----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 10 Februari 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TRIALOG ANTAR AGAMA SEPERTI MINYAK DALAM AIR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Presiden Gus Dur.

DENGAN DUA TANGAN TERBUKA GUS DUR RIDHAI TRIALOG ANTAR AGAMA, ISAT

Sepulang dari kunjungan kerja ke negara-negara Eropa, Gus Dur juga yang
dikenal sebagai anggota Shimon Peres Foundation dengan senang hati akan
membuka trialog tertutup antar pemeluk Islam, Yahudi dan Kristen yang
lebih dikenal dengan nama International Scholars Annual Trialog (ISAT)
yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2000 di Hotel
Peninsula Jakarta Barat dibawah koordinator ISAT Prof Leonard Swidler.

Kelompok Muslim diwakili oleh Dr Farid Esack, seorang teolog pembebasan
Islam dari Afrika Selatan, Prof Mahmoud Ayoub dari  Libanon, ahli
Islam  yang buta matanya, Prof Mehmet Aydin, guru besar ternama dari
Turki, Abderrahmane Lakhsassi dari Maroko, dan Dr Zeenat Shaukat Ali
dari India.

Kelompok Yahudi  diwakili oleh rabbi Deborah Waxman dari
Reconstructionist Rabbinical College, Philadelphia, AS, Prof Rachelle
Waiman direktur Interconflict Resolution dari kota Haifa Israel, rabbi
David Rosen dari Yerusalem, dan Prof Avi Ravitsky guru besar pada Hebrew
University.

Kelompok Kristen diwakili oleh  Prof Leonard Swidler, dosen Temple
University  Amerika, Prof Paul Knitter, Prof Alan Race, rektor Institut
Teologi Anglikan di Inggris, dan Prof Karl-Joseph Kuschel dari
Tuebingen, Jerman.

Sedangkan wakil dari Indonesia yang bukan anggota ISAT, tetapi
dibolehkan ikut adalah Dr Bachtiar Effendi dari Litbang Depag, Prof Dr
Azyumardi Azra dari IAIN Syarif Hidayatullah, Dr JB Banawiratma pemikir
Katolik dari
Yogyakarta, Dr Th Sumarthana pemikir Protestan. Dr Gde Natih pemikir
Hindu, dan F Endro pemeluk Budha. (
http://satunet.com/artikel/isi/00/02/10/6585.html ).

TRIALOG ANTAR PEMELUK ISLAM, KRISTEN DAN YAHUDI BAGAI MINYAK DALAM AIR

Apa yang akan mereka diskusikan adalah tidak ada bedanya dengan apa yang
selalu dipertontonkan di acara TV- pemerintah Kerajaan Sekuler Swedia
dengan judul acara minggu terbuka dengan menyelipkan dialog antara
tokoh-tokoh agama dari Kristen, Yahudi, Islam, Budha untuk melambungkan
pemikirannya mengenai kehidupan manusia di negara-negara sekuler.

Dialog tersebut tidak ada bedanya seperti tumpahan minyak dalam air,
atau dengan perkataan lain, membicarakan nilai-nilai, norma-norma,
kaidah-kaidah yang ada dalam agama dibawah naungan paham sekularisme
tidak akan menyuburkan nilai-nilai, norma-norma, kaidah-kaidah agama itu
sendiri. Oleh sebab itu apapun yang didialogkan hanya sampai pada batas
dialog saja, karena lautan sekularisme tidak bisa menelan dan
menerimanya.

Negara Pancasila yang mempunyai penduduk mayoritas kaum muslimin
merupakan lautan sekularisme yang menghancurkan segala nilai-nilai,
norma-norma, kaidah-kaidah agama. Tidak ada bedanya dengan lautan
sekularisme yang ada di negara-negara Eropa dan Amerika.

Selama nilai-nilai, norma-norma, kaidah-kaidah agama itu hanya merupakan
bahan diskusi dan dialog antar agama didalam iklim sekularisme, maka
selama itu hasil dialog tersebut tidak akan meninggalkan bekas.
Sebagaimana yang terjadi di negara-negara sekular.

TRIALOG ISAT YANG HANYA MENGHASILKAN FATAMORGANA

Begitu juga dengan trialog International Scholars Annual Trialog (ISAT)
yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 14 Februari 2000 di Jakarta,
tidak lebih dan tidak kurang selain trialog nilai-nilai, norma-norma,
kaidah-kaidah agama (Islam, Kristen, Yahudi) yang hasilnya akan menguap
dari lautan sekularisme negara Pancasila.

Tetapi kalau trialog ISAT tersebut didasarkan pada pembangunan persatuan
dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan usaha
membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu
kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan
musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan
akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang
bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras, maka hasil trialog ISAT itu akan menjadi
pupuk yang subur.

Inilah sedikit tanggapan untuk Presiden Gus Dur.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Feb 2000 jam 20:15:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke