---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 07/III/5-12 Maret 2000 ------------------------------ KEBENARAN (LUGAS): Sungguh mencengangkan, sebuah majalah terkemuka macam Asiaweek merelakan 13 halamannya untuk memuat cerita tentang "kerusuhan Mei 1998" versi Prabowo Subianto. Kerusuhan berdarah itu memang berita besar. Apa yang membuat berita itu menarik, tak lain karena, di situlah untuk pertama kalinya Prabowo bicara panjang lebar sekitar kerusuhan Mei. Ia tak sekedar membela diri dari serangan berita-berita yang selama ini menyudutkannya. Lebih dari itu, Prabowo menyampaikan kerangka cerita baru kerusuhan Mei itu. Kalau dalam versi yang terlanjur diterima umum, Prabowo dituduh bertanggungjawab terhadap kerusuhan dan upaya merebut kekuasaan dari tangan rezim waktu itu. Dalam versi Prabowo, ia justru ingin menunjukkan betapa ia sama sekali tak punya motif berbuat demikian. Sebagai, jenderal berbintang tiga dan memiliki hubungan erat dengan Soeharto, ia merasa tak perlu merongrong kekuasaan Orde Baru. Cukup bersabar, waktunya akan tiba baginya menggapai karir tertingginya. Malah, Prabowo secara tak langsung menyalahkan Wiranto yang tak mau berbuat apa-apa, saat pembakaran dan penjarahan sudah mulai berlangsung di Jakarta. Apakah Prabowo menyatakan yang sebenarnya? Inilah yang sulit. Bahwa ia memilih sebuah media luar negeri untuk menyampaikan ceritanya, boleh jadi merupakan indikasi keinginannya untuk menghindari bias kepentingan politik -yang lebih mungkin terjadi bila diberitakan oleh media dalam negeri. Namun, itupun tak menjamin bahwa ia berkata jujur. Satu hal yang berkali-kali ditekankan Prabowo: ia sama sekali tidak berniat mengkhianati Soeharto (seperti diketahui, setelah peristiwa Mei, hubungan Prabowo dan keluarga Cendana, rusak berat). Dalam soal ini, banyak orang mungkin akan percaya. Toh, ia adalah menantu Pak Harto. Sekali lagi, ini tidak membuktikan ia berada di pihak yang benar. Bagi masyarakat, keberpihakannya pada Soeharto pun, sudah jelas-jelas "salah." Cerita Prabowo soal kerusuhan Mei, kendati memberi sudut pandang yang lain, sama sekali bukan harus diterima atau ditolak begitu saja. Prabowo sendiri memiliki catatan prestasi, selain ambisi dan "noda-noda kotor" penculikan serta penyiksaan aktifis HAM. Cukuplah cerita itu menjadi pengingat bagi kita, bahwa "kebenaran" bukan monopoli satu orang. Apalagi dalam politik -yaitu ketika kebenaran ditentukan oleh pihak pemenang. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Mar 2000 jam 14:20:23 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
