----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Menjelang Kongres I PDI P bulan Maret Th 2000 beredar khabar bahwa  dinamika
di kalangan Partai tsb telah menimbulkan polarisasi kekuatan yang konon
reaksi keras dan sangat kritis dari sebagian kader PDI P menolak campur
tangan Taufik Kiemas (suami Wapres Megawati Soekarno Putri). Mereka
mengkuatirkan PDI P tidak akan lama lagi akan hancur akibat sepak terjang
Taufik Kiemas dan Kliknya, dimana telah didapat berbagai data dan telah pula
disiarkan oleh mass media bagaimana Taufik memproteksi para konglomerat orde
baru, membela boss Texmaco Sinivasan dengan imbalan saham di Bank Putera
yang kena likuidasi,intervensi kepada lembaga yudikatif dengan membuat memo
agar delapan orang calon hakim yang tidak lulus supaya diloloskan,mengundang
para konglomerat ke Singapura untuk dipertemukan kepada Megawati yang
sebenarnya tidak tahu-menahu tentang rencana suaminya itu. Akibat perilaku
yang demikian itu sebagian besar kader PDI P menyatakan kuatir nama Megawati
Soekarno Putri akan tercemar dimata masyarakat dan citra PDI P semakin
terpuruk.

Taufik mengkomandoi orang PDI P yang dekat dan loyal kepadanya agar tetap
mencalonkan Megawati sebagai Ketua Umum PDI P pada Kongres bulan Maret Th
2000 di Semarang. Para kader menganggap hal itu dikarenakan Taufik tidak
mempunyai kemampuan dan ingin terus berlindung dibalik Megawati agar
kepentingannya tidak terhambat.
Untuk keperluan itu maka Kepengurusan PDI P di tingkat Provinsi maupun
Daerah Tk II di intervensi dengan jalan membentuk kepengurusan care taker
yang tidak sesuai konstitusi partai, dan akibatnya jajaran partai di daerah
terpecah belah.

Agaknya hal tersebut di atas yang membuat orang semacam Eros Djarot dan
Dimyati Hartono terpanggil untuk tampil sebagai penyelamat dengan maju
sebagai calon Ketua umum PDI P pada kongres akan datang. Taufik Kiemas
nampak cukup gusar dengan tampilnya calon ketua umum selain Megawati, dan
dia mulai membangkitkan fanatisme dan emosi massa PDI P  untuk menyikapi
tampilnya Eros dan Dimyati yang belakangan dikenal sebagai kubu rasional dan
progresif yang reformis.

Kepengurusan versi Reformis :        Kepengurusan versi Konservatif :
MPP (Majelis Pertimbangan Partai)    MPP (Majelis Pertimbangan Partai)
Ketua : Megawati Soekarno Putri      Ketua : Sabam Sirait
Wk.   : Abdul Majid                  Wk.   : Taufik Kiemas
Angg. : Soetardjo Surjoguritno       Angg. : Isnaeni
Angg. : Kwik Kian Gie                Angg. : Yahya Nasution
Angg, : Laksamana Sukardi            Angg. : AP. Batubara
Angg. : Sabam Sirait                 Angg. : Kwik Kian Gie

DPP (Dewan Pimpinan Pusat)           DPP (Dewan Pimpinan Pusat)
Ketua Umum : Eros Djarot/Dimyati     Ketua Umum ; Megawati SP/Sucipto
Ketua      : Guntur SoekarnoPutra    Ketua      : Sucipto
           : KH.Hasyim Wahid                    : Alex Litayy
           : Sucipto                            : Tarto Sudiro
           : Dimyati Hartono                    : Palar Batubara
           : Sophan Sophian                     : Suparlan/Mangara S
           : Meilono Soewondo                   : Theo Safei
           : Alex Litayy                        : Roech Basuki
           : Haryanto Taslam/Zulfan L           : Suko Waluyo
           : RK Sembiring                       : Roy BB Janis
           : Cahyo Kumolo                       : Postdam Hutasoit
           : Dr. Andi                           : Maringan Pangaribua
Sek.Jend   : Haryanto T/Zulfan L     Sek.Jend   : Suparlan /Mangara S
wk         : Noviantika Nasution                : Panda Nababan
           : Ugiek Sugihardjo                   : Ramson Siagian
           : Gelora tarigan S                   : Binsar Tambunan
Bend.Umum  : Arifin Panigoro         Bend.Umum. : Sinivasan/Syamsul N
wk         : Noviantika Nasution                : Noviantika N
           : Tarmidi Suhardjo                   : Muhtar Budiana

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Feb 2000 jam 09:44:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke