----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 03 Maret 2000 15:10 UTC

** KEBAKARAN HUTAN KEMBALI MELANDA SUMATRA

** 45 TAHUN PENJARA BAGI JENDERAL BOSNIA-KROASIA

** TNI BERENCANA LAKUKAN REFORMASI

** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA TRY SUTRISNO MENGELAK TANGGUNG JAWAB
KASUS TANJUNG PRIOK?

** TOPIK GEMA WARTA: KAPAN TIM DOKTER KEJAKSAAN AGUNG MEMERIKSA
SOEHARTO?

* KEBAKARAN HUTAN KEMBALI MELANDA SUMATRA

Kebakaran hutan terjadi lagi di Sumatra. Dari gambar-gambar satelit
terlihat bahwa jumlah titik api telah meningkat tiga kali lipat
dalam beberapa hari ini di Sumatra Utara. Kota minyak Pekanbaru
tertutup kabut asap, yang menyebabkan gangguan pernapasan terhadap
anak-anak dan para lansia. Kebakaran ini terutama  disebabkan
pembersihan lahan oleh pemilik perkebunan dengan cara  pembakaran
karena biayannya sangat murah. Tahun 1997, kebakaran hutan di Sumatra
dan Kalimantan menyebabkan bencana lingkungan di Asia Tenggara.

* 45 TAHUN PENJARA BAGI JENDERAL BOSNIA-KROASIA

Tribunal Yugoslavia di Den Haag menjatuhkan vonnis 45 tahun penjara
terhadap jenderal Bosnia-Kroasia Tihomir Blaskic. Menurut tribunal,
Blaskic bersalah melakukan kejahatan perang dan kejahatan melawan
kemanusian. Jenderal berusia 39 tahun itu, dinyatakan bertangung
jawab atas pembantaian di desa Ahmici, Bosnia Tengah pada tahun 1993.
Lebih dari seratus warga muslim, terutama perempuan dan anak-anak,
tewas dalam pembantaian itu. Blaskic merupakan pejabat tertinggi yang
sejauh ini telah dijatuhi hukuman oleh tribunal Yugoslavia. Pembela
Blaskic menyatakan akan naik banding.

* KEBERADAN MANTAN DIKTATOR CILE MASIH TIDAK JELAS

Tidak jelas kapan dan ke mana mantan diktator Cile Augusto Pinochet
kembali ke negaranya. Ribuan orang baik pendukung maupun penentangnya
telah menunggu kedatangan Pinochet sejak dibebaskan oleh pemerintah
Inggris kemarin karena alasan kesehatan. Rute perjalanan pesawat yang
membawa Pinochet sangat dirahasiakan. Menurut berita-berita sebelum
ini, Pinochet akan mendarat di kota Iquique, Cile Utara dan kemudian
akan meneruskan penerbangan ke Santiago. Namun tidak terdapat
tanda-tanda pesawat tersebut telah tiba pada waktu yang diperkirakan.
Juga tidak ada pengumuman di mana pesawat Pinochet melakukan transit.
Di depan televisi, Presiden Cile Eduardo Frei menyatakan bahwa
pengadilan Cile akan memutuskan apakah Pinochet bersalah melakukan
kejahatan yang dituduhkan terhadapnya. Sebanyak 60 tuduhan telah
diajukan terhadap mantan dikatator Cile tersebut.

* PEMBERONTAK CHECHNYA TEWASKAN BELASAN POLISI RUSIA

Pemberontak Chechnya membunuh 18 anggota satuan elit polsi Rusia
dalam aksi penghadangan. Sedangkan puluhan polisi lainnya luka-luka.
Menurut jurubicara tentara Rusia, pemberontak menembaki
iring-iringan kendaranan polisi di dekat Grozny. Ini merupakan
insiden pertama di ibukota Chechnya sejak Rusia merebut kota tersebut
beberapa pekan yang lalu. Pemberontak Chechnya telah berujar untuk
terus menyerang pasukan tentara Rusia dengan serangan-serangan
dadakan. Ofensif Rusia di Chechnya akan dibicarakan dalam pertemuan
hari ini di Lissabon, Portugal. Menteri Luar Negeri Rusia Igor Ivanov
akan bertemu Menlu Amerika Serikat Madeleine Allbright. Sedangkan Uni
Eropa akan diwakili oleh Portugal, Prancis dan komisaris luar negeri
Chris Patten.

* PEMILIHAN DIREKTUR IMF MASIH MACET

Pemilihan direktur baru Dana Moneter Internasional IMF masih macet.
Dalam pemungutan suara informal IMF,  Menteri Muda Keuangan Jerman
Caio Koch-Weser mendapat suara terbanyak. Menempati urutan kedua
adalah Stanley Fischer dari Amerika Serikat, dan diikuti oleh Eisuke
Sakakibara dari Jepang.  Namun Amerika Serikat mengatakan bahwa calon
dari Jerman itu tidaklah cocok untuk fungsi direktur IMF. Presiden
Amerika Serikat Bill Clinton mengusulkan agar Jerman mengajukan calon
lain untuk mendobrak kemacetan. Pos tertinggi IMF itu kosong sejak
ditinggalkan Michel Camdessus yang mengundurkan diri lebih awal.

* ISRAEL TEMUKAN TEMPAT PEMBUATAN BOM HAMAS

Pemerintah Israel menyatakan telah menemukan tempat pembuatan bom
milik gerakan Palestina radikal Hamas, dan dengan ini berhasil
mencegah sejumlah rencana bunuh diri pejuang Palestina. Di kota
Taibeh  polisi Israel dalam jumlah besar mengepung sebuah apartemen
yang dihuni lima orang. Satu di antaranya menyerahkan diri, sementara
empat  lainnya tewas ditembak. Setelah polisi Israel mengepung tempat
tersebut, terjadi sejumlah ledakan di dalam apartemen, kemungkinan
disebabkan oleh perangkap bom. Menurut pejabat dinas keamanan Israel,
terdapat cukup bukti bahwa kelima orang ini sedang merencanakan
sejumlah aksi bom bunuh diri.

* TNI BERENCANA LAKUKAN REFORMASI

TNI berencana melakukan reformasi untuk mengakhiri keterlibatan
militer dalam politik, merampingkan struktur komando, dan mendorong
profesionalisme. Demikian dikatakan KSAD Jenderal Tyasno Sudarto.
Jenderal Tyasno memberi contoh bahwa jumlah militer di jalan-jalan di
Jakarta akan dikurangi. Sedangkan keberadaan militer di
wilayah-wilayah yang bergolak seperti Aceh dan Irian Jaya, akan
diperbanyak. Namun Tyasno tidak mengatakan kapan rencana tersebut
akan dilaksanakan, tergantung pemerintah dan parlemen. Demikian KSAD
Jenderal Tyasno Sudarto. Awal pekan ini berlangsung mutasi
besar-besaran dalam tubuh TNI. Sekitar 70 perwira termasuk sejumlah
besar jenderal dimutasikan.

* MENGAPA TRY SUTRISNO MENGELAK TANGGUNG JAWAB KASUS TANJUNG PRIOK?

INTRO: KPP HAM Tanjung Priok akhirnya terbentuk. Mantan Wakil
Presiden Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, yang pada saat
terjadinya kasus Tanjung Priok menjabat Pangdam Jaya, mengatakan
tidak mau memberi keterangan kepada KPP HAM. Karena, demikian Try
Sutrisno, kasus Tanjung Priok adalah masalah institusi TNI, bukan
perorangan, bukan tanggungjawab panglima. Apakah Try mau mengelak
tanggungjawab atau dengan sengaja mau melibatkan TNI sebagai
institusi? Menurut Letjen Purnawirawan Hasnan Habib, sikap Try itu
tidak tepat.

Hasnan Habib [HB]: Kalau KPP HAM itu meminta orang datang, itu bukan
dalam rangka menuduh tapi meminta penjelasan, keterangan, data. Oleh
karena itu kalau nanti KPP HAM merasa perlu meminta Pak Try itu
datang, ya tentunya Pak Try itu pribadi datangnya. Walaupun pada
waktu kejadian beliau adalah panglima Kodam Jaya. Apalagi sekarang
beliau sudah pensiun, tidak lagi dalam TNI maka berarti beliau itu
bukan lagi TNI, hanya mantan anggota TNI. Saya mendengar ucapan
beliau itu kemarin, yang mengatakan bahwa masalah Priok itu bukan
masalah pribadi katanya, tapi masalah institusi.

Mungkin yang dimaksudkan oleh belaiu itu bahwa hal yang dikerjakan
oleh Kodam Jaya di Tanjung Priok itu adalah perintah dari atasan.
Karena itu KPP HAM juga akan meminta keterangan dari TNI yang waktu
itu menjadi atasan dari Jenderal Try. Kalaupun umpamanya yang
mengerjakan itu adalah institusi tapi tetap di dalam tubuh Angkatan
Bersenjata, kalau institusinya umpama Kodamnya melakukan suatu
tindakan yang dainggap tidak tepat, yang harus
mempertangggungjawabkannya bukan seluruh Kodam tetapi adalah komandan
Kodam, panglima Kodam itu secara pribadi. Karena di dalam etik
kepemimpinan militer di mana saja, itu selalu  berlaku prinsip bahwa
seorang komandan itu bertanggungjawab atas segala tindakan yang
dikerjakan atau gagal dikerjakan oleh satuannya. Kalau dahulu dia
Pangdam kemudian ada sesuatu hal yang dilakukan barangkali dianggap
kurang baik, maka yang mempertanggungjawabkannya tidak mungkin
institusi Kodam, yang mempertanggungjawabkannya adalah panglima Kodam
terlebih dahulu.

Radio Nederland [RN]: Paling kurang dari pernyataan yang sekarang,
Try itu kan mau mencoba mengelak ini, Pak Hasnan?

[HB]:Ya, saya tidak tahu apakah beliau mau mengelak, tapi mungkin
pendapat beliau itu adalah ya saya melakukan tugas itu sebagai
Panglima Kodam yang ditugaskan oleh atasan saya. Ya benar itu,
ditugaskan oleh atasannya. Tetapi seperti yang saya katakan tadi,
kalau seorang komandan kompi melakukan tugas dan kompinya gagal, itu
komandan kompinya yang diminta pertanggungjawaban bukan kompinya.
Jadi kalau benar beliau mengatakan saya tidak mau dipanggil, kalau
dipanggil harus melalui TNI itu berarti, pertama beliau menganggap
dirinya masih termasuk dalam struktur TNI sekarang sehingga meminta
supaya TNI yang memerintahkan dia untuk memberi keterangan kepada
KPP. Itu rasanya sudah kurang begitu tepat karena ini permintaan
langsung kepada Jenderal Try.

[RN]: Dengan judul Try Sutrisno menolak dipanggil secara pribadi,
seperti yang tercantum pada koran-koran hari ini, itu kan membuka
nuansa yang cukup lebar seolah-olah dia menolak tanggung jawab. Ini
kan tidak benar?

[HB]: Andaikata memang  ternyata nanti taruhlah dia dipinjam
tangannya, panglima TNI minta supaya Try bersedia memberikan
keterangan, dan kalau nanti dijadikan permasalahan, memang terjadi
pelanggaran hak-hak asasi di sana, maka yang menjadi tertuntut itu
siapa? Itu kan lebih pidana, dan saya kira tidak ada satu lembaga
yang dipidanakan. Lembaga itu bisa diadukan dalam PTUN, Peradilan
Tata Usaha Negara. Tetapi ini kan bukan masalah tata usaha. Ini
masalah kejadian abuse of human rights (Pelanggaran HAM, red) yang
dikerjakan oleh anggota-anggota dari satu satuan, dari satu lembaga.

[RN]: Singkatnya belum bisa diartikan sebagai penolakan Try terhadap
tanggung jawabnya?

[HB]: Saya tidak ingin melihatnya sebagai penolakan tanggungjawab
Try, karena Try sendiripun mengerti sebagai seorang komandan militer
profesional bahwa komandan itu bertanggungjawab atas apa yang
dikerjakan oleh satuannya. Dan saya kira Try tidak akan meninggalkan
tanggung jawabnya. Dia akan bersedia, hanya ini caranya saja bahwa
dia tidak mau dianggap itu sebagai sesuatu tindakan yang
dikerjakannya secara pribadi. Ini adalah tugas yang saya terima dari
atasan, oleh karena itu ia bersedia kalau melalui lembaga pula,
begitu.

[RN]: Pak Hasnan, itu berarti kan dia ingin menyeret TNI sebagai
institusi. Bukankah ini akan memperlebar masalahnya?

[HB]: Memang akan memperlebar, tetapi bagi saya yang penting bahwa
KPP itu memperoleh keterangan. Nanti lanjutannya tentu hasilnya itu
bagaimana, akan seperti biasa prosedurnya, KPP HAM itu akan
menyerahkan kepada Komans HAM dan Komnas HAM baru akan meneruskan
kepada lembaga hukum, Kejaksaan Agung umpamanya.

Demikian Letjen purnawirawan Hasnan Habib.

* KAPAN TIM DOKTER KEJAKSAAN AGUNG MEMERIKSA SOEHARTO?

Intro:Sementara tim dokter kejaksaan agung tidak juga datang-datang
memeriksa Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid kini makin didesak
oleh DPR supaya segera membereskan kasus mantan penguasa Orde Baru
itu. Inilah tantangan berikut yang kini dihadapi Gus Dur, setelah
berhasil menggebuk Wiranto. Akan berhasilkah dia? Koresponden Syahrir
mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Permasalahan yang dihadapi Presiden Abdurrahman Wahid memang terlalu
banyak dan besar. Baru saja Gus Dur mengatasi perlawanan terhadap
Panglima Tertinggi di  TNI kini ia sudah didesak untuk segera
menyelesaikan kasus Soeharto. Dan banyak orang pesimis bahwa Gus Dur
dapat menang dalam kasus, yang dahulu juga memusingkan Habibie.
Seandainya Habibie dahulu berhasil mengadili Soeharto maka ia pasti
masih menjabat presiden. Tetapi untuk menjadikan Soeharto sebagai
tersangka saja Habibie tidak tega atau tidak berani, kata seorang
mantan pembantu Habibie. Kini selain harus mengatasi bom waktu yang
ditinggalkan Habibie dan Wiranto, Gus Dur harus pula membereskan
pelbagai bom  waktu kecil yang ditinggalkan Soeharto seperti kasus
BLBI.

Pers ibukota kemarin memberitakan bagaimana Presiden Abdurrahman
Wahid kini didesak kalangan DPR RI agar menjadikan Soeharto sebagai
tahanan rumah. Sehubungan dengan itu ada suara-suara di Jakarta yang
menginginkan Gus Dur berbicara mengenai hal itu dengan Menko Polkam
Non-Aktif Jenderal Wiranto, secara pribadi. Sebab Wirantolah yang
pernah menjamin keselamatan Soeharto dan keluarganya setelah Soeharto
lengser. Wiranto pun dalam waktu dekat ini akan diminta kesediaannya
oleh Gus Dur agar mau menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung.

Anggota DPR HMS Kaban berharap Gus segera menjadikan mantan penguasa
Orde Baru Soeharto sebagai tersangka dan menjadikannya tahanan rumah.
Kalangan-kalangan Fordem juga mendesak hal yang sama. Pada umumnya
kalangan-kalangan partai maupun yang bertugas di seputar Gus Dur
ingin agar Soeharto secepatnya dijadikan tersangka. Bahkan ada yang
mengusulkan agar Soeharto untuk  sementara ditahan di rumah sakit
Gatot Subroto, agar sekaligus bisa dipantau saksi-saksi mana yang
selama ini menghubungi Soeharto. "Sesuai dengan amanat GBHN dan
Ketetapan Sidang Istimewa MPR tahun 1998, Presiden harus segera
menuntaskan kasus Soeharto. Jangan sampai nasib Gus Dur nanti sama
dengan Habibie", kata Kaban kepada pers. Menurut Sekjen Partai Bulan
Bintang itu, kasus Soeharto bisa diselesaikan dengan cepat. Dalam hal
ini, sebagai presiden, Gus Dur harus menjadikan Soeharto tersangka
seperti yang dialami mantan Presiden Korea Selatan Chun Do Hwan.
Kaban menolak pendapat bahwa Jaksa Agung Marzuki Darusman yang
menjadi penghalang. Ini menyangkut keseriusan Gus Dur. Sebab Gus Dur
sebagai presiden yang memilih Jaksa Agung.

Hingga kini nasib kasus Soeharto masih terkatung-katung. Semula
Kejaksaan Agung akan mengirimkan 10 tim dokternya ke rumah Soeharto.
Tetapi hingga kini tim itu tak kunjung datang. Menurut harian Berita
Buana ketika ditanya siapa saja tim dokter itu, Marzuki menolak
menjawabnya. Para pengacara Soeharto tidak yakin bahwa "tim dokter"
Kejaksaan Agung itu memang ingin datang ke rumah Soeharto. "Sampai
detik ini pun belum ada lagi pemberitaan kalau tim itu akan
mendatangi Pak Harto", kata Juan Felix Tampubolon. Marzuki memang
pernah mengaku di depan pers bahwa ia dibesarkan oleh Soeharto
sebagaimana sebagian besar pejabat dan tokoh masyarakat saat ini.

Selain bersiap-siap melakukan "rokade" di kabinetnya antara lain
dengan menggeser Marzuki ke Departemen Luar negeri, Gus Dur pun harus
menangkis serangan sementara kalangan konglomerat. Mereka kecewa atas
tindakan hukum pemerintah dalam kaitan dengan kasus BLBI. Para
konglomerat dan pejabat penikmat kucuran Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia, kini sedang berusaha menggoyang bursa saham serta
melemahkan nilai rupiah. Di pihak lain Gus Dur melalui Menko Ekuin
Kwik Kian Gie mulai menggoyang fasilitas dan bisnis TNI yang umumnya
dikuasai para pendukung Soeharto.

Kepada pers, Habib Ahmad Anas Yahya mengemukakan kecurigaannya
bagaimana mungkin nilai rupiah dan indeks harga saham gabungan
tiba-tiba turun di bawah titik psikologis. Selain itu pula nampak
sangat mencolok bagaimana orang tidak mau membeli obligasi yang
diterbitkan Bank Indonesia. Kiat tidak membeli obligasi dimaksudkan
agar pemerintah tidak mempunyai uang. Di samping itu keadaan ini akan
menurunkan kredibilitas Gus Dur, kata Habib Ahmad. Tetapi kalangan
analis pasar modal melihat anjloknya indeks disebabkan sederet isu
yang berkaitan dengan masalah keamanan, isyu kudeta dan disintegrasi.
Gus Dur memang sedang berpacu dengan waktu. Sementara sebagian
pendukungnya sedang sibuk berebut jabatan.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 2000 jam 07:30:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke