---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MANTAN IMAN MASJID DIBUNUH BANDA ACEH, (MeunaSAH, 8/2/2000). Tgk Hanafiah (53) mantan Imam Masjid Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, tewas ditembak tiga pria tak dikenal, Minggu (6/2) tengah malam. Setelah korban dibunuh, rumahnya dibakar kelompok itu. Tgk Hanafiah didatangi tiga pria tak dikenal bersenjatakan laras panjang dan kemudian menembak mantan imam desa, sekaligus membakar tempat tinggalnya yang baru dua bulan dibangunnya. Letusan senjata sebanyak dua kali di tengah malam buta membuat warga ketakutan. Setelah suara tembakan reda, sejumlah warga mendekat ke lokasi kejadian. Masyarakat mendapati mantan imam desa itu bersimbah darah di pangkuan istrinya. Masih menurut warga, hari Minggu sampai malamnya tidak ada aparat keamanan melakukan penyisiran di kawasan itu, lebih-lebih malam hari. Kemungkinan besar ia dihabisi kelompok tak dikenal. "Kepergian Tgk Hanafiah ke Takengon mencari penghidupan yang layak, bukan disebabkan bermasalah dengan warga desa atau pihak lain. Setelah lama menetap di Aceh Tengah, beliau pulang ke desanya ingin membangun hidup baru bersama keluarga," kata seorang tetangga. Sementara itu, Abubakar penduduk Keude Matangkuli yang diculik dua pekan lalu, sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Abubakar menghilang bersama satu unit sepeda motor merek Yamaha bebek 21 Januari lalu saat dalam perjalanan ke Pante Bidari mengantar sewa. Pria tersebut adalah kepala dusun Tgk Blang Lhok, Keude Matangkuli meninggalkan seorang istri dan empat anaknya yang masih kecil-kecil. Sementara itu, warga menemukan dua sosok mayat di pinggir jalan negara Banda Aceh-Medan, Senin (7/2), tepatnya di Desa Paya Naden, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. Kedua mayat yang ditemukan warga pukul 6.30 WIB itu penuh dengan luka bekas penganiayaan berat. Kemudian masyarakat mengenali keduanya masing-masing Sulaiman Yusuf (45), penduduk Desa Pantonlabu Tanah Jambo Aye, dan Darman (23) warga Desa Meunje Peuet, Baktia Aceh Utara. Kedua mayat tersebut dievakuasi oleh anggota Brimob Pos Pantonlabu, kemudian dibawa ke Puskesmas Simpang Ulim. "Kami hanya memenuhi tugas kemanusiaan mengambil mayat itu, walaupun bukan dalam wilayah tugas kami," kata perwira Brimob setempat. Setelah divisum di Puskesmas, kedua mayat dijemput keluarganya pukul 11.30 WIB untuk dikebumikan. Kondisi kedua mayat itu amat menyedihkan, seluruh anggota tubuhnya terdapat bekas benturan benda keras dan pada bagian punggung, kening, dan dada terdapat bekas tusukan benda tajam. Siksaan terhadap korban sebelum menemui ajal bukan hanya itu, tapi lebih mengerikan adalah lehernya dijerat dengan kabel listrik, kemudian di bagian belakang diputar dengan kayu pelan-pelan. Bahkan kayu yang digunakan untuk memutar kabel tersebut masih terpasang pada tali itu, sementara kedua tangan korban posisi terikat ke belakang. Beredar pembicaraan di kalangan masyarakat bahwa kedua korban pada Sabtu lalu ditangkap aparat yang melakukan penyisiran di kawasan Matang Linya, Kecamatan Baktia. Selain dua korban, begitu pembicaraan masyarakat, juga ditangkap tiga orang lainnya yang hingga kini belum diketahui nasibnya. Tapi, desas-desus di kalangan masyarakat ini belum mendapat konfirmasi dari aparat. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Feb 2000 jam 05:56:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
