----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 9 Februari 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

APA GUS DUR MERASA AMAN?
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Presiden Gus Dur dan Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi.

NU JADI BENTENG DAN SIAP BELA GUS DUR DIBAWAH UUD'45 SEKULAR

Gus Dur sekarang masih tetap menikmati dan menghirup udara sekularisme
di negara-negara Eropa yang dikunjunginya sampai 13 Februari 2000.
Pikirannya menjadi segar dan nyaman dapat menghisap hawa paham
sekularisme. Beberapa berita yang melambungkan isu-isu kudeta tidak
menyebabkan Gus Dur terperanjat. Ancaman dari kiri-kanan tidak
menjadikan otaknya yang penuh humor menjadi terkulai.

Karena nun jauh di belahan dunia Asia Tenggara, di Negara Pancasila,
Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi, Senin, 7 Februari 2000,
mendeklarasikan bahwa "Nahdliyin siap di belakang Gus Dur jika ada pihak
yang coba-coba mengkudeta presiden. Kita siap membela di bawah
konstitusi kalau ada usaha kudeta. Tidak benar Gus Dur terancam karena
Gus Dur didukung oleh banyak kalangan. Dia pun memiliki legitimasi yang
kuat" ( http://www.satunet.com/artikel/isi/00/02/07/6329.html ).

NU BUKAN HANYA DUKUNG GUS DUR, TETAPI HARUS MEMBUANG PIKIRAN
SEKULARISME-NYA

Banyak orang terpesona pada Gus Dur dengan akrobat diatas talinya.
Seperti yang diturunkan oleh Republika Online edisi: 27 Januari 2000
dengan menampilkan tulisan "Mengevaluasi Sang Guru" yang menggambarkan
hasil pemikiran penulisnya dengan gambaran bahwa "melihat Gus Dur
seperti ''lukisan Monalisa'', yang ''bisa menyesuaikan diri'' dengan
jiwa dan kondisi psikologis orang yang melihatnya. Oleh sebab itu,
membaca ''ucapan, pikiran, dan tindakan Gus Dur'' haruslah dengan
perspektif yang benar, perspektif yang sesuai dengan karakter Gus Dur,
yakni sebagai Guru (dengan ''G'' besar) bagi bangsa Indonesia, khususnya
umat Islam" (Mengevaluasi Sang Guru, Republika Online edisi: 27 Januari
2000)

Kelihatannya dengan diloloskannya tulisan "Mengevaluasi Sang Guru" oleh
pengasuh Republika Online menunjukkan bahwa secara tidak langsung Gus
Dur telah diangkat sebagai Guru bagi bangsa Indonesia, khususnya umat
Islam.

Disinilah saya melihat bahwa bagaimana sebagian rakyat Indonesia
terpesona dengan keligatan Gus Dur dengan loncatan-loncatan
sekularismenya, sehingga mampu memberikan bayangan dan gambaran kepada
sebagian rakyat Negara Pancasila bahwa sekularisme adalah paham yang
bisa menyelamatkan kemelut yang menimpa bangsa Indonesia.

Apabila Gus Dur "....mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang
beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah
itulah yang pasti menang" (Al Maidah, 5: 56).

Tetapi kalau Gus Dur "....dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian
(iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman)
dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa
yang disesatkan Allah,  maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan
(untuk memberi petunjuk) baginya" (An Nisa, 4: 143).

Tentu saja bagi umat Islam "....janganlah kamu mengambil jadi
pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan
permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab
sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman"
(Al Maidah, 5: 57).

PERSATUAN YANG DITERAPKAN GUS DUR PERSATUAN SEMU

Persatuan yang didasarkan pada sekularisme merupakan dasar pijakan Gus
Dur untuk merangkul seluruh rakyat Negara Pancasila. Karena itu ketika
Gus Dur membicarakan persatuan, agama tidak boleh diangkat kepermukaan.
Selama agama dijadikan dasar persatuan, maka selama itu persatuan tidak
akan terlaksana. Itulah pemikiran yang keluar dari paham sekularisme-nya
Gus Dur.

Persatuan Gus Dur adalah persatuan yang tidak didasarkan pada keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan
mengharap ridha Allah SWT.

Pemerintahan Gus Dur adalah pemerintahan yang tidak dibangun atas dasar
masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan
dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan
hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al
Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan
dan ras.

Inilah sedikit tanggapan untuk Presiden Gus Dur dan Ketua Umum PB NU KH
Hasyim Muzadi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 2000 jam 02:36:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke