---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- MASIH PENTINGKAH UPAYA MENCARI NASKAH SUPERSEMAR YANG ASLI? JAKARTA, (TNI Watch! 10/3/2000). Dalam sebuah seminar mengenai "Pembaruan Paradigma TNI" di Hotel Santika, Jakarta Barat, hari Rabu kemarin (8/3), salah seorang pembicara Ir Indro Tjahjono mengatakan, jangan-jangan naskah Supersemar yang asli itu sudah jadi bungkus kacang. Keterangan Indro Tjahjono tersebut, yang meski terkesan asal-asalan, namun hal itu menunjukkan, bahwa ada atau tidak ada naskah asli Supersemar, bukanlah persoalan yang terlalu serius. Pandangan Indro ini juga merupakan refleksi pandangan sebagian masyarakat kita, terhadap keberadaan naskah asli Supersemar. Sebagai arsip sejarah, naskah asli tersebut memang penting, namun seandainya tetap tidak ditemukan, apa yang bisa kita perbuat? Karena Supersemar itu merupakan akal-akalan mantan Presiden Soeharto, untuk "merebut" kekuasaan dari Soekarno dulu. Jadi apa yang dilakukan Soeharto terhadap Soekarno di tahun 1966 dulu, adalah kudeta biasa, seperti kudeta yang biasa terjadi di Afrika, Amerika Selatan, dan Thailand. Supersemar itu sekadar akal bulus Soeharto, agar kudeta yang ia lakukan, tidak tampak sebagai kudeta yang terang-terangan. Dengan kata lain, Supersemar adalah upaya "penghalusan" dari kudeta Soeharto, agar kudetanya terlihat samar-samar. Dengan merekayasa sebuah realitas menjadi samar-samar, akan lebih memudahkan langkah memanipulasi sejarah. Sebagaimana yang kita saksikan kemudian. Pada sebuah seminar yang diselenggarakan PARKOBA (perhimpunan eks tapol Orde Baru), baru-baru ini di Gedung YTKI, Jakarta Selatan, pengamat politik Indonesia terkemuka dari Universitas Cornell Ben Anderson mengatakan, jika dengan Supersemar, Soeharto belum berhasil merebut kekuasaan, dia akan mencari jalan lain. Pernyataan Ben Anderson ini menyiratkan, bahwa Soeharto tidak menafikan cara-cara kekerasan untuk melawan Soekarno, asal tujuannya berkuasa tercapai. Dalam sebuah sarasehan di Yogyakarta kemarin (9/3), Pjs Sekretaris Negara Bondan Gunawan menjelaskan, bahwa pihak Sekneg sedang menelusuri keberadaan naskah asli Supersemar. Upaya yang sama juga dilakukan pihak ANRI (Arsip Nasional RI). Soal berhasil tidaknya, kita tunggu saja. Masyarakat tampaknya pesimis akan hasil yang akan dicapai. Memang ada dua "fungsi" soal naskah asli Supersemar, yaitu fungsi sebagai dokumen sejarah, dan fungsi politik. Yang agak merepotkan, kedua fungsi itu tidak saling mendukung. Karena fungsi politik sudah selesai, sedang fungsi historis (dokumen sejarah) belum selesai. Penjelasannya begini, fungsi politik sudah selesai, karena Supersemar telah "sukses" dimanfaatkan Soeharto untuk berkuasa selama 32 tahun. Sementara Soeharto sendiri saat ini sudah lengser. Jadi secara politis, naskah Supersemar sudah tidak berguna lagi. Apa mungkin akan didaur ulang? Sedang fungsi historis belum selesai. Di sinilah arti penting ditemukannya kembali naskah asli Supersemar, sebagai upaya pelurusan sejarah. Setidaknya orang akan tahu, bahwa kelahiran Supersemar, merupakan kudeta khas Indonesia, yang mungkin bisa dijadikan model untuk dipraktekkan di negeri lain. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - ------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Mar 2000 jam 11:44:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
