----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

aceh sekarang dan..rebutan kuasa dalam gamACEH SEKARANG DAN MASA DEPAN
Oleh Teuku Don Zulfahri
SEKITAR DUA BULAN YANG LEWAT SAYA BUAT PREDIKSI BAHWA PEREBUTAN KUASA DALAM TUBUH GAM 
AKAN MENJADI PENYEBAB SEMUA GERAKAN SIPIL
LUMPUH DAN SIRNANYA TUNTUTAN REFERENDUM, SEKARANG SUDAH MENJADI KENYATAAN. APA LANGKAH 
KITA SELANJUTNYA?
Pertama:
Apapun ceritanya dan apapun kenyataannya, bangsa Aceh harus tetap konsisten dan yakin 
bahwa Aceh bukan sebagian dari Republik
Indonesia. Apapun resikonya dan apapun bentuk derita yang dibawa penjajah serta kita 
alamai sekarang, bangsa Aceh tetap harus tabah
dan bersyukur kepada Allah SWT bahwa kita tetap satu bangsa yang tidak mudah 
dikalahkan walaupun dengan kekejamanan seberat manapun.
Kekejaman jangan sekali-kali kita balas dengan kekejaman, karena kita bangsa Aceh 
bukan bangsa kejam dan bukan bangsa brutal seperti
bangsa lain. Kita bangsa Aceh adalah bangsa cinta damai, kita bangsa Aceh adalah 
bangsa pemaaf dan kita bangsa Aceh adalah bangsa
mulia.

Kedua:
Kesepakatan gerakan sipil tentang REFERENDUM sebagai satu satunya solusi untuk 
penyelesaian dan penentuan masa depan Aceh supaya
dipelihara dan dijaga dengan rapi dan jangan sekali-kali dicemari dengan aksi-aksi 
yang melanggar undang-undang penjajah dan jangan
sekali-kali terprovokasi dengan provokator serta jangan terikut-ikut dengan ajakan 
AGAM atau apapun gerekan garis keras yang wujud
di Aceh sekarang. Jangan, saya mohon kepada adik-adik mahasiswa, saya mohon kepada 
adik-adik Taliban, saya mohon kepada Abu-abu dari
Dayah, saya mohon kepada anggota-anggota LSM, saya mohon kepada semua pihak yang 
berada diluar jajaran GAM dan AGAM, termasuk rakyat
umum supaya jangan ikut dan jangan praktekkan cara-cara kami, jangan! Sekali lagi saya 
mohon, JANGAN!!!!!
Jangan beri alasan untuk TNI/Polri menangkap atau menindak anda!

Ketiga:
Saya dan rakan-rakan dalam barisan Demokrat kepemimpinan GAM sedang dan akan terus 
berusaha untuk mencari penyelesaian lewat dialog
dengan RI supaya TNI/Polri kehilangan alasan untuk berada di bumi Aceh. Walaaupun saya 
tidak bisa memberi jaminan, tetapi saya yakin
pimpinan GAM barisan Fanatik akan membantu dan setuju dengan ajakan kami karena mereka 
juga mempunyai agenda untuk memerdekakan
Aceh, sama dengan preogram kita semua. Manakala golongan Bandit dan provokator TNI 
yang berada dalam tubuh GAM akan kami basmi dalam
waktu sessingkat-singkatnya, Insja Allah dengan doa dan restu anda semua. Sebagai 
informasi, halangan yang paling besar kami hadapi
disebabkan golongan terakhir ini adalah ciptaan TNI yang sudah sekian lama mengkuku 
dalam tubuh GAM. Tetapi dalam kepercayaan kita
ummat Islam, Iblis akan tetap kalah akhirnya dan Islam tetap menang. Jangan 
sekali-kali kita hilang pegangan agama dan kepercayaan
tersebut.

Keempat:
Hak menentukan masa depan Aceh wajib kita pastikan, dengan cara apapun, diserah 
kembali kepada rakyat Aceh oleh penjajah ataupun
oleh jahilliyah yang mengobok-obok Aceh sekarang. Hanya rakyat Aceh yang berhak dan 
rakyat Aceh, saya pasti, akan memilih Merdeka!
Sementara cita-cita ini menjadi kenyataan dengan dukungan dunia dengan cara yang penuh 
demokratis, berdoa dan berawakal kepada
Allah. Biarkan kami yang menyelesaikannya dengan RI sehingga memberi laluan kepada 
anda semua bergerak kembali untuk mencapai
cita-cita kita bangsa Aceh*

TENTUNYA ADA DIANTARA ANDA YANG MENGANGGAP SAYA BODOH MENGGARISKAN LANGKAH-LANGKAH INI 
SECARA TERBUKA SEHINGGA MUDAH DIANTISIPASI
OLEH MUSUH, TETAPI SAYA MEMPUNYAI KEPERCAYAAN BAHWA UNTUK MELAWAN MUSUH SEPERTI 
TNI/Polri SERTA JAHILLIAYAH, MAKA TIDAK ADA APA LAGI
YANG PERLU KITA SEMBUNYIKAN. MULAI HARI INI SEMUA RENCANA KITA YANG MENYANGKUT 
KEPENTINGAN MASA DEPAN BANGSA ACEH AKAN MENJADI SATU
PROGRAM YANG TRANSAPARAN, JELAS DAN TIDAK PERLU SEMBUNYI-SEMBUNYI DENGAN ALASAN 
RAHASIA DAN SEMACAMNYA.

Berikut adalah prediksi yang saya maksudkan yang saya publikasi sekitar dua bulan yang 
lalu:

PEREBUTAN KUASA DALAM GAM
Diantara Bandit, Fanatik dan Demokrat
Oleh: Teuku Don Zulfahri

"Cita-cita bangsa Aceh untuk menentukan nasib sendiri lewat Referendum yang dibawa 
oleh mahasiswa dan didukung oleh ulama nampaknya
berada diambang kegagalan akibat adanya perebutan kuasa di dalam tubuh GAM. Perebutan 
kuasa diantara bandit-bandit, fanatik dan
demokrat ini pasti akan menjadi punca kegagalan Aceh berdiri sendiri, bebas dari 
Republik Indonesia" Pandangan pribadi Teuku Don
Zulfahri

Sehari selepas ulang tahun GAM yang ke 23, tepatnya pada tanggal 5 Disember malam, 
saya memimpin satu rapat khusus Majelis
Pemerintahan GAM di Shah Alam, Malaysia. Posisi saya sebagai wakil salah seorang 
anggota Majelis yang pada saat itu sedang bertugas
di Aceh melayakkan saya memimpin rapat tersebut.
Dalam laporan saya kepada Majelis atas nama Sekjen GAM dan Kepala Sekretariat Majelis, 
saya bentangkan semua pencapaian-pencapaian
dan kegagalan-kegagalan GAM selama 9 bulan terakhir ini baik yang dibawah komando 
Majelis maupun dibawah komando warga Singapura
ataupun yang dikomando lansung oleh Hasan Tiro dan kaum kerabatnya. Pencapaian GAM 
yang membanggakan adalah berhasil membangun
kekuatan yang menakutkan RI serta berhasil membendung meletusnya perang 'premature; 
menjelang 4 Disember, manakala kegagalan besar
GAM adalah membawa penderitaan kepada rakyat Aceh dengan propaganda dan penipuan serta 
pengurasan dana rakyat yang keterlaluan. Saya
juga mengingatkan mereka bahwa hingga saat ini belum ada satu negarapun yang mendukung 
GAM.
Saya mengimbas kembali kepada Majelis tentang tujuan dan maksud pembentukan Majelis 
Pemerintahan (MP GAM) pada bulan Maret 1999 yang
lalu. MP GAM yang dibentuk tak kala GAM tertidur dan porak poranda itu, saya bilang, 
sudah memainkan peranannya dengan sempurna
untuk kepentingan bansa Aceh. Saya bilang, kalau dulu GAM ini berpecah 100 sekarang 
menjadi dua atau tiga, kalau dulu bandit-bandit
dalam GAM hanya tahu memeras rakyat untuk kepentingan pribadi, sekarang mereka sudah 
terpaksa beli senjata akibat kemarahan rakyat.
Kalau dulu fanatik GAM membenci ulama dan cendikiawan sekarang sudah berbeda, kalau 
dulu GAM dipandang hina sekarang sudah mulai
dihormati dan macam macam lagi hal-hal yang positif telah terjadi kepada GAM selama 9 
bulan terkahir ini.
Saya bilang, sekarang sudah waktunya Majelis ini kita pertimbangkan fungsinya. Apalagi 
Majelis yang disingkatkan dengan MP GAM telah
difitnah begitu kuat oleh bandit bandit dan fanatik dalam tubuh GAM. Saya bilang, 
rakyat sudah termakan dengan fitnah tersebut dan
rakyat akan hanya menyadari apabila mereka terjaga dari mimpi ini tanpa pembelaan dari 
siapapun, sekarang rakyat Aceh sudah gila,
mereka percaya dongeng yang dibawa oleh fanatik yang menjanjikan Aceh besok akan 
merdeka. Rakyat percaya bahwa Hasan Tiro keturunan
Raja Aceh dan bandit warga Singapura adalah Perdana Menteri Negara Aceh Sumatra 
Merdeka. Saya bilang, fungsi kita menyadarkan bangsa
Aceh untuk membuka mata menentang RI sudah selesai walaupun efek sampingannya rakyat 
telah dipergunakan dan dipermainkan oleh
bandit-bandit dan fanatik dalam tubuh GAM itu sendiri. Saya bilang rakyat sekarang 
sudah bersatu menentang RI, hanya GAM saja yang
masih dibaluti dengan kekotoran dan kekufuran. Yang pali! ng menakutkan, saya bilang, 
sekarang sudah terjadi perang sesama sendiri
di lapangan. Padahal musuh utama kita adalah TNI dan RI.
Semua anggota Majelis terdiam, mereka sedih. Mungkin sedih memikirkan GAM yang mereka 
dirikan bersama-sama Hasan Tiro pada tahun
1979 ini sudah jauh lari dan terpeleset dari jalan sebenarnya dalam memperjuangkan 
cita cita bangsa Aceh, atau mereka sedih nama
baik mereka tercemar dan terhina akibat difitnah golongan bandit dan fanatik tadi. 
Mungkin juga mereka pilu memikirkan tentang
pengikut mereka yang diburu dan dibunuh oleh pengikut bandit dan fanatik tersdebut. 
Entahlah, sayapun tidak pasti.
Lima belas menit kemudian tokoh paling senior, Teungku Daud Husin @ Daud Paneuk 
bersuara " Apakah kita akan membiarkan mereka
menghancurkan masa depan bangsa Aceh?" Kemarahan beliau ini disambut langsung oleh 
Teungku Idris Machmud "Saya tidak setuju
mebiarkan durjana merajalela dalam tubuh GAM, saya masuk penjara berbelas tahun bukan 
untuk golongan fanatik dan bandit, saya
sanggup menderita berpuluh tahun karena saya yakin pada cita-cita asal Angkatan Aceh 
Merdeka, kita harus menentang mereka
ini!"Seperti biasa Teungku Idris tokoh Peureulak ini orangnya keras dan tidak ada basa 
basi. Lalu seorang tokoh demokrat yang paling
liberal, Dr Husaini Hasan berkata " Apa maksud Teuku Don? Apakah Teuku Don mengusulkan 
MP GAM ini dibubarkan? Kalau itu maksud Teuku
Don, saya tidak setuju!"
Semua anggota Majelis yang lain seramai 10 orang (tidak termasuk tokoh yang saya 
wakili) mengeluarkan pendapat bernada yang sama
dengan ketiga-tiga tokoh tersebut. Mereka nampaknya sepakat bahwa keonaran, kejahilan, 
kejatahan dan fanatisme serta propaganda
kosong mesti ditentang habis habisan walaupun nyawa berpisah dari badan. Mereka 
bertekat bahwa rakyat Aceh wajib disadarkan dari
mimpi-mimpi bohong. Mereka mau Aceh ini merdeka dengan kenyataan dan logika, bukan 
dengan mimpi dan propaganda.
Sebagai orang luar yang hanya menyumbang tenaga karena diminta oleh Majelis sendiri 
dan posisi saya sebagai Sekjen GAM adalah
dibawah kekuasaan Majelis, maka saya terpaksa akur-akur saja apapun keputusan mereka. 
Lagipun keputusan mereka itu ada logikanya
saya kira. Sampai kapan rakyat Aceh harus dibiarkan tertipu begini. Saya sebagai 
corong Majelis menyuarakan keputusan dan kebijakan
kepada umum wajib menjalankan tugas-tugas yang diarahkan Majelis. Walaupun diluar sana 
kebanyakan orang menganggap saya mendalangi
dan berkuasa dalam MP GAM sehingga pribadi saya difitnah, keluarga saya diancam dengan 
bermacam rupa oleh pengikut bandit-bandit dan
fanatik yang saya sebutkan tadi, saya terpaksa pasrah menerimanya karena saya sudah 
berjanji kepada senior senior GAM ini bahwa saya
tidak akan mundur sehingga Aceh betul betul bebas dan merdeka dari republik Indonesia. 
Saya sudah siap mengabdi, bukan hanya kepada
GAM tetapi kepada bangsa saya, bangsa Aceh.
Setelah 9 bulan saya mengabdi diri kepada GAM maka saya tidak heran lagi kalau 
sekarang ini setiap hari saya menerima laporan dari
Panglima Pengatur Strategi dan kawan kawan bahwa di Aceh bahwa para pengikut bandit 
dan fanatik sedang memburu pengikut MP GAM.
Mereka menganggap MP GAM musuh nomor satu dan TNI musuh nomor dua. Mereka sanggup 
membunuh kawan dan saudara sendiri. Sebenanrnya
mereka itu tidak bersalah, mereka hanya menuruti arahan bos-bos Bandit dan bos-bos 
Fanatik. Mereka telah diyakini oleh bos-bos
mereka tersebut bahwa MP GAM ini pengkhianat, bahwa MP GAM ciptaan RI dan bermacam 
lagi fitnah dan propaganda yang menyesatkan.
Padahal yang sebetulnya para bos mereka itu sedang ketakutan, ketakutan GAM akan 
menjadi milik rakyat dan dipimpn oleh ulama dan
golongan demokrat. Mereka mau GAM ini jadi milik pribadi dengan tujuan yang 
berbeda-beda walaupun kedua kelompok tersebut
bekerjasama. Kalau para bandit menggunakan GAM untuk memperkayakan diri, golo! ngan 
fanatik pula menggunakannya untuk kaum keluarga
mereka yang kononnya keturunan Raja. Sungguh menyesatkan!

WAWANCARA Teuku Don DENGAN TABLOID KRONIKA 22 JAN 2000.

1. Bisa Anda ceritakan bagaimana mulanya dan misi dibentuknya MP-GAM?
Penjelasan tentang asal-usul pembentukan MP GAM ini sudah banyak sekali saya buat 
melalui berbagai media, tetapi saya pikir sesuatu
yang baik itu sememangnya perlu kita jelaskan berkali-kali dan masih juga tidak 
dimengertikan. Kalau sesuatu yang buruk, wah enak
saja masuk kepala dan langsung diterima. Beginilah keadaan Aceh sekarang, yang baik 
dibelakangkan dan yang buruk dianuti dan
dipatuhi. Sepertinya inilah zaman si Pandai dibodohi si Bodoh. Seorang ulama tasauf 
terkenal (sudah almarhum) pernah berkata bahwa
suatu saat Aceh ini akan dikuasai oleh si Bodoh, kala itu si Pandai terpaksa patuh 
kepada si Bodoh ini sehingga kehancuran total
bangsa Aceh tidak dapat dielakkan akibat si Bodoh berlagak pandai-pandai.
Sebelum saya menceritakan kembali asal-usul pembentukan MP GAM, perlu juga saya 
jelaskan tentang apa itu GAM dan AGAM. Yang dimaksud
dengan GAM ialah nama sebuah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Aceh dari RI. 
GAM adalah singakatan dari Gerakan Aceh
Merdeka dan dalam Bahasa Inggeris disebut Free Aceh Movement. Sedangkan AGAM adalah 
Angkatan Gerakan Aceh Merdeka, yaitu sayap
militer dari GAM. AGAM bukan organisasi tetapi institusi yang berada dalam tubuh GAM. 
Ada pula yang bertanya apa itu ASNLF (Aceh
Sumatra Nasional Liberation Front) dan apa pula Negara Aceh Sumatra Merdeka? Terus 
terang saya sendiri kurang jelas dengan nama nama
ini dan saya pikir kedua nama ini tidak perlu serta hanya menambah kebingungan rakyat.
Kita kembali kepada institusi-institusi yang ada dalam GAM. Kalau AGAM disebut sebagai 
sebuah institusi yang merupakan sayap militer
dari GAM maka MP GAM juga merupakan sebuah lagi institusi yang berada dalam tubuh GAM 
yang berfungsi sebagai satu barisan pimpinan
kolektif GAM, bukan sebuah organisasi dan bukan berada diluar GAM. Tentu saja banyak 
lagi institusi-institusi yang berada dalam
tubuh GAM seperti MB GAM Eropa (Urusan Luar Negeri), Biro Penerangan GAM dan lain 
lain. Namun dalam perjuangan mengembalikan
kedaulatan Negara Aceh Darussalam hanya ada satu organisasi, yakni Gerakan Aceh 
Merdeka (GAM). Jadi kalau selama ini masyarakat
tertipu dengan fitnah bahwa MP GAM merupakan sebuah organisasi untuk menghancurkan 
GAM, maka dengan penjelasan ini saya berharap
kekeliruan tersebut bisa terhapus. Perlu juga saya perjelaskan bahwa posisi saya dalam 
GAM bukan Sekjen MP GAM tetapi Sekjen GAM
(juga sebuah institusi dalam tubuh GAM). Logikanya bagaimana MP GAM b! isa punya 
Sekjen sedangkan ianya bukan organisasi. MP GAM
hanya punya sekretariat yang sewaktu pembentukannya saya sendiri memegang jabatan 
sebagai Kepala Sekretriat, kemudian oleh
senior-senior GAM yang menganggotai MP GAM bersidang dan melantik saya sebagai Sekjen 
GAM, dalam waktu yang sama Sekretariat MP GAM
juga masih dalam tanggung jawab saya walaupun sekarang ini bukan saya yang menjalankan 
tugas harian Sekretariat.
MP GAM adalah singakatan dari Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka atau dalam 
bahasa Inggeris Executive Council of Free Aceh
Movement. Kalau kita selami arti perkataan " Majelis", maka kita akan terbayang satu 
badan yang dianggotai bersama-sama oleh sekian
banyak tokoh (bukan satu orang). Manakala perkataan "Pemerintahan" pula membawa makna 
"kepemimpinan". Maka apabila perkataan
"Majelis" disambung dengan Perkataan "Pemerintahan" akan membawa makna "Kepemimpinan 
Bersama-sama". Sepertinya saya sedang mengajar
anda semua tentang tata bahasa, tetapi pada hakikatnya bukan itu niat saya. Saya cuma 
khuatir anda 'tertidak' paham akibat doktrin
dan fitnah si Bodoh yang sedang memperbodohkan anda sekarang diseluruh bumi Aceh.
Majelis Pemerintahan (MP) atau" Kepemimpinan Bersama-sama" ini dibentuk hasil dari 
satu sidang pleno tokoh-tokoh dan senior GAM yang
berlangsung di Kuala Lumpur pada tanggal 7 Maret 1999. Sidang yang diadakan untuk 
membincangkan arah tuju dan re-organisi tonggak
perjuangan bangsa Aceh (GAM) yang kala itu bagaikan sepeda ban kempes dan putus rantai 
itu ternyata menghasilkan satu keputusan luar
biasa yaitu pembentukan satu Badan Formatur yang diberi tanggung jawab oleh sidang 
untuk memilih satu barisan pemimpin dan
mendeklarasikan satu pembaharuan terhadap kepemimpinan GAM. Hal ini timbul akibat dari 
keabsenan dan kondisi kesehatan pendiri GAM,
Tengku Hasan Muhammad di Tiro sejak sekian lama sehingga GAM pada kala itu bagaikan 
penumpang tertinggal pesawat dibandingkan dengan
gerakan-gerakan sipil mahasiswa yang tumbuh akibat dari tumbangnya rezim Soeharto. 
Setelah dua minggu para formatur seramai 5 orang
bekerja bertungkus lumus, maka pada tanggal 22 Maret 199! 9 terbentuklah satu sistem 
baru kepemimpinan dan struktur organisasi yang
selama ini tidak pernah ada dalam GAM. Maka tumbuhlah semangat baru dan semakin jelas 
misi ke depan tonggak perjuangan bangsa Aceh
ini. Bersama ini saya lampirkan Dasar Pemikiran Lanjutan Perjuangan GAM yang 
dicetuskan oleh beberapa orang tokoh tentra GAM yang
menjumpai saya sebulan sebelum sidang pleno tersebut:

LANJUTAN PERJUANGAN
GERAKAN ACEH MERDEKA
Dasar Pemikiran & Rasionalnya:
1. Melihat perkembangan mutakhir di Indonesia dan sikap bangsa Aceh, baik yang di Aceh 
maupun ditempat tempat lain, yang begitu
lantang dan berani akhir akhir ini memperkatakan dan maju kedepan menentang RI secara 
terang terangan.
2. Mengingat penderitaan rakyat Aceh yang tidak berdosa berjatuhan menjadi korban 
serta sikap Indonesia yang tidak pernah berubah
terhadap Aceh, malah bertambah brutal.
3. Menyadari ketergantungan dan keyakinan rakyat Aceh terhadap Gerakan Aceh Merdeka 
sebagai tulang belakang pembela bangsa dari
sudut ketenteraan belum menjadi nyata.
4. Mengetahui dan pengalaman membuktikan bahwa tidak adanya tindakan yang sesuai dan 
berpatutan yang dilakukan oleh pimpinan GAM
yang ada sekarang untuk membuktikan keberadaan dan fungsinya, sebaliknya hanya 
menampakan lebih banyak buruk dari yang baik.
5. Memperhatikan perpecahan yang terjadi di kalangan anggota GAM yang begitu meruncing.
Maka seharusnya:
1. GAM mesti menjadi tulang belakang pendukung keinginan bangsa Aceh dewasa ini.
2. GAM harus menjadi inti utama pembela dan pertahanan yang sebenar kepada bangsa Aceh.
3. GAM harus membuktikan keberadaannya dan memenuhi harapan bangsa Aceh.
4. Mesti ada kumpulan penggerak utama yang ikhlas untuk menggerakan kembali GAM ini 
dan meletakan GAM pada posisi dimana semestinya
berada, sebagai pembela bangsa.
5. Langkah langkah awal untuk mencapai cita cita bangsa dan menamatkan perpecahan 
dikalangan anggota dan masyarakat yang disebut ini
adalah dengan menyatukan anggota Gerakan dengan cara memaafkan kesilapan yang lalu dan 
membuka lembaran baru sesama kita, baik
sesama anggota maupun antara anggota dan masyarakat bukan anggota.

Usul Jalan Keluar:
Gerakan Aceh Merdeka mesti dan wajib di aktifkan secepat mungkin dengan cara berikut:
1. Menggemblengkan kembali dan menyatukan semua anggota dengan dimulai berperingkat 
peringkat. Menanamkan semangat baru dan
mempersiapkan mental anggota melalui kebenaran dan kepastian serta memperbetul 
kesilapan pimpinan dulu dengan sistem yang lebih
transparan dan jelas. Menjadikan posisi anggota siap terjun dan tempur kapan saja.
2. Menyusun kembali sistem pemerintahan Gerakan menjadi lebih nyata dan praktikal.
3. Mempersiapkan bekalan dan persenjataan dalam posisi siap tempur di Aceh.
4. Mencipta satu imej baru Gerakan kepada masyarakat Aceh dan seluruh dunia.
Usul Penting:
1. Lanjutan Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka ini tidak boleh ada pemimpin tunggal yang 
mempunyai kuasa eksekutif demi mengelak
penyalahgunaan kuasa untuk kepentingan pribadi dan memastikan aktifitas Gerakan ini 
nanti hanya untuk kepentingan bangsa Aceh.
2. Lanjutan Perjuangan ini mesti dipimpin oleh satu badan khusus yang dianggotai oleh 
anggota Gerakan, Ulama dan cerdik pandai
sebagai Badan Pemerintahan Tertinggi GAM.
Semua anggota dan siapapun yang terlibat dalam usaha melanjutkan perjuangan ini 
mestilah berjanji dan bersumpah bahwa
keterlibatannya semata mata hanya untuk kepentingan bangsa Aceh. Tidak ada kepentingan 
pribadi dan mengaharapkan pangkat atau
balasan. Tidak ada yang lebih penting selain kepentingan hak bangsa Aceh di Aceh.

Berssama ini juga saya lampirkan keputusan Bandan Formatur yang saya sebutkan itu:
Lapuran & Pengumuman
Peuneutoh Hase Keurdja Badan Formatur
Angkatan Atjeh Meurdehka
Bahwa kamoe para Formatur njang geupileh dan geubri kuasa lam Meusapat Ulee Ulee 
Tantra dan Peudjuang Angkatan Atjeh Meurdehka bak
uroe Ahad 7 Maret 1999, deungon njoe kamoe bri lapuran dan pengumuman Peuneutoh hase 
keurdja dan tanggong jaweub kamoe:
1. Dasar Seumike kamoe:
Peureulee that Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka njoe beu na pimpinan baro njang 
teudong lansong di mijub droeneuh Wali Neugara,
njang kon si droe dua ureueng lagee njang ka ka, untok peuseulamat Peurdjuangan 
Angkatan Atjeh Meurdehka njoe.
Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meudehka njoe beu meu-ato dan meususon untok 
peudjak buet njang beutoi dan meuguna keu
Bansa Atjeh ban bandum.
Peurelee that ban bandum komponen Gerakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka njoe beu mesaboh 
dan meu sapeue kheun ateueh keupentengan
bandum anggeeta dan Bansa Atjeh, kon kepentengan si droe dua ureueng lagee njang ka ka.
Peureulee that Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka peugleh nan bak mata donja, bak 
mata bansa Atjeh supaja buet geutanjoe beutoi
beutoi meuteumeung sokongan bak donja dan bansa teuh, kon haba haba mantong lagee 
njang ka ka.
Peureulee that ta peuselamat bansa teuh bek djipoh le le Jawa-Indonesia dan geutanjoe 
Geurakan (Angkatan) Atjeh Meurdehka betoi
beutoi beudjeut ke pembela bansa, kon peuhantjo bansa, dan pereulee that geutanjoe bek 
silap langkah le ukeue njoe.
2. Makadjih kamoe tjok peuneutoh:
Ka kamoe pileh 11 (siblah) droe ulee ulee Peudjuang, Tantra dan Ulama njang bako bako 
dan na ileumee untok geupimpen sitjara meusigo
Geurakan Atjeh Merdehka njoe, geuduek bak saboh badan njang meuboh nan Madjlis 
Peumeurintahan Geurakan Atjeh Meudehka (MP-GAM) njang
geu melapor lansong bak droe geuh Wali Neugara.
Ka kamoe pileh dan usul untok geu angkee le MP-GAM padum droe ureueng njang bako bako 
dan na ileumee untok duek bak padum padum boh
Urosan rayek untuk peudjak buet Peurdjuangan njoe deungon teuato dan sistematis.
Ka kamoe usul tjit tjara tjara njang djroh bak anggeeta MP-GAM njoe teuntang tugaih 
tugaih MP-GAM dan pakriban geupubuet buet beu na
hase keu Bansa Atjeh dan geuridha le Po.
Maka deungon njoe, tugaih dan fungsi kamoe sibagoe Formatur ka seuleusoe dan Badan 
Formatur njoe ka teububar bak uroe njoe, 4
Zulhidjdjah 1419H/ 22 Maret 1999. Kamoe bandum meudoa seumoga angeeta MP-GAM tetap lam 
lidongan dan peutunjok Po, beu ek
geupeuseulamat Perdjuangan Bansa njoe, beu trok bak tjita tjita.

K r u S e u m a n g a t ! BADAN FORMATUR

Diantara misi penting yang perlu di jalankan segera waktu itu adalah memperbaiki imej 
GAM dimata rakyat dan masyarakat
internasional, memperkuat sayap militer (AGAM), mewujudkan institusi-institusi yang 
diperlukan sebagai sebuah organisasi pejuang
kemerdekaan dan menghimpun kembali segala sumber dan kekuatan yang ada dalam tubuh 
GAM. Itulah diantara misi penting yang dicetuskan
pada bulan Maret 1999 tersebut.

2. Apakah MP GAM juga tunduk dibawah pimpinan Wali Hasan Tiro?
Oh ya, tentu saja dan kalau mengikut struktur baru yang dicetuskan pada bulan Maret 
1999 tersebut, Tengku Hasan adalah pemimpin
tertinggi GAM da bawahnya langsung MP sebelum AGAM dan institusi-institusi lain. 
Walaupun Tengku Hasan tetap di letakkan sebagai
pemimpin tertinggi, namun keputusan-keputusan dan urusan pengurusan GAM 
dipertanggunjawabkan kepada MP sebagai pimpinan bersama.
Jangan lupa bahwa yang menganngotai MP adalah senior-senior GAM yang paling rapat dab 
bersama-sama Tengku Hasan mendirikan GAM pada
tahun 1976 dulu.

3. Dari struktur organisasi bagaimana hirarki hubungan Wali Negara dengan MP-GAM?
Pertanyaan ini sudah terjawab di no.2, untuk lebih jelas lihat struktur di bawah:

4. Kenapa pihak AGAM tidak menerima MP- GAM?
Siapa bilang AGAM tidak menerima MP? Kalau anda anggap Ismail Syahputra mewakili AGAM, 
itu silap besar karena dia dan beberapa orang
lagi yang bermain di Aceh sekarang adalah gembong GPK asuhan TNI, bukan GAM murni. 
Mereka yang mengklaim dirinya AGAM dan tidak
menerima MP adalah jelas sekali melanggar institusi organisasi dan saya pikir mereka 
ini adalah GPK yang ditunggani oleh
bandit-bandit dan mafia Singapura yang bekerjasama dengan TNI (ABRI) sejak tahun 1985. 
Sedangkan AGAM murni adalah terdiri dari
tentra GAM yang profesional dan mereka ini tidak banyak bicara. Mereka hanya tau 
berperang mengusir TNI dari bumi Aceh serta melatih
kader-kader baru, bukan menyebar fitnah dan propaganda serta bukan membawa janji-janji 
kosong yang memecah belahkan komponen bangsa
Aceh.

5. Bagaimana konsep perjuangan Aceh menurut MP-GAM?
Kurang tepat kalau saya berbicara tentang konsep perjuangan atas nama MP GAM, yang 
baiknya saya bicara atas nama GAM murni.
Sebagaimana konsep asal didirikannya GAM pada tahun 1976 dulu yaitu untuk mendaulatkan 
kembali Negara Aceh serta mengusir penjajah
ciptaan Belanda (RI) dari bumi Aceh, maka kita perlu ingat bahwa perjuangan ini harus 
melibatkan semua pihak dari segenap kompoen
bangsa Aceh. Walaupun GAM merupakan tonggak perjuangan, tetapi gerakan-gerakan lain 
yang mewakili rakyat dari berbagai golongan
harus dilibatkan dan dihormati serta saling menunjang ke arah tujuan yang sama. Dalam 
setiap perjuangan membebaskan sebuah negara
dari penjajahan, maka kita bukan saja harus bertindak untuk mencapai cita-cita 
perjuangan dengan cara kita sendiri tetapi juga kita
harus menilai dan menerima proses-proses yang bisa diterima masyarakat dunia 
internasional, seperti proses dialog dan Refenrendum
yang mendapat dukungan dunia. Jadi perjuangan kita in! i tidak cukup hanya dengan 
kekutana senjata walaupun itu adalah keperluan
pokok.

6. Apakah MP-GAM memiliki pasukan bersenjata? Kalau ada berapa banyak?
Tentu saja! Semua pasukan militer GAM murni adalah tunduk kepada MP dan tersebar 
diseluruh Aceh, malah ada yang diluar Aceh. Tentang
jumlahnya tentu saja tidak mungkin saya umumkan pada saat ini karena ini akan hanya 
menguntungkan musuh.
7. Mereka ditempatkan dimana dan apa tugasnya?
Lihat jawaban no.6

8. Benarkah MP-GAM menjadi perantara pembelian senjata oleh prajurit GAM di Thailand?

Sebagai pucuk pimpinan GAM murni, tentu saja menjadi tanggung jawab kami membekali 
persenjataan kepada prajurit AGAM, tetapi tidak
seperti yang di gembar gemburkan banyak orang tentang pembelian senjata di Thailand 
dan dipasokkan lewat Malaysia. Walaupun
demikian, banyak juga senjata di Aceh sekarang adalah milik pribadi prajurit itu 
sendiri yang dibeli dengan hasil titik peluhnya
sendiri, bukan dengan wang rakyat yang disetor ke Singapura sebagaimana yang 
dipropangandakan.

9. Bagaimana dengan kasus Guree Rahman yang tertangkap, tanggung jawab siapa?
Penangkapan Guree Rahman tidak ada sangkut paut dengan senjata. Beliau di serbu dan di 
tangkap pihak berwajib Malaysia pada jam 6.00
sore tanggal 22 Disember 1999 kala sedang minum kopi dalam sebuah restoran di Batu 
Caves, Selangor. Beberapa hari sebelum kejadian
itu Guree Rahman melaporkan kepada saya bahwa beliau bertengkar dengan Malik Mahmud 
dan Zakaria Saman tentang penggunaan dana
perjuangan yang di kontrol oleh Malik dan Zakaria. Kejadian yang sama juga pernah 
dialamai oleh Ishak Daud dan Toke Burhan pada
tahun 1998 yang pada akhirnya mereka mengalami hal yang sama seperti Guree Rahman.
Guree Rahman merupakan seorang tokoh kuat GAM asal Pase adalah seorang pejuang murni 
yang pada setiap tindakannya hanya mementingkan
perjuangan saja dan akan menentang siapa saja yang mencari keuntungan pribadi dalam 
perjuangan. Beliau sangat rapat dengan saya dan
merupakan seorang pendukung kuat pembaharuan kepemimpinan GAM. Sikap dan pendirian 
beliau ini tentu saja tidak disenangi oleh
kelompok bandit yang anti pembaharuan sehingga dia dijerat dengan 'bantuan' 
anasir-anansir jahat dalam kepolisian Malaysia yang
bekerja sama dengan TNI, dengan tuduhan memiliki senjata api. Perlu saya jelaskan, 
sekarang ini ada 15 orang yang diburu TNI di
Malaysia termasuk saya sendiri sebagai nomor wahid dalam senarai mereka, apalagi 
setelah tersiarnya berita dalam New Straits Times
(12/1/2000) tentang ada usaha pihak GAM untuk menyerang dan mengambil alih kedutaan RI 
di Kuala Lumpur. Dengan berita tersebut TNI
punya alasan meminta keizinan pemerintah Malaysia untuk memburu! kami yang dianggap 
berbahaya untuk RI.
Saya pribadi sangat sedih dan merasa kehilangan besar dengan tertangkapnya Guree 
Rahman ini. Pada peringkat awal beliau ditangkap
(sebelum keluar berita di koran tersebut), saya bersama Penglima Pengatur Strategi 
AGAM (Teuku Maulida) telah berhasil membuat
negosiasi dengan pihak berwajib Malaysia sehingga pada tanggal 6 Januri 2000 Guree 
Rahman bersama Darmawan sudah dilepaskan dari
tuduhan memiliki senjata api walaupun mereka masih ditahan di bawah akta Imigrasi 
(diluar bidang kuasa polisi). Usaha kami untuk
menyelamatkan Guree Rahman ini sempat bocor keluar apabila kami terpaksa memberi 
sedikit penjelasan kepada pihak keluarga Guree
Rahman dan kawan-kawan rapat seperjuangan menjelang Idul Fitri. Mungkin berita ini 
dimanfaatkan oleh pihak yang merancang menjerat
Guree Rahman sehingga tersiarnya berita yang menggemparkan Malasyia pada tanggal 12 
Januari tersebut yang akhirnya segala usaha kami
menjadi gagal, malah saya sendiri menjadi sasaran buruan pihak be! rwajib.
Perlu sedikit saya perjelaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah mendukung GAM 
dan mereka terikat dengan kerjasama ASEAN.
Tetapi banyak individu-individu dalam pemerintahan Malaysia yang simpati kepada Aceh 
dan mereka inilah yang selama ini memberi ruang
kepada kita untuk bisa menetap di Malaysia. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan 
pemerintah Malaysia karena setiap negara punya
kepentingan sendiri yang tidak mungkin dikorbankan.

10. Kenapa MP-GAM mendesak agar Hasan Tiro segera pulang ke Aceh?
Lho, kok kami yang disalahkan? Bukankah dia sendiri yang obral janji mau pulang sejak 
sekian lama? Saya pikir ini bukanlah janjinya
yang pertama beliau dan kami sebagai institusi yang berada dibawahnya tentu saja 
menyambut baik rencana beliau itu. Lagi pula
bagaimana perjuangan kita ini kalau pemimpin kita bersembunyi di kutup utara yang jauh 
berpuluh kilometer dari bumi Aceh? Dia perlu
dan wajib pulang kalau masih mau menjadi pemimpin perjuangan bangsa Aceh supaya dia 
bisa lihat sendiri bagaimana kondisi rakyatnya
sekarang. Beliau juga perlu pulang dengan segera atau setidak-tidaknya berkunjung ke 
negara-negara lain (jangan memerap di Sweden
saja) untuk membuktikan kepada umum bahwa beliau masih sehat dan mampu. Kalau tidak 
sama saja omong kosong.

11. Apakah Benar MP-GAM akan memecat Hasan Tiro? Apakah MP GAM berhak untuk itu?
Saya pikir senior GAM yang menganggotai MP perlu memikirkan soal ini dengan serius 
demi masa depan rakyat Aceh. Soal hak,
sememangnya MP sebagai pimpinan eksekutif bersama-sama sebanyak 11 orang senior GAM 
mempunyai kuasa untuk memecat siapa saja dalam
tubuh GAM yang dikira sudah mengkhianati atau merugikan perjuangan bangsa Aceh.

12. Apakah hal itu tidak justru menimbulkan pertentangan baru di tubuh GAM?
Mungkin saja hal itu terjadi. Apalagi kalau kita lihat corak perjuangan di lapangan 
sekarang adalah sepertinya lebih cenderung
kepada kepentingan pribadi dan kefanatikan terhadap orang-orang tertentu. Saya pikir 
semua pihak perlu bertanya kembali kepada
dirinya tentang Untuk Siapa Perjuangan Ini?. Untuk bangsa Aceh atau untuk pribadi?

13. Bukankah orang-orang di MP-GAM justru angkatan pertama GAM?
Nah itu dia, benar sekali. Makanya saya bilang mereka itu punya hak memecat siapa saja.
14. Bagaimana penilaian Anda terhadap AGAM?
Kalau AGAM murni tentu sudah jelas. Tetapi yang susahnya sekarang banyak orang mengaku 
AGAM tetapi tingkah lakunya merugikan
perjuangan bangsa Aceh.

15. Menurut Anda siapa sebenarnya yang memulai perpecahan ini?
Jelas sekali pihak pihak yang mementingkan pribadinya. Mereka akan berbuat apa saja 
asalkan kepentingan pribadinya tidak terjejas.
Soal rakyat Aceh mati dan menderita, malah soal memerdekan Aceh dari RI tidak pernah 
menjadi agenda mereka.

16. Apa saja program terbaru MP-GAM dalam menangani persoalan terbaru di Aceh?
Salah satu program penting kita sekarang adalah mengadakan dialog dengan RI malalui 
mediasi dunia internasional. Dialog ini
bertujuan mencari solusi tentang bagaimana dan kapan pelaksanaan Referendum bisa 
dilaksanakan sesuai dengan tuntutan rakyat untuk
penyelesaian masaalah Aceh secara damai dan menyuluruh. Dalam waktu yang sama 
tentangan kita terhadap TNI akan tetap diperkuat.

17. Kenapa MP-GAM disebut sebagai kelompok pro otonomi?
Kapan pernah ada seorang tokoh yang menganggotai MP menyatakan mereka menerima 
otonomi? Coba buktikan kepada saya! Semua tuduhan
tentang MP yang cenderung kepada otonomi ini datangnya dari kelompok bandit dan 
fanatik. Mereka akan mencipta tuduhan dan propaganda
apa saja demi misi pribadinya. Dengan ini saya beri jaminan dan saya tegaskan bahwa 
dalam buku kami tidak ada pilihan lain untuk
Aceh selain merdeka, cuman jalan ke pintu merdeka itu bagaimana-kan bukan satu jalan 
saja menuju Roma?!

18. Bagaimana cara MP-GAM menjalankan organisasi?
Saya kira pertanyaan ini tidak perlu saya jawab, terlalu interen.

19. Pendapat Anda tentang tindakan beringas TNI akhir-akhir ini di Aceh?
TNI itu adalah mesin pembunuh ciptaan Soeharto. Sifat brutal yagtertanam dalam tubuh 
mereka ini tidak mungkin bisa dikikis. Saya
kira Gus Dur sendiri menghadapai masaalah besar dengan Tni. Tentang sikap mereka di 
Aceh, ini bukan persoalan baru. TNI memang punya
prigram khusus untuk Aceh sejak sekian lama dan sudah menjadi rahsia umum. Mereka 
menggunakan Aceh untuk manuver kuasa di Jakarta.
Saya kira ini tidak akan berakhir sehingga Aceh mendapatlegitimasi dari dunia 
internasional.

20. Lalu tentang prospek perjuangan referendum Aceh?
Saya kira propseknya jelas dan bagus. Soalnya Referendum ini adalah tuntutan rakyat 
sendiri dan didukung oleh banyak pihak termasuk
dunia internasional. Saya pikir ini adalah penyelesaian yang paling demokratis sekali 
sehingga tidak ada alasan untuk Indonesia
menolaknya.

21. Apakah ada pihak yang sengaja mengadu domba? kalau ada siapa, dan apa targetnya?
Tentu saja dimana ada kancah akan ada pula pihak yang mengambil kesempatan, apalagi 
Aceh sebagai komoditi penting kepada RI. Lebih
dari itu Aceh digunakan oleh Status Quo untuk berkuasa kembali di Indonesia.

22. Kenapa permasalahan GAM & MP-GAM tidak diselesaikan lewat dialog internal saja?
Banyak usaha telah dibuat ke arah itu, tetapi nampaknya kelompok bandit dan fanatik 
ini tidak mau berdialog. Mungkin mereka terlalu
banyak bersalah, takut untuk menghadapi kenyataan.

23. Bagaimana tanggapan luar negeri terhadap perjuangan Aceh?
Pihak luar negeri masih menganggap Aceh ini sebagian dari RI. Pihak luar negeri juga 
beranggapan bahwa rakyat Aceh sekarang teralalu
emosional dan perlu diberikan waktu untuk 'Cool-down' sebelum sesuatu proses 
selanjutnya di jalankan. Mereka tidak ingin melihat
Aceh menjadi seperti Timor Timor yang mengorbankan ratusan ribu jiwa manusia.

24. Apakah benar sudah banyak negara yang sudah mendukung Aceh Merdeka
Saya tertawa sendiri setiap kali mendengar perntanyaan ini. Tetapi tetap seperti biasa 
terpaksa saya jawab juga. Secara resminya
belum ada sebuah negarapun yang mendukung Aceh Merdeka, walaupun banyak negara yang 
simpati kepada penderitaan rakyat Aceh.

25. Bukankah UNPO itu sudah bubar?
Tidak. UNPO masih wujud, cuman aktifitasnya saja yang berkurangan.

26. Saran dan himbauan yang ingin Anda sampaikan.
Kepada segenap konponen bangsa Aceh kami mengharap supaya tidak mudah terprovokasi 
dengan hal hal yang tidak menguntungkan
perjuangan. Apa lagi yang bisa manghancurkan perjuangan bangsa Aceh. Hal ini perlu 
diwaspadai mengingat akhir akhir ini semakin
jelas misi mereka yang mengatas namakan AGAM demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. 
Pola yang mereka terapkan sering sekali
mengkambing hitam kan pihak lain dan tidak segan segan menghabisi nyawa saudaranya 
sekalipun. Mereka manabur fitnah dan propaganda
kosong, menipu dan memeras rakyat, malah tidak segan-segan mengancam dan membunuh 
siapa saja seolah olah hukum berada di tangan
mereka. Keadaan ini telah membuka ruang lebih besar kepada TNI untuk 
memporak-porandakan Aceh.
Rakyat Aceh dan setiap komponen bangsa yang mewakili kepentinngan rakyat Aceh harus 
merapatkan barisan, bahu membahu mendesak RI
untuk menunaikan tuntutan rakyat. Dalam waktu yang sama kita jangan lupa bahwa dalam 
sejarah perjuangan bangsa Aceh beratus tahun
menentang penjajah, ulama tetap harus kita patuhi dan Islam adalah pegangan kita.
Kepada rakyat Aceh, kepada pemimpin-pemimpin rakyat Aceh dan kepada semua pihak yang 
mewakili kepentingan rakyat Aceh, saya dengan
ini ingin menyatakan bahwa saya tidak punya cita-cita pribadi dan tidak pernah 
berharap untuk menjadi pemimpin. Posisi saya sekarang
sebagai Sekjen GAM hanya bersifat sementara yang saya terima secara terpaksa karena 
kasihan melihat senior-senior GAM yang begitu
kewalahan. Disamping itu saya telah berjanji dengan beberapa orang tokoh-tokoh Aceh 
bahwa yang saya akan membantu menghantar bangsa
Aceh ke gerbang pintu kemerdekaan dengan resiko apapun. Setelah semua ini selesai, 
Insja Allah, saya akan lenyap dari pandangan
anda. Saya punya cita-cita pribadi untuk mendalami agama Islam sehingga saya 
menghembus nafas yang terakhir.
Saya kira ini saja sementara yang bisa saya perkatakan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 2000 jam 04:06:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke