----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Panglima TNI Akan Ungkap 27 Juli

Feb. 11, 2000 - 10:35 WIB
JAKARTA, Mandiri-

Panglima TNI Laksamana Widodo A.S menegaskan TNI bertekad akan
mengungkap siapa tokoh yang terlibat dalam penyerbuan kantor DPP PDI
pada 27 Juli 1996. Panglima mulai berani mengambil sikap yang cukup
independen?

Bukan cuma kasus 27 Juli saja, Panglima berjanji bahwa TNI juga akan
merampungkan kasus yang belum selesai pada masa lalu seperti kasus
Marsinah, Udin, penculikan aktivis, penembakan Semanggi, Trisakti, dan
lain-lain. "Ini karena TNI akan senantiasa menjunjung tinggi dan
mengedepankan serta menegakkan supremasi hukum," ujarnya dalam rapat
kerja dengan Komisi I DPR RI, Kamis (10/09)

Dengan tegas Panglima menyatakan, bila memang ada oknum-oknum TNI yang
terlibat kasus pelanggaran, pihaknya tidak akan menutup-nutupi. "Kami
justru akan mendorong agar oknum-oknum yang secara nyata terlibat, dapat
diusut secara tuntas sesuai dengan prosedur yang berlaku,'' jelasnya.

Belum tuntasnya berbagai kasus selama ini, lanjut Panglima TNI, bukan
merupakan kesengajaan TNI/Polri. Melainkan karena adanya berbagai
kendala, antara lain kurangnya barang bukti serta belum adanya kemampuan
teknologi untuk memastikan kebenaran barang bukti itu sendiri.

Widodo meminta masyarakat menghilangkan keraguan terhadap kemampuan TNI
untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pemerintahan sekarang
ini. TNI akan selalu mendukung pemerintahan sipil seperti yang berjalan
sekarang ini, karena memang pemerintahan sekarang terbentuk melalui
proses kontitusi yang demokratis dan legalistis.

Menurut Widodo, reposisi TNI berada di bawah supremasi sipil merupakan
bagian dari konsekuensi yang harus diemban militer. "Kondisi ini memang
merupakan suatu hal yang dipandang berat, karena selama 32 tahun TNI
berada dalam sistem yang berbeda," tuturnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 2000 jam 08:30:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke