----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Berita Buana, 7 Maret 2000

Pengusaha Jepang takkan Tarik Investasinya di RI

Jakarta, Buana
Investor Jepang akan tetap menanamkan modalnya di Indonesia,
meski sebagian negara lain menilai kondisi politik di tanah air
belum stabil. Bahkan, Direktur Penerangan Kedubes Jepang di
Jakarta, Shigeya Aoyama, membantah adanya investor Jepang yang
menghentikan usahanya di Indonesia akibat ketidakpastian kondisi
politik di Indonesia. Malahan ditegaskannya, sewaktu krisis
ekonomi melanda Asia, pengusaha Jepang tetap menanamkan modal di
Indonesia.

Ketika ditanyakan data mengenai investor baru yang akan
menanamkan modal di Indonesia, pascaterpilihnya Presiden
Abdurrahman Wahid, Shigeya mengatakan, pihak Kedubes sama sekali
tidak mempunyai data tentang hal tersebut. "Kami tidak punya
data tentang itu. Tapi, sepengetahuan saya, tidak ada investor
yang menghentikan operasinya di Indonesia," ujarnya, Senin (6/3)
petang.

Masalah investasi asing merupakan isu yang paling gencar
disuarakan pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden
Abdurrahman Wahid. Tak kurang Menteri Luar Negeri Alwi Shihab
dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yusuf Kalla giat
melakukan road show ke luar negeri, untuk menggalang investasi
asing.

Baru-baru ini, dalam lawatannya ke sejumlah negara di Timur
Tengah dan Asia, Menlu Alwi Shihab mendapatkan kepastian akan
datangnya delegasi menteri luar negeri (menlu) Iran, Oman, UEA,
Yaman, Malaysia, dan Singapura. Dengan tujuan, untuk
membicarakan peluang investasi di Indonesia. Rombongan ini juga
disertai kalangan pengusaha mereka. Dalam pertemuan yang
dijadwalkan berlangsung Maret ini, juga hadir menlu dari Arab
Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Brunei.

Data dari kantor Penanaman Modal Asing (PMA) menyebutkan,
terjadi peningkatan jumlah proyek investasi PMA sebesar 7,9%.
Sedangkan berdasarkan nilai investasi, terjadi penurunan sebesar
50%. Selain itu, walaupun diterpa krisis ekonomi, tidak ada
investasi yang dibatalkan. Selama empat tahun terakhir,
perkembangan persetujuan PMA berjumlah 3.267 proyek dan nilai
investasi mencapai 7.911 miliar dolar AS. Investasi asing juga
masih difokuskan di Pulau Jawa, sebesar 63,9%. Sementara
Sumatera 21,7%; Kalimantan 6,0%; Sulawesi 4,0%; dan KTI 4,3%.

Menurut kantor PMA, perkembangan proyek PMA yang berorientasi
ekspor mengalami peningkatan. Terutama, saat memasuki tahun 1999
ini. Hingga semester I, sejumlah 311 proyek--atau 64,4% dari
jumlah proyek PMA yang disetujui pada tahun tersebut-
berorientasi ekspor.

Selain rombongan pengusaha Singapura yang telah mengunjungi
Indonesia dan Bintan, rombongan pengusaha asal Inggris dipimpin
Ian Dale juga telah melakukan hal yang sama, Desember lalu.
Dengan tujuan, mempromosikan investasi di Indonesia. Selain itu,
pertengahan Maret, akan ada kunjungan delegasi dagang tingkat
tinggi dari Jepang (keidanren). Ben

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 2000 jam 04:26:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke