----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Jumat, 18 Februari 2000

Soal Penggunaan Dana untuk Milisi
Bank Dunia tak Temukan Bukti

Jakarta, Kompas

Bank Dunia tidak menemukan bukti adanya penggunaan dana
bantuan Bank Dunia untuk membantu para milisi di Timor Timur
(Timtim). Penegasan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank
Dunia di Indonesia, Mark Baird, melalui faksimile yang dikirim
ke Kompas, Jakarta, Kamis (17/2).

Hal itu disampaikan menanggapi pemberitaan tentang masalah itu
di TV SBS dalam program Dateline, di Sydney, Australia, Kamis.
Diberitakan, dana bantuan Bank Dunia yang dimaksudkan untuk
membantu Indonesia justru digunakan untuk membiayai kegiatan
para milisi di Timtim. Setidaknya, 12 juta dollar AS bantuan
Bank Dunia, yang semula dirancang untuk meningkatkan
kesejahteraan, telah dibelokkan untuk memperkuat kegiatan
milisi. "Sebanyak sembilan juta dollar AS di antaranya datang
dari Departemen Luar Negeri," kata laporan itu.

"Tuduhan semacam itu yang lalu dibawa dalam program serius,
bukan hal baru. Kami mendengar tuduhan yang sama dan melihat
dokumennya Juni tahun lalu yang dilaporkan secara luas oleh
media massa di Indonesia dan internet. Kami telah menyelidiki
masalah itu, seperti halnya dilakukan Pemerintah Indonesia,
tetapi kami tidak menemukan bukti adanya penggunaan dana
bantuan Bank Dunia yang digunakan di Timtim untuk kampanye
politik atau oleh para milisi. Beberapa terjemahan dari
dokumen yang ada, yang disampaikan langsung ke Bank Dunia,
sama sekali tidak terbukti," kata Baird dalam surat
faksimilinya.

Bank Dunia juga membantah menemukan bukti penggunaan dana
bantuan 500 juta dollar AS yang dikucurkan Bank Dunia Juni
tahun lalu untuk program pemerintahan di Timtim. Menurut Bank
Dunia, pada waktu itu Indonesia justru mempunyai dana segar
dari surplus fiskal yang digunakan untuk membiayai
kegiatannya.

Perlu kerja sama

Lebih lanjut, Baird menekankan perlunya Bank Dunia dan seluruh
negara donor untuk tetap memperhatikan cara penggunaan uang di
Indonesia. Karena itu, Bank Dunia juga sempat menunda
pengucuran dana September tahun lalu, sehubungan dengan kasus
Bank Bali. Tetapi, bulan lalu dana itu telah dikucurkan lagi,
setelah Bank Dunia yakin pada upaya pemerintah dalam
memberantas korupsi.

"Kami sadar, Bank Dunia perlu bekerja sama dengan pemerintah
terutama dalam mempertanggunjawabkan keuangan dalam program
masyarakat. Ini topik utama dalam pertemuan CGI di Jakarta,
dua minggu lalu. Tentunya, kita tidak bisa mengatakan tidak
ada penyelewengan penggunaan di Indonesia, atau di negara
lain, tetapi apa yang bisa kita katakan sekarang, bahwa
Pemerintah Indonesia dengan tegas ingin mengurangi korupsi dan
meningkatkan tanggung jawab di bidang keuangan, dan itu yang
harus didukung oleh Bank Dunia," tegasnya. (AFP/rie)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Feb 2000 jam 09:08:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke