----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 18 Februari 2000

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SUARA PARA KIAI NU DIDENGAR GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk Presiden Gus Dur dan Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi.

NAHDLATUL ULAMA 48 TAHUN YANG LALU

Terbayang dalam pikiran saya bagaimana NU keluar dari Masyumi 48 tahun
yang lalu, ketika Kabinet Wilopo (PNI berkoalisi dengan Masyumi)
dibentuk tanggal 3 April 1952, dimana NU yang merupakan anggota istimewa
Masyumi mengajukan:

"Agar Kementrian Agama yang nanti akan dimintakan dari Masyumi, haruslah
diserahkan kepada NU walaupun alasan yang dikemukakan sukar untuk
dimengerti, biar secara organisatoris, maupun tidak. Yaitu, karena orang
yang akan menjadi Menteri Agama haruslah aqidah dan amaliahnya terbanyak
dari seluruh Ummat Islam Indonesia, serta sejalan dengan ilmunya, yang
mana dengan ini, hanya NU lah yang berhak, terutama pula orang-orang
Muhammadiyah dalam kabinet Soekiman (PNI koalisi dengan Masyumi, 27
April 1951) dulu, telah banyak yang duduk. Secara organisatoris, ialah
bahwa jika NU sebagai anggota istimewa Masyumi, harus diberi kursi dalam
kabinet, maka itu artinya setiap anggota istimewa harus mendapat kursi,
sebagai PUI, PUII, Jamiah Al Washliah, yang mana ini tidak mungkin.

4 hari setelah terbentuknya kabinet Wilopo, maka di Surabaya
dilangsungkan konperensi PB NU yang telah mengambil keputusan bahwa pada
prinsipnya akan memisahkan diri dari Masyumi dan mengusulkan kepada
Masyumi supaya berbentuk federasi" (HIKMAH No.15 Tahun V 16 April 1952).

Ternyata 3 tahun kemudian, tanggal 29 September 1955, ketika pertama
kali diadakan Pemilihan Umum untuk memilih anggota-anggota DPR (272
anggota), NU yang telah memisahkan diri dari Masyumi dan membentuk
partai politik NU ketika ikut Pemilu memperoleh cukup banyak suara dan
menduduki urutan nomor 3 (47 anggota) setelah Masyumi (60 anggota) dan
PNI (58 anggota) (30 Tahun Indonesia Merdeka 1950-1964, Sekretariat
Negara RI, hal. 88-89, 1986).

GUS DUR MANTAN KETUA UMUM PB NU MELUNCUR JADI ORANG NR.1 RI DENGAN PAHAM
SEKULARISME-NYA

44 tahun kemudian, mantan Ketua Umum PBNU Gus Dur yang terpilih menjadi
Anggota Utusan Golongan (golongan agama Islam) MPR RI Periode 1999-2004
dari Nahdlatul Ulama dan dicalonkan jadi Presiden oleh Amien Rais yang
didukung oleh Fraksi Golkar, Fraksi PP, Fraksi Reformasi, Fraksi PBB dan
sebagian Fraksi TNI/Polri berhasil menjadi orang pertama RI mengalahkan
saingan beratnya Megawati.

Walaupun Gus Dur seorang muslim dan mantan Ketua Umum PBNU tetapi dalam
pandangan politik kenegaraannya jauh dari visi dan misi yang telah
dicontohkan Rasulullah saw.

Dimana Gus Dur bukan menampilkan visi membangun persatuan dengan
berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, melainkan menampilkan
visi membangun persatuan dan perdamaian bangsa Indonesia dengan dasar
pijakan paham sekularisme yang menjauhkan nilai-nilai, norma-norma,
kaidah-kaidah agama dari kehidupan politik, pemerintahan dan negara.

Dengan usaha bukan yang mengarah kepada membangun kembali satu
masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan
dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan
hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al
Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan
dan ras, melainkan usaha yang mengarah kepada membangun masyarakat
sekularis dimana rakyat yang berdaulat, yang menerapkan siapa mayoritas
mereka yang menang dan menjalankan hukum-hukum manusia tanpa melibatkan
hukum-hukum agama, serta menonjolkan paham nasionalisme dan kebangsaan.

PARA KIAI NU COBA GIRING GUS DUR, AKBAR DENGAN KOMISI-I-DPR-NYA
MEMPERTANYAKAN PAGAR GUS DUR

Para Kiai NU yang dimotori oleh KH Hasyim Muzadi, KH Yusuf Hasyim, KH
Sahal Mahfudz, KH Maruf Amin berusaha untuk menggiring Gus Dur agar
tidak lepas seenaknya dengan mengobral paham sekularismenya ke dalam dan
keluar negeri.

Selanjutnya para Kiai ini berusaha agar pagar yang mengelilingi Gus Dur
tidak berubah menjadi pagar yang memakan Gus Dur. Beberapa orang yang
menjadi pagar Gus Dur telah diteriakkan oleh para Kiai ini untuk tidak
menjadikan Gus Dur sebagai boneka mainannya. Dimana sebagian orang-orang
yang menjadi pagar Gus Dur ini diantaranya Sekneg/Sekretaris Pengendali
Pemerintah Bondan Gunawan, Sekab Marsilam Simanjuntak, Sekpres Ratih
Hardjono dan Sekmilpres Marsda TNI Budi Santoso.

Karena adanya teriakan-teriakan dari para Kiai NU ini, ditambah dengan
Akbar bersama Komisi I DPR-nya telah memanggil pembantu-pembantu
dekatnya Gus Dur tersebut, maka kemungkinan Gus Dur akan meminggirkan
orang-orang tersebut lambat atau cepat (
http://satunet.com/artikel/isi/00/02/17/7132.html )

Inilah sedikit tanggapan untuk Presiden Gus Dur dan Ketua Umum PB NU KH
Hasyim Muzadi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Feb 2000 jam 17:11:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke