJUMPA DENGAN MASYARAKAT INDONESIA DI BELANDA * WIRANTO HARUS DIBERI KESEMPATAN BICARA DULU DENGAN PRESIDEN Ketua DPR Akbar Tanjung mengatakan, sebelum Menko Polkam Wiranto menentukan turun jabatan atau tidak, ia harus diberi kesempatan bicara dengan Presiden Abdurrahman Wahid. Akbar Tanjung sendiri berpendapat Wiranto harus mundur, namun selayaknya ia harus diberi kesempatan menarik kesimpulan sendiri. Presiden Wahid saat ini sedang mengadakan perjalanan keliling ke manca negara dan baru kembali sekitar satu setengah minggu lagi. Presiden Wahid mengatakan akan minta Wiranto mundur karena dalam laporan resmi mengenai kekejaman di Timor Timur dituduh bersalah. Hari Rabu kemarin Wiranto selaku Menko Polkam masih menghadiri rapat kabinet, namun setelah itu tidak terdengar lagi beritanya. * MANTAN PERDANA MENTERI LUBBERS TOLAK PERAN DI MALUKU Menteri Ruud Lubbers berpendapat ia tidak bisa berfungsi sebagai penengah dalam kekerasan yang terjadi diantara warga Kristen dan Islam di Maluku. Menurut Lubbers, tidak mungkin menjadi penengah, karena tidak ada pihak-pihak yang jelas. Demikian dikatakan oleh mantan perdana menteri Belanda ini pada Presiden Wahid yang sedang mengadakan kunjungan ke Belanda. Sekitar 200 an warga Belanda keturunan Maluku melakukan aksi unjuk rasa di bandara Schiphol ketika, Presiden Wahid tiba kemarin petang hari waktu setempat. Hari ini Presiden Wahid berjumpa dengan P.M. Wim Kok dan menghadiri jamuan makan siang dengan Ratu Beatrix. Kunjungan keliling di Eropa, Asia dan Timur Tengah oleh Presiden Wahid adalah untuk menarik penanaman modal asing ke Indonesia. * PEMBENTUKAN PEMERINTAH KOALISI DI AUSTRIA Dewan Partai Konservatif Austria menyatakan setuju dengan parjanjian yang dicapai oleh partainya di bawah Wolfgang Schussel dengan partai ekstrim kanan di bawah Jorg Haider yang kontroversial. Schussel yang akan jadi kanselir dalam kabinet baru Austria ini mengatakan tidak ada perpecahan dalam partainya mengenai kerjasama dengan partai ekstrim kanan FPO. Presiden Austria Thomas Klestil, tadi malam mengeluarkan pernyataan tajam mengenai Schussel dan Haider. Presiden Klestil mengatakan keduanya telah menjerumuskan Austria ke dalam jurang krisis paling dalam, dalam sejarah pasca perang dunia kedua. Selanjutnya dikatakan bahwa tokoh-tokoh ekstrim kanan tidak pantas menduduki jabatan umum. Namun, ia sebagai presiden juga wajib mematuhi aturan main dalam negara demokrasi, karena kedua partai ini memiliki jumlah mayoritas dalam parlemen. Hari ini Schussel dan Haider menyusun laporan terakhir untuk presiden yang harus memberi persetujuan pembentukan koalisi baru ini atau tidak. Presiden Klestil menghendaki agar kedua politisi ini dalam kata pengantar program pemerintah mereka mencantumkan pernyataan bahwa mereka mematuhi azas demokratis yang berlaku di Eropa. * RAPAT KILAT P.M. BLAIR DENGAN P.M. AHERN Hari ini P.M. Inggris Tony Blair mengadakan rapat kilat dengan sejabatnya dari Irlandia Bertie Ahern, mengenai proses perdamaian di Irlandia Utara. Rapat kilat ini diadakan sebelum Menteri Inggris Urusan Irlandia Utara Peter Mandelson memberi penjelasan di Majelis Rendah Inggris. Mungkin ia akan membubarkan sementara, pemerintahan regional yang baru berumur delapan minggu. Bila demikian, maka berarti Irlandia Utara langsung berada dibawah pemerintahan London. Kaum Unionist Irlandia Utara mengancam akan keluar dari pemerintahan koalisi, karena IRA belum mulai meletakkan senjata. Pemimpin Sinn Fein, Gerry Adams mengatakan bahwa dalam perjanjian Jumat Agung dikatakan bahwa pelucutan senjata selambat-lambatnya harus dimulai pada bulan Mei, dan hal ini juga berlaku bagi kelompok-kelompok para militer yang pro Inggris. Bila Unionist keluar dari pemerintahan, hal ini sama artinya dengan menghentikan perjanjian perdamaian. * KAPAL TANGKI RUSIA DICIDUK Sebuah kapal tangki minyak Rusia diciduk kapal Angkatat Laut Amerika di Teluk Parsi. Diduga, kapal ini membawa minyak dari Irak untuk diselundupkan ke Emirat Arab. Kapal Amerika ini adalah salah satu kapal dari armada internasional di Teluk Parsi yang mengawasi embargo terhadap Irak. Amerika Serikat telah beberapa kali menuduh Rusia membantu Irak melanggar embargo ekspor minyak. Awak kapal tangki Rusia ini mengadakan penyelidikan di perairan internasional. Tidak diketahui ke mana kapal tangki ini dibawa. * SANGKALAN RUSIA Rusia menuntut agar kapal tangki mereka segera dibabaskan. Menurut Menteri Perhubungan Rusia kapal tangki itu tidak pernah memasuki perairan Irak. Kapal itu tidak memuat minyak dari Irak, melainkan dari Iran. * PRESIDEN RAMOS DINYATAKAN TIDAK BERSALAH Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos dinyatakan tidak bersalah dalam penggelapan uang negara yang sebenarnya adalah untuk proyek pembangunan. Menurut jaksa penyidik, ternyata Ramos tidak ikut meningkatkan anggaran pembangunan itu menjadi 30 juta dollar. Sebelumnya diperkirakan anggaran yang dibutuhkan adalah 10 juta dollar. Mantan Presiden Ramos yang turun jabatan pada 1998 setelah masa kepresidenan selama enam tahun selalu menyangkal ia bersalah. Namun terhadap Ramos, masih berlangsung penyidikan lain untuk tuduhan penyelewengan uang dalam proyek lain. * GUS DUR BERUPAYA KERAS YAKINKAN KALANGAN PEMODAL BELANDA Kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Belanda kemarin dan hari ini dinilai oleh kalangan pakar Indonesia di Belanda sebagai upaya memperkenalkan Indonesia baru. Seorang pakar Indonesia, Dr. Nico Schulte Nordholt berpendapat bahwa Presiden RI benar-benar mengendalikan kekuasaan, walaupun tengah sekarang tengah berada di luar negeri. Menyusul sambutan Gus Dur pada seminar mengenai investasi di Indonesia, di Scheveningen, kepada Dr. Schulte Nordholt kami bertanya butir-butir apa yang paling penting dalam sambutan itu? Nico Schulte Nordholt [NSN]: Tentu yang sangat mengesankan bahwa dia mulai dengan statement atau pengumuman bahwa dia didukung di Indonesia oleh ketua MPR dan DPR dalam usahanya untuk menegakkan hukum dengan membiarkan proses hukum supaya jenderal-jenderal yang dituduh melakukan tindakan penyelewengan ham dibawa ke pengadilan. Setelah pengumuman itu dengan demikian dia sudah meletakkan suasana "Saya menguasai situasi" Dan ini memberi kepercayaan sangat tinggi. RN: Meskipun dia tidak menyebut nama Wiranto ya? NSN: Tidak, dia lebih pinter, dia menyebut jenderal-jenderal, sehingga bukan hanya Wiranto. RN: Artinya seluruh TNI atau bagaimana? NSN: Tidak-tidak. Hanya yang disebut di laporan panitia itu. RN: Oke jadi enam orang jenderal itu. Selain itu tentu juga menekankan usaha perbaikan hak asasi manusia di Indonesia dan paling penting adalah upaya untuk menyakinkan para usahawan, kalangan business Belanda untuk berminat menanam modal modal di Indonesia. Menurut anda upaya itu cukup meyakinkan? NSN: Bagi saya dua hal yang sangat mengesankan. Pertama tentu dia dengan caranya, banyak lelucon, tetapi dengan cara dia sungguh-sungguh meyakinkan kebudayaan barat. Dan dia terutama Belanda mendorong di situ melakukan investment (penanaman modal - Red.) di Indonesia, karena itu disertai sistem nilai-nilai yang dia anut, yaitu hak asasi manusia, perhatian pada lingkungan hidup dan juga kesejahteraan para karyawan. Sehingga dia mengundang investor bukan hanya karena modalnya tetapi karena sistem nilainya yang menyertai investasi itu. Supaya kesejahteraan masyarakat Indonesia diperhatikan. Dan implisit, saya melihat dia ingin mengimbangi investment-investment misalnya dari Korea Selatan atau Jepang yang datang hanya untuk mengambil. Dengan demikian dia sangat implisit. Dan untuk itu ada tugas antara lain untuk saya untuk menjelaskan kepada bangsa Belanda pertama, jangan sombong karena dengan kata-kata yang sangat halus seolah-olah mengelu-elukan, tapi jangat salah tangkap, merasa tahu diri. Kedua, kalau memang melakukan investment ya harus memperhatikan apa yang disebutnya ciri barat itu. RN: Ya, jadi ini satu undangan dengan suatu warna nuansa yang berbeda ya? Tapi bagaimana menurut anda kesan di kalangan bisnis Belanda, apakah cukup meyakinkan ini? NSN: Saya kira mereka semua sangat terkesan. Karena begitu terbuka dia menyebut semua kesulitan yang dihadapi tanpa menyembunyikan apa yang merupakan rintangan. Itulah yang diharapkan investor barat, karena dengan demikian mereka sungguh-sungguh bisa membahas kesungguhannya. Dan kemudian dia juga saya kira menekankan harus menuju situasi yang saling menguntungkan. Kedua itu juga dalam cara tanya jawab. Mana ada seorang presiden yang setelah sambutannya mengundang pertanyaan-pertanyaan yang tidak dipersiapkan dan langsung memberi jawaban dan tentu kalau dia tidak tahu tentang suatu undang-undang dia jawab: silakan tulis itu kirimkan itu kepada duta saya akan terima dan akan saya teruskan pada parlemen. Ini berarti dia terbuka dan tahu prosedurnya. Kalau itu undang-undang, ya harus ke parlemen. RN: Tapi ini juga presiden yang banyak leluconnya ya? Yang mana yang anda paling suka? NSN: Bukan main. Saya hitung ada lima atau enam lelucon. Yang baru bagi saya, dia adalah presiden keempat yang crazy. Yang pertama crazy women, yang kedua crazy fortune, yang ketiga crazy airplanes. Dan dia bikin crazy orang dengan perjalanannya. RN: Soal pertemuan Presiden Wahid dengan mantan Perdana Menteri Belanda Ruud Lubbers, jadi sekarang ada kejelasan ya. Jadi sebenarna yang dibicarakan antara Presiden Wahid dan Lubbers di Jakarta tidak khusus mengenai Maluku bukan? NSN: Memang semula, pada bulan September, masalah Timor Timur masih menjadi sangat hangat tetapi kemudian untuk Maluku. Tapi sekarang jelas, Lubbers diharapkan untuk ikut membantu mencari dukungan di luar negeri. Di dalam negeri orang Maluku harus mencari sendiri jalan keluar. RN: Menurut anda dia tokoh yang pantas untuk mencari dukungan itu? NSN: Untuk mencari dukungan di luar negeri? Ya, sangat pantas! Dengan citra internasionalnya. RN: Mungkin juga menjembatani orang Maluku di Belanda dan orang Maluku di Maluku? NSN: Saya kira itu tidak perlu, karena itu sudah baik dan sudah banyak salurannya. Sumbangan Lubbers tidak ada nilai tambah. Tapi untuk penanaman modal yang dibutuhkan yang sangat besar, di situ peran Lubbers! RN: Ada salah pengertian pemerintah Belanda dengan Ruud Lubbers, apakah itu sekarang sudah menjadi jelas? NSN: Saya kira dengan pernyataan kemarin malam itu semua sudah lurus. Jangan cari-cari ke belakang tapi lihat ke depan. Dengan pembagian tugas semua main peranannya yang sudah ditentukan itu. Demikiran Dr. Nico Schulte Nordholt, pakar Indonesia di Belanda. * TOPIK GEMA WARTA: APA YANG DIBICARAKAN DALAM PERTEMUA JALAN LAUTSE Gara-gara rekomendasi KPP HAM dan ucapan Gus Dur bahwa Wiranto harus mengundurkan diri maka situasi politik di Indonesia mulai meningkat kembali. Soalnya Jenderal Wiranto yang menjabat sebagai Menko Polkam tidak mau mengundurkan diri. Laporan Koresponden Syahrir dari Jakarta: Kamis kemarin Jalaluddin Rachmat, seorang tokoh Islam mengkhawatirkan kelompok-kelompok Islam yang selama ini dekat dengan militer akan melakukan gerakan-gerakan untuk mendukung Wiranto. Jalaludin Rachmat pun waswas Islam kembali akan dimanfaatkan oleh kekuasaan. Seorang aktivis gerakan Islam memprediksi ratusan ribu ummat Islam akan menyambut Presiden jika Gus Dur kembali dari luar negeri. Massa Islam ini akan mendesak Gus Dur akan tidak memberhentikan Wiranto. Wiranto dinilai, selain dekat juga berjasa membela ummat Islam. Kemarin kantor KPP HAM pun sudah didatangi kelompok Islam yang menamakan diri Fraksi 99. Forum Aksi Silaturakhmi 99 ini menganggap rekomendasi KPP HAM yang menyebut nama Wiranto dan perwira-perwira lainnya tidak adil. Penyebutan nama-nama mereka itu membuat kinerja TNI semakin menurun yang akibatnya akan merugikan bangsa dan negara, ujar mereka. Pangdam Jaya Mayjen Ryamizard Ryacudu kemarin menegaskan pihak pro-kemerdekaan pun harus diusut dalam kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Penegakkan HAM jika dijalankan secara sepihak tidaklah fair, kata Ryamizard. Namun menjawab pertanyaan wartawan ia menjamin TNI akan tetap loyal kepada pimpinannya dan juga kepada Presiden Abdurrahman Wabid. Tapi bukan hanya kalangan yang pro Wiranto saja yang bersuara. Kemarin para politisi muda PDI-Perjuangan, PAN dan Golkar yang dipimpin Herry Ahmadi dan Bara Hasibuan, putra Albert Hasibuan mendesak Wiranto supaya mengundurkan diri. Sedangkan sehari sebelumnya, pembela Wiranto, Adnan Buyung Nasution, dalam suatu pertemuan politik di Jalan Lautze Jakarta mengatakan, rekomendasi terhadap Jenderal Wiranto itu sudah melanggar asas praduga tak bersalah. Dalam jumpa pers dengan PM Belanda Wim Kok di Den Haag, Gus Dur juga menyinggung soal pertemuan di Jalan Lautze itu: Gus Dur: Yesterday, there was a rumor that a group of muslim militans will demonstrate against the government in Falatehan Square in the heart of Jakarta. And we believe that there were quote un qoute dirty hands behind that. I don't know whether those hands belongs to the generals or not. But any way dirty hands were there. From here we gave the orders to the National Police Chief as well as the Commander of the Armed Forces and the Attorney General to take care of the situation and the took care in what they think the best way, that is to try to stop people to go there. So in this sense we were lucky that those militants didn't group there But another meeting took place in Jakarta, in Lautze street, between several generals. But of course we have already made known by them that we are in full control of the situation, we know what their moves are and that they have to be careful about what they do. Kemarin, demikian Gus Dur, ada desas desus bahwa sekelompok muslim militan ingin berdemonstrasi menentang pemerintah di Taman Faletehan di Jakarta Pusat. Gus Dur percaya bahwa di situ ada apa yang disebut tangan-tangan kotor, tetapi ditegaskannya ia tidak tahu apakah tangan-tangan itu tangan para jenderal atau atau tidak. Ia memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI serta Jaksa Agung supaya membereskan masalah ini sebaik-baiknya, yaitu menghalangi supaya orang-orang tidak bisa sampai di Taman Faletehan. Presiden Wahid juga menambahkan bahwa beberapa orang Jenderal telah mengadakan pertemuan politik di Jalan Lautze di Jakarta. Kepada mereka sudah dijelaskan bahwa Gus Dur tahu soal pertemuan itu dan sebagai presiden ia tetap mengendalikan keadaan. Oleh karena itu jenderal-jenderal itu diminta untuk berhati-hati. Demikian Presiden Wahid di Den Haag Kamis pagi. Menurut suatu sumber, dalam pertemuan di Jalan Lautze itu, Buyung mengatakan sebagai pendekar demokrasi ia tidak sama sekali tidak berniat untuk menutup-nutupi kesalahan para perwira militer yang diangap melangar hak asasi manusia. Ia justru ingin menegakkan demokasi yang menjunjung supremasi hukum. Dalam sebuah negara demokrasi, hukum adalah segalanya, maka dari itu hukum harus dijunjung tinggi dan dihormati oleh siapapun. Buyung menyatakan tidak setuju terhadap siapa pun yang mengotori hukum, Buyung juga mengatakan bahwa penyebutan nama-nama perwira mliter termasuk Jenderal Wiranto sebagai orang yang bersalah telah melangar hukum bahkan mengotori hukum. Buyung juga mengingatkan bahwa Wiranto jangan hanya dipandang sebagai faktor pribadi tetapi harus pula diingat faktor politiknya. Jauh hari sebelum Soeharto jatuh Wiranto sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Gus Dur, Megawati, Amien Rais dan Sultan Hamengku Buwono X. Tentu di balik itu Wiranto bukan berdiri selaku pribadi tetapi mewakili salah satu kekuatan politik yang cukup kuat yaitu TNI. Maka faktor itu harus diperhitungkan. ABN alias Adnan Buyung Nasution lebih lanjut mengatakan bahwa kehadirannya sebagai pembela hukum TNI disambut sebagai tetesan es di tengah terik matahari. Di tengah-tegah situasi di mana TNI bertubi-tubi dihujat oleh masyarakat, tiba-tiba ia tampil sebagai pengacara. Ia ingin sekali masyarakat, terutama pers, jangan terlalu kasar memperlakukan tentara, karena hal itu sama halnya dengan membangunkan macan tidur. Jangan-jangan kalau tentara dihujat terus-terusan hal itu justru menjadi kontra produktif sehingga militer balik menyerang dengan melakukan kudeta. Dan kalau hal itu sampai terjadi kita akan gagal membangun demokrasi. Adnan Buyung Nasution mengakui bahwa pelangaran hak asasi manusia di Timtim pasca jajak pendapat memang sangat dahsyat. Hampir semua bangunan peninggalan RI yang menelan biaya bermilyar-milyar Rupiah telah dibumuhanguskan sehingga tidak ada sama sekali monumen peningalan RI yang bisa diwariskan kepada rakyat Timtim selama lebih seperempat abad pendudukan Indonesia. Oleh karena itu wajarlah kalau para pejuang hak asasi manusia sangat marah terhadap perilaku militer yang melakukan tindakan brutal. Akan tetapi Burung berharap sebagai penegak hukum dan pejuang demokrasi kita harus menghadapinya dengan kepala dingin dan hati-hati. Sejak dahulu Buyung menyatakan tidak setuju jika militer ikut campur dalam politik dan sampai sekarang ia masih konsistendengan pandangan poitiknya seperti yang ditulis dalam disertasinya di Belanda. Namun demikian kita harus bisa bermain cantik dalam menegakkan demokrasi. Kalangan TNI sudah mengakui bila memang ada angotanya ada yang bersalah ia merelakan untuk diberi sanksi hukum yang setimpal, asalkan sesuai dengan jalur hukum yang benar. Kemudian menangapi seorang penanya sekiranya jatuhnya Wiranto itu ada intrik dengan kelompok Prabowo mana yang lebih kuat antara keduanya? Menurut Buyung Prabowo tidak cukup kuat. "Kalau selebihnya saya tidak tahu karena saya bukan ahli militer. Saya hanya berbicara tentang supremasi ukum yang harus dihormati oleh semua pihak." Demikian Buyung Nasution. * PRESIDEN WAHID DI BELANDA Sekali lagi Presiden Abdurrahman Wahid yang saat ini berada di Belanda, memperingatkan para jenderal agar tidak melakukan kudeta. Beliau mengatakan bahwa pada hari Rabu kemari ada perjumpaan antara beberapa jendral di Jakarta. Ada dugaan rencana merebut kekuasaan di bawah pimpinan Wiranto. Kepala negara memperingatkan agar berhati-hati dan menambahkan bahwa pemerintahnya menguasai keadaan. * PRESIDEN WAHID BERJUMPA DENGAN MASYARAKAT INDONESIA DI BELANDA Setelah disambut resmi oleh Ratu Beatrix, di Istana Noordeinde, Presiden Abdurrahman Wahid Rabu malam mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Wisma Indonesia, rumah kediaman duta besar Indonesia di Belanda. M. Nanere, ketua Yayasan Sultan Babulah mengatakan pembicaraan dengan Presiden Wahid sangat terbuka dan akrab. Harapan kami besar, beliau adalah seorang yang bijak, dan kami rasa beliau bisa mengembalikan ketenteraman di Maluku. Tugas kami adalah memberi dukungan, demikian Nanere. Pada kesempatan itu kepala negara juga berjumpa dengan wakil-wakil dari organisasi Maluku lain. Antara lain dibicarakan masalah hak asasi manusia, pembangunan kembali Maluku dan bantuan kemanusiaan. Direncanakan pengiriman sebuah kapal pada akhir April mendatang membawa obat-obatan, sandang dan pangan untuk Maluku Utara dan Selatan. Presiden Wahid menjanjikan bantuan tentara Indonesia agar bantuan itu betul-betul sampai di tempat tujuan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:36:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
