---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SISWA DICULIK, SEKOLAH TUTUP SIGLI, (MeunaSAH, 23/2/2000). Sejak 18 Februari 2000, aktifitas pendidikan di SMUN 2 Mutiara (Geumpung), Pidie terhenti total karena guru dan siswanya takut hadir ke sekolah. Proses belajar mengajar tidak terlihat lagi setelah salah seorang siswa sekolah tersebut diculik orang tak dikenal, sepekan silam. Sekolah yang baru dua tahun selesai dibangun itu, belakangan menjadi sepi. Padahal, sepekan lagi (28 Februari 2000) siswa kelas I dan II akan mengikuti ujian. Terhentinya proses belajar mengajar di sekolah itu, menurut Salman, setelah peristiwa hilangnya seorang siswa bernama Amri. Siswa asal Kecamatan Tiro/Truseb tersebut, dijemput seseorang ketika sedang berlangsung jam pelajaran di sekolah, Kamis (17/2) lalu. Ketika Amri "dijemput" ke sekolah, kata Salman, anehnya yang menjemputnya terkesan sudah sangat "akrab". Sehingga siswa lain dan guru tidak menaruh curiga. Setelah Amri bersama lelaki penjemputnya pergi tanpa pamit, baru para guru merasa curiga dan kelihatan agak aneh. Hingga saat ini, belum ditemukan di mana siswa tersebut berada. Karena peristiwa itulah, jelas Salman, siswa yang pada umumnya berasal dari Kecamatan Tiro Truseb dan sejumlah guru tidak berani datang ke sekolah. Kalau pun ada beberapa guru yang berani dan memaksakan diri datang ke sekolah, tapi tak satu pun siswa yang hadir. Rasa takut yang sifatnya sangat alamiah bagi setiap orang, menurut Salman, merupakan hal wajar saja. Apalagi di sekolah telah terjadi peristiwa di luar perkiraan berbagai pihak. Sehingga sejumlah siswa dan guru merasa trauma, karena siswa yang diambil di depan mata mereka. SMUN 2 Mutiara, terletak di Jalan Beureunuen-Tiro (Km 4), persisnya di Desa Geumpung Masjid Kecamatan Mutiara. Sekolah yang baru selesai dibangun dua tahun lalu memiliki sekitar 200 siswa/siswi. Tiga lokal baru kelas dua, sedangkan dua lokal lagi duduk di kelas satu. Sekolah baru itu, juga mengalami musibah beberapa bulan lalu. Sebagian bangunan pernah dibakar orang tak dikenal. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 2000 jam 22:47:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
