---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 08/III/13-19 Maret 2000 - ------------------------------ MATORI (LUGAS): Kekerasan dalam politik di Indonesia, rupanya masih ada. Secara tak terduga hal itu menimpa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa yang juga Wakil Ketua MPR-RI, Matori Abdul Jalil. Peristiwa ini sungguh menyesakkan, terutama karena terjadi di tengah-tengah upaya pemerintahan Gus Dur menjadikan panggung politik Indonesia, lebih beradab. Banyak analisa tentang motif pembacokan itu. Ada yang pagi-pagi sudah menuduh militer. Alasannya, dikaitkan dengan mutasi besar-besaran sejumlah perwira tinggi yang dinilai sebagai upaya "de-Wiranto-isasi". Ada pula yang tak yakin militer masih mau memakai cara-cara "preman" seperti itu. Ada yang menuduh ini ulah orang-orang Soeharto. Ada yang menuduh ini sebagai kerja sama antara faksi tertentu di militer dengan kelompok Islam fundamentalis. Ada juga yang menuduh para pendukung Habibie yang frustrasi sedang berusaha mengacaukan keadaan dengan sisa-sisa uang yang mereka miliki. Siapapun di balik peristiwa ini, jelas hendak mengambil keuntungan di balik kacaunya keadaan. Ini nyaris terjadi. (Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba di beberapa tempat di Jawa Tengah,beredar isu bahwa Amien Rais berada di belakang pembacokan Matori. Akibatnya, sempat terjadi ketegangan antara PKB dan PAN di Yogyakarta. Begitu pula di sejumlah tempat, ada yang mengopinikan peristiwa ini dengan perseteruan antara PKB dan PDI. Untung, isu ini tak terlalu laku "dibeli"). Jika keadaan kacau, kepercayaan dari dalam dan luar negeri yang belakangan ini makin membuat pemerintahan Gus Dur legitimate, akan kembali diruntuhkan. Sasarannya memang bukan individual seperti Matori. Dan bila pemerintahan Gus Dur berhasil digoyang lewat cara-cara ini, sulit membayangkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Kekerasan dibalas kekerasan. Darah dibalas darah. Jangan berharap kepercayaan dari luar negeri, masyarakat di dalam negeri pun bakal saling tak percaya. Cara mencegah terjadinya kembali kekerasan semacam ini adalah dengan menangkap dan mengadili pelaku serta orang di balik pembacokan itu. Memang terdengar klise. Namun, perlu diingat, hingga kini, tak ada satupun pelaku kekerasan politik di Indonesia yang pernah diadili secara fair. Kepolisian punya cukup banyak petunjuk untuk mengusut tuntas kasus ini. Asalkan, tak ada kendala politik yang menghambat. Sikap Matori yang segera memaafkan pelakunya, patut dipuji. Dengan tidak terpancing untuk bersikap reaktif, kekacauan yang diinginkan oleh sang aktor intelektual, dapat diredam lebih awal. Semoga saja, para politisi kita semakin sadar. (*) - --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Mar 2000 jam 16:48:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
