---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Sekretaris Jenderal GAM 2 Maret 2000 TNI/Polri : SILAKAN TINDAK PROVOKATOR DAN BANDIT, JANGAN SAKITI RAKYAT ACEH. Selaku Sekretaris Jenderal Gerakan Aceh Merdeka, saya menghimbau kepada TNI/Polri milik RI untuk tidak memaksa kehendak kepada rakyat Aceh. Saya sama sekali tidak keberatan kalau kehadiran anda ke Aceh untuk menindak para provokator, bandit, orang tak dikenal dan kriminil. Malahan kalau perlu, saya akan bekerjasama dengan anda untuk memberi informasi sepanjang yang saya tau tentang keberadaan golongan pengacau liar tersebut di bumi Aceh atau di tempat-tempat lain di wilayah Indonesia, tetapi saya akan sangat tersinggung dan akan sangat menyesal sekali kalau rakyat Aceh anda sakiti. Saya mendapat laporan dari lapangan bahwa TNI/Polri sedang mengindimidasi rakyat, bahwa TNI/Polri sedang menakuti-nakuti rakyat, merampas harta rakyat dan malah sampai membunuh rakyat tidak berdosa. Tingkah laku dan cara begini akan hanya menjadikan kami bangsa Aceh bertambah dendam kepada anda dan masalah Aceh tidak akan selesai sampai kapan-kapan pun. Prilaku anda dilapangan ini adalah masalah serius dan saya himbau supaya anda menanggapinya secara serius sesuai dengan status Panglima Teringgi anda semua adalah seorang Kiyai (Gus Dur). Perlu juga saya perjelaskan bahwa anggota GAM murni bukan golongan pengacau, bukan provokator dan bukan bandit. Kami memperjuangkan hak kami sesuai dengan hukum Internasional dan aspirasi rakyat Aceh sendiri. Jadi saya minta kepada TN/Polri, jangan asal-asalan menangkap provokator dan bandit lalu mengklaim mereka itu anggota GAM.. Sebagai informasi awal, saya maklumkan kepada anda semua bahwa para 'tokoh-tokoh' provokator dan bandit Aceh sekarang ini bermaharajalela di Medan dan Batam. Diantaranya Ismail Syahputra (ex-perampok Bank BCA Lhok Seumawe) dan Zakaria alias Mr Jack (ex-preman dan pemabuk). Saya akan terhutang budi kepada anda kalau mereka ini bisa diringkus dan ditindak secepat mungkin. Saya juga meminta majikan anda (RI) untuk meminta pemerintah Singapura membekukan dan mengembalikan wang rakyat Aceh yang disetor ke sana oleh para bandit-bandit tersebut. Sebagai mana kta semua maklum kepala bandit yang memporak porandakan Aceh adalah warga Singapura. Manakala tentang masa depan Aceh, sesuai dengan tuntutan rakyat yang disuarakan pada tangal 8 November 1999 dan sesuai dengan janji Presiden RI, maka sudah sepatutnya kita semua menghargai dan menghormati hak rakyat Aceh untuk menentukannya sendiri tanpa pemaksaan kehendak oleh mana-mana pihak. Kami bangsa Aceh ingin melihat Indonesia utuh (tidak termasuk Aceh di dalamnya) dan maju sebagai tetangga, maka sekali lagi saya himbau TNI/Polri jangan salah kaprah lagi di bumi Aceh. Semoga himbauan saya ini bermanfaat kepada kita semua. Terima kasih. Teuku Don Zulfahri Sekjen GAM Tel: +60162705455 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Mar 2000 jam 07:37:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
