----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

KOPASSUS AKAN DIRAMPINGKAN

        JAKARTA, (TNI Watch!, 23/2/2000). Komando Pasukan Khusus (Kopassus),
pasukan elite TNI AD, akan dirampingkan dari lima grup yang terdiri dari
6.000 personil menjadi hanya 700 hingga 1000 personil (satu batalyon) saja.
Kopasus kini memiliki 11 batalyon yakni Batalyon 11, 12, 13 di bawah Grup 1,
Batalyon 21, 22, 23 di bawah Grup 2, Batalyon 41, 42, 43 di bawah Grup 4 dan
Batalyon 51, 52 di bawah Grup 5. Informasi penciutan kekuatan Kopassus ini
datang dari Menteri Pertahanan dan Keamanan, Prof Dr Juwono Sudarsono.
Pernyataan Juwono ini dikutip Sydney Morning Herald (23/2/2000). "Tujuan
saya adalah merampingkan militer, terutama Kopassus agar efektif," ujar Juwono.

        Kalau peryataan Juwono ini benar, maka habis sudah riwayat kekuatan
satuan elite yang kondang dan dibanggakan TNI Angkatan Darat itu. Penciutan
dari lima grup ke hanya sebuah batalyon tampaknya akan menyakitkan bagi
keluarga besar korps baret merah itu. Rencana Juwono ini belum tersebar
luas, hingga belum bisa diperoleh sikap dari kalangan Angkatan Darat dan
Kopassus. Pasti rencana Juwono ini akan ditentang habis-habisan, baik oleh
Angkatan Darat maupun oleh Kopassus sendiri, termasuk para jendral pensiunan
yang besar di kesatuan ini.

        Penciutan inipun akan menggusur lebih dari 5000 personil Kopassus.
Belum jelas benar, apakah ribuan personil pasukan pilihan ini akan diserap
ke batalyon-batalyon tempur Angkatan Darat lainnya seperti Kostrad dan
lain-lain, atau diberhentikan. Namun setidaknya, rencana "likuidasi"
Kopassus ini akan menghapus job seorang Mayor Jendral (Danjen Kopassus),
seorang Brigjen (Wadanjen Kopasus), 11 job Kolonel (seorang Irjen Kopassus,
lima Asisten Danjen dan lima Komandan Grup). Lalu, dampak ke bawahnya, akan
menghapus job Letnan Kolonel di tingkat Komandan Batalyon. Dengan penciutan
Kopassus menjadi hanya sebuah batalyon, korps ini hanya akan menyisakan
seorang Letnan Kolonel sebagai Komandan Batalyon Kopassus. Kalau sekarang
pangkat tertinggi di jajaran Kopassus adalah Mayor Jendral, kelak, jika
Juwono berhasil menciutkan Kopassus hanya menjadi setingkat Batalyon, di
kesatuan ini pangkat tertinggi hanya Letnan Kolonel.

        Likuidasi Kopassus ini jelas proyek tersulit bagi Menhan Juwono,
terutama tantangan dari tubuh Kopassus itu sendiri. Dengan likuidasi, banyak
perwira yang akan terganjal kariernya. Para letkol senior atau kolonel
yunior di Kopassus yang sudah mengincar jabatan Dan Grup atau Asisten Danjen
untuk meloncat ke karier lebih lanjut, tiba-tiba hilang begitu saja. Lalu,
para Brigjen senior asal Kopassus (kini banyak menempati pos-pos Kasdam)
yang juga mengicar jabatan prestisius sebagai Danjen akan kehilangan. Belum
ratusan perwira pertama yang ingin menggunakan "jalan tol" Kopassus untuk
meraih bintang akan berantakan.

        Nah, tampaknya, Juwono akan bakal kerepotan sendiri menghadapi
tantangan, baik sembunyi-sembuyi ataupun terang-terangan dari para perwira
Kopassus. ***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI,
dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang
dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya
agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Feb 2000 jam 22:36:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke