---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- BUKTI BARU KEBOHONGAN JENDRAL SOEHARTO JAKARTA, (TNI Watch!, 9/2/2000). Bukti baru berupa sejumlah dokumen sejarah menunjukkan, bahwa Letkol Soeharto (yang kemudian jadi jendral dan memerintah Indonesia selama 32 tahun dengan tangan besi) bukan perencana Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 di Yogyakarta, seperti yang selama ini ia klaim. Dokumen-dokumen itu dikumpulkan oleh Batara Hutagalung, anak Letkol (Purn) dr Wiliater Hutagalung, mantan Kwartiermeester General Staf 'Q' TNI AD. Menurut Batara, data itu diperolehnya dari kajian pustaka dan keterangan para pelaku sejarah, termasuk ayah kandungnya sendiri. Kajian pustaka itu antara lain diperoleh dari buku "Laporan dari Banaran", terbit pertama tahun 1960, tulisan Mayjen TNI (Purn) TB Simatupang, yang saat SO menjabat Wakil II Kepala Staf Angkatan Perang berpangkat kolonel; skripsi karya Idriastuti tahun 1988, mahasiswi Fakultas Sastra Undip, berjudul "Pemerintahan Militer di Daerah Gerilya Gunung Sumbing 1948-1949"; dan cuplikan draft buku Dr Wiliater Hutagalung, November 1992. Dua tulisan pertama memuat salinan Instruksi Rahasia Panglima Divisi III/GM III Kolonel Bambang Soegeng tanggal 18 Februari 1949 kepada Letkol Bachrun, Komandan Wehrkreis (daerah) I agar mempersiapkan bala bantuan untuk Yogyakarta yang akan dijadikan daerah objek serangan. Dalam dokumen disebutkan bahwa instruksi rahasia diberikan mengacu pada instruksi rahasia yang diberikan kepada Komandan Daerah III, Letkol Soeharto untuk mengadakan serangan besar-besaran terhadap Ibukota Yogyakarta yang akan dilakukan 25 Februari sampai 1 Maret 1949, dengan menggunakan bantuan pasukan Brigade 17. "Terlihat jelas bahwa serangan itu atas perintah pimpinan tertinggi divisi, Kolonel Bambang Soegeng," ujar Batara. Dia menjelaskan, penggagas SO yang sebenarnya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, setelah Belanda menolak resolusi empat negara yang diterima Dewan Keamanan PBB, agar Belanda menghentikan pertempuran dan memulai dengan perundingan. Keempat negara tersebut adalah Amerika, Kuba, Norwegia dan Cina. "Sultan menulis surat kepada Panglima Sudirman dan ayah saya yang juga dokter paru-paru Pak Sudirman diperintahkan untuk menindaklajuti misi itu, sebagai penghubung dengan para panglima dan pimpinan sipil di Jawa Tengah," paparnya. Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebenarnya juga punya data bahwa Soeharto bukan tokoh utama SO, namun tak berani mengungkapnya. Demikian pula Sri Sultan HB IX, yang menghargai kedudukan Soeharto sebagai presiden sehingga tidak mau membuka hal yang sebenarnya. Saat itu Soeharto bukan penentu karena di atasnya banyak atasannya, ada TB Simatupang dan Bambang Soegeng. Pertanyaannya, apakah Soeharto sebagai komandan brigade berpangkat letkol bisa mengambil inisiatif seperti itu dengan melampaui atasannya? Dalam hirarki militer kendati dalam situasi kacau tetap penting. SO 1 Maret 1949 bukanlah serangan yang berdiri sendiri tapi bagian dari serangkaian serangan yang dilakukan 25 Februari sampai 1 Maret 1949. SO dianggap hebat karena sebagai bukti eksistensi TNI yang sekaligus merupakan eksistensi RI. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Mar 2000 jam 10:27:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
