----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 7 Pebruari 2000

SIPIL JUGA BISA KUDETA

Jakarta, Rakyat Merdeka

Anggapan bahwa cuma militer yang bisa melakukan kudeta, ternyata
keliru, sebab kalangan sipil pun ternyata bisa mempunyai kemampuan
untuk melakukan kudeta. Caranya tentu saja berbeda dengan militer.

Elit politik yang terdiri dari orang-orang sipil bisa melemparkan
isu kudeta untuk mendiskreditkan sekelompok militer yang loyal
kepada pemerintah. Atau cara lainnya, melakukan rekayasa politik,
misalnya secara kolektif mengundurkan diri dari kabinet dan
jabatan eksekutif.

Salah seorang sesepuh TNI Letjen <Purn> Ali Sadikin dalam
percakapan dengan Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin mengaku gemas
menyikapi isu kudeta tersebut. Menurutnya isu tersebut secara
sengaja digulirkan oleh para elit politik.

Kabar tentang pertemuan sejumlah jenderal di Jalan Lautze Rabu
<2/2> malam lalu pun malah membuat bekas gubernur DKI Jakarta itu
merasa heran.

"Harus jelas dulu kenapa mereka <para jenderal, red> sampai mau
melakukan kudeta? Apa kesalahan pemerintahan Gus Dur dan Mega. Kok
mau melakukan kudeta? coba tunjukkan mana kesalahan pemerintahan
Gus Dur-Mega sekarang. Harusnya kita bangga dengan pemerintahan
Gus Dur-Mega. Kenapa? Karena mereka dipilih seluruh rakyat. Proses
pemilihannya juga dilakukan secara demokratis," tandas Bang Ali--
panggilan dekat Ali Sadikin--dalam percakapan dengan Rakyat
Merdeka di kediamannya di Jakarta, tadi malam. Bang Ali yakin TNI
tak akan melakukan kudeta. Sebab TNI berasal dari rakyat, untuk
rakyat dan oleh rakyat.

Kenapa Anda yakin TNI tak mungkin kudeta?

Pokoknya TNI nggak mungkin kudeta. TNI kita nasionalismenya
terhadap rakyat, bangsa dan negara kuat. Kalau satu atau dua orang
TNI ada yang mbalelo, itu tentu tidak ada apa-apanya, tidak
berpengaruh. Artinya mereka tidak bisa disebar kemana-mana,
lagi pula mereka nggak akan mampu mengatur masyarakat yang banyak
begini.

Isu kudeta terus berkembang, apa ada kaitan pernyataan Gus Dur
yang ingin mencopot Wiranto?

Saya tidak mau mengomentari masalah itu. Karena mungkin akibat
banyaknya pertanyaan-pertanyaan wartawan luar negeri, jadinya
posisi Gus Dur terdesak. Karena itu, sekarang posisi Gus Dur nggak
enak dan Wiranto juga nggak enak.

Apa Anda melihat isu kudeta sengaja dilemparkan para elit politik,
tujuannya untuk menggoyang pemerintah?

Ya, beberapa kali kita sudah dengar bahwa elit politik kita sering
memojokkan pemerintahan Gus Dur-Mega demi kepentingan udel mereka
sendiri. Itu jelas menandakan bahwa elit-elit politik kita tidak
suka atau kecewa terhadap pemerintahan Gus Dur-Mega.

Kalau mereka suka, tentu tidak akan melakukan kritikan-kritikan
busuk. Mereka akan melakukan kritikan yang sifatnya membangun.
Elit politik yang hanya mementingkan diri sendiri, kelompok atau
golongan orang-orang edan.

Maksudnya?

Saya dulu, waktu menjabat Gubernur DKI tahun 1966 tidak segampang
melihat seperti elit-elit politik sekarang. Untuk menentukan visi,
misi dan program saja membutuhkan waktu enam bulan. Tapi sekarang
saya heran pemerintahan Gus Dur-Mega baru berjalan 100 hari sudah
dikritik.

Bahkan ada yang mengkritik pemerintahan yang baru berjalan 30
hari. Elit politik macam apa itu. Aparatur, DPR, hukum... itu
semua hancur. Masak Gus Dur-Mega harus menyelesaikannya dalam
waktu 30 hari atau 100 hari. Jadi mereka itu jangan sok-sokan
mengkritik. Emang enak ngurus negara. Kalau ngurus RT sih, memang
gampang.

Jadi sebaiknya para elit politik bagaimana?

Ya, nggak usahlah sok-sokan. Sekarang ini yang penting kita
bersatu, berbuat sama-sama untuk memperbaiki kondisi negara. Kita
harus jujur terhadap keadaan dalam negeri. Kita harus mendahulukan
kepentingan bangsa dan negara.

Bukan memikirkan kepentingan individu, kelompok atau golongan
sendiri-sendiri. Keadaan negeri kita ini merupakan bom waktu yang
ditinggalkan Orde Baru. Jadi kesalahan dulu oke lah. Tapi
kalau untuk sekarang, kesalahan-kesalahan itu jangan sampai
ditimbulkan lagi. Kita harus teliti untuk memperbaiki keadaan ini.
Sudah cukup selama 32 tahun rakyat kita menderita.

Menurut Anda, kondisi kita sekarang sudah sangat genting?

Ya, memang kondisi dalam negeri kita sudah sangat genting. Keadaan
daerah-daerah sudah tidak menentu. Bahkan isu-isu dilontarkan
begitu saja, sehingga membuat hiruk-pikuk rakyat.

Mereka yang melontarkan isu-isu politik itu adalah memang
tujuannya untuk membuat kacau negara. <WIN>

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 2000 jam 03:38:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke