----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur janjikan karir baru buat Wiranto

Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid tetap menginginkan Wiranto
mengundurkan diri dengan menyebutkan bahwa hal ini pun diinginkan
sejumlah jenderal yang menemui Menko Polkam untuk mundur. Yang menarik,
Gus Dur menjanjikan sebuah jabatan baru di kemudian hari jika Wiranto
sukarela mengundurkan diri.

Tampaknya, keinginan Gus Dur agar Wiranto mengundurkan diri memang tak
bisa ditawar-tawar lagi. Hanya saja, presiden menunjukkan sikap agar
Wiranto melakukannya secara sukarela tanpa Gus Dur menggunakan hak
prerogratifnya.

Persoalannya, Wiranto sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam sebuah
wawancara dengan The Straits Times, koran bergengsi di Singapura,
Wiranto "ogah" mundur. Mantan Panglima TNI itu berkeyakinan, mundur sama
halnya mengaku bersalah. Dia mengkaitkannya dengan sistem yang berlaku
dalam masyarakat yang menafsirkan seseorang mundur seperti itu.

Entah ada pertemuan para jenderal dengan Wiranto atau tidak, yang jelas
presiden mengaku sudah meminta pembantunya di Jakarta untuk keperluan
hal itu. ''Mereka (jenderal-jenderal itu) hari ini Kamis akan menemui
Jenderal Wiranto untuk melakukan apa yang saya inginkan (mundur -red),''
kata Gus Dur dalam jumpa pers di Seoul, seperti dikutip LKBN Antara.

''Pagi ini saya telah menelepon ke Jakarta dan melalui pembantu saya
diketahui bahwa beberapa jenderal telah menyatakan dukungan kepada
saya," jelasnya kemudian.

Masalah Wiranto ini dikemukakan Gus Dur setelah mendengar pertanyaan
wartawan Korea Selatan tentang kapan Wiranto akan mengundurkan diri dari
jabatannya. Beberapa hari lalu, Gus Dur telah minta Menhan Juwono
Sudarsono untuk menelepon Wiranto guna meminta dia mengundurkan diri
dari jabatannya sebagai Menko Polkam setelah KPP HAM berpendapat bahwa
Wiranto ikut bertanggungjawab terhadap situasi di Timtim setelah
berlangsungnya jajak pendapat di sana beberapa bulan lalu.

Wiranto saat jajak pendapat menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan
Kemanan/Panglima Angkatan Bersenjata RI. ''Jika dia (Wiranto -red)
menolak mundur, maka itu berarti akan menghambat kariernya di kemudian
hari,'' kata Gus Dur sambil berkata, ''jadi, lebih baik pak Wiranto
mengundurkan diri.''

Gus Dur menegasakan jika pada akhirnya Wiranto mundur dari jabatannya
sekarang, maka pemerintah akan sangat menghargai keputusannya itu.
Ditegaskan, Wiranto adalah salah seorang jenderal jujur di Indonesia.

Kapuspen TNI Marsda Graito Usodo yang dikonfirmasi membantah mengenai
pertemuan itu Kamis. Sepengetahuan dirinya, sepanjang Kamis tidak ada
pertemuan sejumlah jenderal dengan Wiranto.

"Namun, bila yang dimaksud Pesiden itu pertemuan para jenderal yang
menjadi staf Panglima TNI, Kamis itu memang ada. Tapi, itu bukan
pertemuan dengan Pak Wiranto melainkan tatap muka dengan Komisi I DPR.
dan waktunya bukan tadi [Kamis - red] pagi, tapi sore yang mana
pertemuan itu berakhir pukul 16:00 WIB," jelasnya

"Satu yang terbaik baginya [Wiranto] adalah mundur, dan kami akan
menghormatinya dalam bentuk kapasitas yang akan kami tentukan di
kemudian hari," kata Gus Dur seraya menambahkan, "jika ia menolak mundur
maka ini berarti akan menghambat karirnya di kemudian hari."

Gus Dur pun mengkaitkan masalah ini dengan usaha untuk memulihkan
ekonomi kita, demi menjaga kepercayaan investor. "Sebab kalau ia tidak
mau mundur secara sukarela, negara akan kehilangan kesempatan menarik
investor untuk pemulihan ekonomi," paparnya.

Belum jelas benar apa kira-kira jabatan yang akan ditawarkan kepada
Wiranto. Kemungkinan, ia akan mengisi salah satu pos di lembaga tinggi
negara, misalnya BPK. Hal ini kalau dikaitkan dengan apa yang disebut
Gus Dur bahwa Wiranto orang yang jujur.

Kebiasaan Soeharto mendubeskan atas pejabat yang "bersalah" tampaknya
tidak akan dilakukan Gus Dur untuk kasus Wiranto. Gus Dur dipastikan
akan memprediksi bagaimana reaksi internasional yang akan menolak bekas
panglima TNI itu, sekali pun misalnya dalam pengadilan Wiranto tak
terbukti bersalah. Tapi, opini dunia dan temuan tim PBB telah
menempatkan Wiranto pada posisi untuk sulit diterima internasional.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 2000 jam 08:34:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke