----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

JENDRAL TNI SUBAGYO PERANCANG KERUSUHAN TIMTIM

        JAKARTA, (TNI Watch!, 8/2/2000). Sebuah harian terkemuka di Inggris,
The Independent, Minggu (6/2), mengungkap data yang mereka sebut sebagai
"Dokumen Rahasia TNI". Laporan itu mengatakan, mantan KSAD, Jenderal TNI
Subagyo Hadisiswoyo, adalah salah satu otak dari kekerasan yang dampaknya
berbuntut panjang sampai sekarang itu. Di mana Subagyo dikatakan telah
mengeluarkan surat perintah untuk melakukan langkah refresif dan kekerasan
di Timtim, untuk mempertahankan kawasan itu tetap dalam RI.

        Secara terbuka, adanya keterlibatan langsung para jenderal TNI dalam
tindakan represif dan kekerasan di Timtim dalam kaitan tujuan tersebut,
diungkapkan harian Inggris yang cukup berpengaruh tersebut. The Independent,
melalui sejumlah dokumen yang diterima dari sejumlah LSM di Indonesia dan
Timor Timur itu, menyebutkan para jenderal TNI mengatur langsung aksi-aksi
tekanan dan kekerasan terhadap mereka yang pro-kemerdekaan Timtim.

        Menurut harian ini, setelah pemerintah Indonesia menyetujui
dilangsungkannya referendum, secara rahasia dirancanglah upaya-upaya yang
bisa menangkal kemenangan pro-kemerdekaan. Tentara diperintahkan menekan
penduduk lokal dan persenjataan dibagi-bagikan ke sejumlah kelompok milisi.
Dalam salah satu dokumen yang diberitakan, KSAD Jenderal Subagyo HS melalui
telegram memerintahkan kepada pasukan-pasukan yang ditempatkan di Dili untuk
menyiapkan langkah-langkah represif dan kekerasan serta suatu rencana
evakuasi bila hasil referendum dimenangkan kubu pro kemerdekaan. Telegram
tersebut, sebagaimana diberitakan, bertanggal 5 Mei 1999. Tanggal tersebut
bertepatan dengan penandatanganan perjanjian Pepera oleh Menlu RI di markas
besar PBB di New York.

        The Independent mengaku memperoleh salinan dokumen-dokumen tersebut
dari para aktivis HAM dari Yayasan Hak, Dili, yang mengklaim mendapatkan
surat-surat rahasia itu setelah menyelusup masuk ke gedung bekas markas
regional TNI-AD (Markas Korem 164/Wiradharma) di Dili yang telah
ditinggalkan. Dokumen yang dikumpulkan mencapai satu truk.

        Lebih jauh, The Independent mengutip temuan sebuah dokumen tentang
rencana pengevakuasian yang disusun hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan
referendum 31 Agustus 1999. Rancangan tersebut membagi populasi Timtim ke
dalam dua kelompok, yang pro dan anti kemerdekaan. Dokumen itu juga menyebut
angka perkiraan bahwa kelompok anti kemerdekaan akan kalah suara dengan
perbandingan 367.591 banding 517.430 yang setuju kemerdekaan.

        Dokumen itu juga menungkapkan adanya instruksi kepada kepolisian,
bahwa bila pihak pro-kemerdekaan menang, mereka harus mengevakuasi 50 persen
dari pendukung otonomi atau mereka yang anti kemerdekaan. Mengenai berita
tersebut, The Independent juga mengutip pendapat seorang diplomat Barat yang
menyatakan bila benar, dokumen tersebut merupakan temuan yang menentukan
dalam penyelidikan kasus pelanggaran HAM di Timtim pasca referendum.

        Diplomat yang tidak disebut jatidirinya itu, menambahkan
keterkejutannya terhadap sejumlah besar persenjataan yang menurut dokumen
rahasia itu telah dibagikan kepada kelompok-kelompok milisi pro-Jakarta.
"Kami tahu kalau milisia menerima persenjataan militer, tapi kami tidak
pernah tahu kalau jumlahnya sebesar itu," ujarnya. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 2000 jam 06:18:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke